25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

GBESM ; INDONESIA BERTAQWA adalah Solusi Hidup Adil Dan Makmur

Kajian Islam hari Ahad ( JAHAD ) Tanggal 7 Juni 2020 mengambil tema “GB ESM (Gerakan Besar Eggi Sudjana Mastal ) untuk INDONESIA BERTAQWA . inilah Solusi Hidup Adil Dan Makmur yang diredhai oleh ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA .

Menyikapi fenomena hampir memasuki 75 Tahun Indonesia Merdeka atau bangsa Indonesia akan memasuki generasi ketiga dalam konteks berbangsa dan bernegara jika setiap generasi dihitung 25 Tahun, namun kondisi bangsa Indonesia yang telah mengalami 7 kali Pemilihan Presiden dan menjalani Pemilu pertama 1955 sampai saat ini kondisi Rakyat Indonesia tidak baik-baik saja.

Dalam pergolakan perjalanan Bangsa Indonesia yang telah mengalami begitu banyak pemberontakan dan perlawanan rakyat terhadap kekuasaan sejak Tahun 1948, 1965, 1971, 1998 yang dialami Rakyat Indonesia terkungkung dalam penindasan dan penderitaan padahal Bumi dan Langit Indonesia ini begitu banyak Sumber daya Alam yang seharusnya digunakan untuk semakmur-makmurnya rakyat Indonesia seperti dalam amanah UUD 1945 Pasal 33 merupakan dasar perekonomian Indonesia, di dalamnya mengandung prinsip paham kebersamaan dan asas kekeluargaan. Oleh karena itu dalam pembangunan hukum ekonomi Indonesia bersifat memaksa, sehingga dalam perundang-undangan bidang ekonomi dinyatakan bahwa mengutamakan kemakmuran masyarakat banyak, bukan kemakmuran orang-seorang atau sekelompok orang (oligarki).

Bahwa atas berkat Rahmat ALLAH SUBHANAHU WATAALA dan dengan didorong oleh keinginan luhur maka Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya namun yang kita saksikan adalah Penjajahan Model Baru (Neo Kolonialisme) yaitu Rakyat Indonesia terjajah secara Politik, Ekonomi dan Hukum serta Pemikirannya melalui para Penyihir-penyihir Intelektual yang menghambakan Hawa Nafsu Duniawi dan seakan-akan mau hidup 1000 tahun lagi.

Point inilah yang harus disadari oleh seluruh rakyat, YAITU TERJADI FEODALISME , OLIGARKY dan TRANSAKSIONAL dalam segala lini kehidupan terutama dalam bidang POLITIK , EKONOMI dan HUKUM . Oleh karena itu di Indonesia bahwa penyebab utama Rahmat ALLAH SUBHANAHU WATAALA TIDAK PERNAH terwujudkan oleh segenap Rakyat Indonesia karena kita semua MENDUSTAKAN AYAT AYAT ALLAH SUBHANAHU WATAALA baik yang menyadari ataupun tidak.

Ingat Janji ALLAH SUBHANAHU WATAALA dalam QS.7: Al-A’raf ayat 96 yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”, SESUNGGUHNYA ALLAH SEBAIK-BAIK PENOLONG DAN TIDAK PERNAH MENGINGKARI JANJI-JANJINYA.

