25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

MN Lapong : 1 Juni 1945

Selamat dan terimakasih kepada Bung Karno yang dalam pidatomu telah menyampaikan semua pesan-pesan radikal penuh hikmah kebijaksanaan yang lahir selama dalam dialektika Genk Gang Poeneleh ketika itu, kamu dkk mu telah mengisi debat panas bersama Sang Guru Yang Oetama.

Kamu secara konsisten sabar dan ihlas sejak awal bangsa ini menentukan nasibnya dalam perhelatan ‘Zelf Bestuur’ – ‘Pemerintahan sendiri’, bersama Tjipto Mangunkusumo dkk tahun 1918 dalam Kongres 1 Central Syarekat Islam di Bandung.

Kesadaran bangsa kemudian tumbuh dalam penjuangan panjang bangsa ini melawan penindasan penjajahan.

Dari radikalismemu, bersama kawan-kawanmu maka Akar busuk yang busuk telah berganti dengan akar kehidupan yang baru yang tumbuh menjadi akar yang merdeka dan berdaulat yang bercita-cita mewujudkan ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsanya.’

Dari pidatomu itulah, bangsa ini merumuskan 2 versi, yakni versi 22 Juni 1945 (Piagam Jakarta) dan akhirnya sepakat menjadi versi 18 Agustus 1945 seperti yang kita Gunakan sekarang ini.

Rupanya dari piadatomu 1 Juni itu kemudian, ditafsirkan kembali oleh generasi setelahmu, dari orang-orang generasi kerdil yang lebih mementingkan simbol dan cap ketimbang esensi mengejawantahkan ke-PANCASILA-annya sebagai orang-orang yang di beri amanah dan tanggung jawab.

Bung Besar karena karyamu memang besar untuk bangsa ini, bung kecil oleh generasi kerdil berikutnya karena memang mereka orang-orang kecil dan miskin karya, mereka hanya mampu jadi jongos dinegerinya sendiri yang maha kaya ini, yang semua karyanya hanya ‘copy paste’ dari kepentingan asing, mereka dalam kebijaksanaannya menggantungkan diri dari tuan-tuan asingnya, pun hingga produknya seperti garam juga dari produk asing.

Bung Besar saya tahu kamu dkk mu bersedih di alam sana, karena generasi sesudahmu tidak seperti yang kamu harapkan berdaulat dan berdikari dengan karya anak bangsa yang mendunia.

Selamat!
Kamu dkk mu hebat, sayang setelahmu meninggalkan generasi kerdil, pengemis utang, pengemis jabatan, dan pemburu rente.

Generasi sialan bin Dungu !!

Gondangdia, 1 Juni 2020
@mnl__🇮🇩

About Post Author