06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Gerakan Solidaritas DPLN PPMI TAIWAN Peduli..!!

PPMI CENTRE – DPLN TAIWAN | Seorang PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Ponorogo, Bapak Yanto sejak pertengahan Februari lalu menderita stroke akibat tumor otak yang dideritanya, saat ini ia sedang menjalani terapi di Rumah perawatan atau panti jompo kota Pingtung setelah keluar dari RS Chang Gung Kaohsiung akhir Maret lalu. Yanto yang sudah bekerja di Taiwan selama lima tahun, awalnya tiba-tiba pingsan setelah mandi dan minum kopi pada pagi hari, atas bantuan temannya yang warga Taiwan, Yanto dilarikan ke RS Pingtung untuk melakukan tomografi otak, ternyata hasilnya menunjukkan adanya perdarahan intrakranial.Untuk memudahkan dalam perawatan setelah Yanto pulang ke Indonesia nanti, lanjut Muriel Yu, pada tanggal 30 Maret Yanto kembali menjalani operasi yang kedua kalinya.Kebetulan istri Yanto yang bernama Yanti juga bekerja di Taiwan. Ia menemani Yanto selama di rawat di ruangan ICU. Kondisi Yanto terus diawasi, tidak menutup kemungkinan harus dilakukan operasi lagi.

Menurut keterangan sekretaris TCESIA yang menangani kasus Yanto, Muriel Yu, mengatakan, dalam beberapa hari kondisi Yanto sudah kritis yaitu antara hidup dan mati, namun setelah menjalani perawatan keadaannya pelan-pelan terus membaik hingga pada 26 Februari ia sudah diizinkan keluar dari RS kemudian dirawat di panti jompo.Sebenarnya istrinya sudah berdiskusi dengan keluarga Yanto, ia berencana untuk membawa Yanto pulang ke Indonesia supaya dijaga oleh kakaknya, akan tetapi, agen masih mempertimbangkannya mengingat kondisi Yanto saat itu masih belum bisa berjalan sendiri, harus duduk di kursi roda serta belum bisa bicara, masih membutuhkan waktu untuk bisa pulih seperti semula. Atas persetujuan istrinya, akhirnya Yanto dipindahkan ke panti jompo yang biaya perbulannya sekitar NTD 30.000. Sementara itu, direktur Asosiasi Layanan Ketenagakerjaan Kaohsiung (KESIA), Lu Xi-an (呂錫安) sudah beberapa kali pergi ke Rumah Perawatan Pingtung mengunjungi Yanto, membantunya dan memberi semangat. Ia berjanji akan melakukan open donasi kepada anggotanya untuk meringankan beban Yanto, supaya ia bisa segera pulang ke Indonesia melakukan perawatan lanjutan. (hanitw)

Ditempat terpisah Ketua Umum DPLN PPMI Ari Yoga yang akrab dipanggil Bung Yoga menyatakan turut prihatin atas musibah yang menimpa Pak Yanto Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Ponorogo, Insyaa Allah kami dari DPLN PPMI Taiwan akan ikut membantu untuk mengumpulkan dana dari para donator sebagai bentuk solidaritas dan Peduli PPMI dengan Penderitaan yang dialami oleh Pak Yanto untuk itu bagi para Donatur yang ingin membantu dapat menghubungi Call Center DPLN PPMI Taiwan : +886986658846

Untuk kasus ini sebenarnya sudah lama kita koordinasikan dengan MBOK CIKRAK beliau seorang PMI sukses yang bekerja di airport internasional Touyen yang selalu mensupport kegiatan kami selama ini, maka dari itu kami DPLN PPMI TAIWAN juga ikut membantu penanganan kasus ini, untuk urusan kasus di Taiwan sendiri mungkin setiap seminggu sekali kami menerima laporan ada masalah yang menimpa para PMI kita. seperti kasus-kasus kecelakaan kerja, kecelakaan di jalan, Agency (PJTKI) yang kurang baik, PRT yang di suruh makan daging babi, PMI yang di pukul majikan dan Lainnya, banyak Pengaduan yang kami terima dan Insyaa Allah dengan sekuat tenaga dan kemampuan yang kami miliki DPLN PPMI Taiwan selalu siap Mengadvokasi dengan berkoordinasi dengan LBH DPP PPMI di Jakarta, Mabes Polri, Kementerian Luar Negeri dan Kemenaker untuk mendapatkan perlindungan dan perhatian dari Pemerintah Pusat di Jakarta serta Komisi – Komisi terkait khususnya Komisi IX DPR RI sebagai Perwakilan rakyat kita untuk ikut serta membantu menyelesaikan Permasalahan PMI yang ada di Taiwan, Adapun beberapa Kasus yang kami tangani bersama KDEI ada beberapa kasus antara lain :

1. Kasus Sdri. Laela yang tidak jelas majikannya dan selalu dipermainkan pihak agency
2. Kasus MAYANG SARI yang 1.5th tidak di kasih ARC dan harus wajib nabung 3000nt perbulan bersama agency
3. Kasus ISMIYANTI ASAL NTB yang terkena penipuan berhadiah dari bank BNI dan sudah memberikan biaya administrasi 27.000nt.
4. Kasus IBU ARI madiun yang juga di pekerjakan tidak sesuai kontrak kerjanya dan masih banyak lagi kasus kasus yang belum kita data.

Intinya DPLN PPMI Taiwan akan memaksimalkan Advokasi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan demi menjaga harkat dan martabat kaum pekerja Indonesia di Luar Negeri, Jelas Ari Yoga Kepada PPMI Media Center.

Selain itu perhari ini (Rabu/03/06) DPLN PPMI Taiwan mendapatkan Pengaduan melalui Ibu Renita Wibowo, Srikandi PPMI yang menjabat Wakil Ketua Umum DPLN PPMI Taiwan, bahwa seorang PMI yang bernama Siti Hanifah asal Salatiga – Semarang Jawa Tengah yang sedang dirawat di RS. WEIGONG Lantai 11 Kamar 25 No.2 yang baru saja menjalani operasi Kanker Usus. Kita doakan semoga beliau cepat sembuh, terang Ibu Renita Wibowo

Dari sekian banyak pengaduan DPLN PPMI Taiwan akan mendesak DISNAKER setempat bisa sedikit memberikan donasi untuk PMI yang lagi di rawat di Rumah Sakit dan Kami juga selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan KDEI agar dapat bersinergi dan bahu membahu dalam mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para Pekerja Migran Indonesia yang ada di Taiwan, Jelasnya kepada Tim PPMI Media Center.

Call Center DPLN PPMI Taiwan : +886986658846 (Bpk. Ari Yoga – Ketum DPLN PPMI Taiwan)

About Post Author