Sungguhlah apa yang kita alami hari ini selama hampir 75 Tahun adalah suatu bentuk siksaan/Azab-NYA yang disebabkan seluruh elemen bangsa dan Negara Indonesia tidak mewujudkan rasa syukurnya atas nikmat kemerdekaan dari Rahmat ALLAH yang telah menjadi kontrak politik bangsa Indonesia tersebut di dalam Mukaddimah UUD 1945, apakah kita termasuk dari golongan yang mendustakan ayat-ayat ALLAH SUBHANAHU WATAALA/Musyirik kepada-NYA .
Maka dari itu saya DR. H. EGGI SUDJANA MASTAL, SH. MS.i mencoba dengan segala kelemahan dan kekurangan sebagai hamba ALLAH tetapi melalui Rahmat dan Hidayah yang ALLAH Berikan kepada saya, mencoba memformulasikan cara berpikir kita semua melalui ESM Teori yaitu OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil) yang diimplementasikan menjadi Cita-cita luhur Bangsa dan Negara Indonesia kedepan yaitu INDONESIA BERTAQWA. Melalui media social baik tulisan maupun live streaming ceramah saya dalam rangka TUGAS KONTITUSI UUD 45 yaitu antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan pemahaman kedahsyatan LOGIKA ALQURAN dalam menjalani kehidupan dan akan menjadi solusi dalam kehidupan dalam berkeluarga, berlingkungan, berbangsa dan bernegara. Agar seluruh rakyat Indonesia dapat kembali mengikuti perintah ALQURAN dan Sunnah Nabi Besar Muhammad SAW sebagai satu-satunya pedoman hidup dunia/akherat yang sudah mendapatkan jaminan atau garansi dari YANG MAHA AGUNG, YANG MAHA PERKASA, YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN yaitu ALLAH SUBHANAHU WATAALA… ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR.. !!!

Adapun untuk lebih memahami konteks TAQWA, kita mulai dari apa yang dimaksud ESM Theory adalah OST JUBEDIL yaitu akronim dari : O:Objektif ;S:Sistematis ; T:Toleran ;JU:Jujur ;BE:Benar ;DIL:Adil. Apabila disatukan menjadi Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil. Kata-kata OST JUBEDIL itu sendiri semua orang sudah tahu dan paham maksudnya. Akan tetapi menjadi satu kesatuan yang dirangkum dalam satu kata untuk menjadi suatu teori dengan keperluannya menjelaskan logika quran, menurut hemat ESM adalah sesuatu yang relatif baru, perlu diingat Teori OST JUBEDIL tersebut bukanlah untuk menafsirkan Al Quran. Tapi untuk menyampaikan hubungan antara suatu ayat dengan ayat yang lain, selanjutnya diterangkan secara OST JUBEDIL sehingga nampak jelas alur logika Al Quran yang Agung tersebut.

ESM Theory merupakan upaya untuk menjelaskan proses terciptanya kondisi Islam yang Rahmatan Lil’alamin dan bagaimana penerapannya pada setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain, ESM Theory yang berbasis OST-JUBEDIL dapat digunakan untuk menjelaskan terhadap segala persoalan yang bersifat ilmiah secara sistematis. Penyimpangan atau tidak diberlakukannya ESM Theory ini, maka terjadi keadaan sebaliknya yaitu disfungsionalisasi terhadap ajaran Islam dan ataupun persoalan lainnya.

Dalam mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan TAQWA, yaitu “menutup peluang maksiat,kezaliman dan kebrensekkan sosial lainnya dan membuka peluang kepada ibadah yang seluas luas nya” untuk keperluan TAQWA tersebut , kiranya perlu dipahami mulai dari orang-orang yang ikhlas, ikhlas secara umum diketahui orang disebut sebagai Kaum Mukhlisin, yaitu ikhlas tersebut adalah orang-orang yang dengan pemahaman, keyakinannya dan ketaatannya kepada RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM berdasarkan murni, bersih, zero (0) kepentingan, bebas dari segala intervensi dan merdeka, hanya tunduk dan patuh pada ALLAH SWT, dan RasulNya Muhammad SAW. Orang-orang ikhlas tersebut dapat diidentifikasi melalui 3 indikator, yaitu :
1. Mau dan rela diatur oleh hukum ALLAH SWT dan mengikuti Sunnah Rasulullah MUHAMMAD SAW.
2. Siap berkorban menanggung resiko dalam menjalankan syariat Islam.
3. Istiqomah atau teguh pendiriannya dalam ketunduk patuhannya kepada ALLAH SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

Dari definisi Ikhlas tersebut diatas maka tidak dapat menjadi pribadi yang BERTAQWA tanpa diawali dari rasa IKHLAS. Oleh karena itu, kualitas umat beragama pada umumnya ADA PADA KE-IKHLASANNYA BERTAUHID HANYA KEPADA ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA dan MENGIKUTI SUNNAH RASULLAH MUHAMMAD SAW . Adapun non muslim/kafir pasti seperti yang digambarkan dalam QS.5.Al Maidah ayat 51,52 dan 54, mereka memilih tunduk patuh kepada selain ALLAH, kemudian mereka setia satu sama lainnya juga orang-orang munafik kompak bersama mereka dijelaskan pada QS.Al Maidah ayat 54-nya , mereka tidak mencintai ALLAH, TIDAK KASIH SAYANG TERHADAP SESAMA MUSLIM, TIDAK BERANI KERAS dan TEGAS PADA ORANG KAFIR, MEREKA TIDAK BERJIHAD dan yang terakhir mereka takut di CELA/BULLY selanjut mereka dapat di pastikan tidak berani untuk berkata jujur, benar dan adil. Dengan kata lain mereka telah MURTAD, keluar dari Agama Islam. Oleh karena itu mereka tidak ada dakwahnya berani mengingatkan kekuasaan yang Zalim itu kecuali sedikit dalam kalangan ulama dan pendeta. (Baca QS.5. Al Maidah ayat 62 dan 63) .

Dalam konteks kekinian atau zaman milenial saat ini, ESM tidak melihat, mendengar dan menyaksikan dari kalangan pendeta yang berani melakukan perlawanan, setidaknya mengingatkan pemerintah yang banyak kekeliruannya dan kebohongannya. Begitu pula dari kalangan ulama, kebanyakan maunya sejalan dengan selera penguasa, kecuali sedikit kita melihat dari kalangan ulama yang menentang dari kezaliman yang ada saat ini. Mereka itu juga yang tersebut dalam surat Al Maidah ayat 51, 52 dan 54.

Misalnya saat ini Jabatan Wakil Presiden pernah dari Tokoh HMI 2 kali periode, kini bahkan Raja-nya MUI yang jadi Wapres dan lain-lain, tapi bagaimana GHIRAH ISLMIAHnya untuk tegakkan HUKUM ISLAM ??? pada hal Tiap hari TAKBIR dan membaca Al fatihah minimal 17 x dalam sholat tapi kok TIDAK TAKUT KEPADA ALLAH dan tidak mengikuti jalan yang lurus dari orang-orang sebelum mereka?, Justru banyak yang mengikuti jalan orang-orang yang di MURKAI ALLAH lagi Sesat dan Zalim, karena mereka ikuti jalan orang-orang yang sesat dan zalim tersebut, mereka ikut bahkan jadi PEMBESAR-PEMBESAR YANG JAHAT ITU SENDIRI KARENA MEREKA SELALU MENIPU RAKYAT (Baca Q.S. 6 AYAT 123).

OLEH KARENA ITU MARI KITA SADARI KEKELIRUAN INI DENGAN TAUBAT NASIONAL UNTUK KEMBALI KE UUD 45 YANG ASLI agar PERSEPSI, KESADARAN dan PENTAATAN KITA MESTI SAMA MELALUI UP GRADING ASI(ALQURAN , SOLAT , INFAQ) INI PERINTAH ALLAH SUBHAHANNAHU WATA’ALA dalam surat QS.35 Fatir ayat 29. Inilah A S I yang merupakan GB-ESM (Gerakan Besar – Eggi Sudjana Mastal) untuk menuju INDONESIA BERTAQWA..!!!

Bogor, 7 Juni 2020
Salam Takziem ,
ESM = EGGI SUDJANA MASTAL
Koresponden Tlp/WA : 08551231959 / 08163121959

About Post Author