04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pemerintah Teledor..!!, Rakyat Jadi Tekor ..!!

KAJIAN ISLAM HARI SENIN (JININ) 8 JUNI 2020 : “PEMERINTAH TELEDOR, RAKYAT JADI TEKOR”

Sedikit mengulas kembali bahwa Pada Tanggal 9 Ramadhan 1364 H bertepatan dengan Tanggal 17 Agustus 1945 Pukul 11.30 (waktu Nippon Saat itu) di Jalan Pegangsaan Timur 56 – Jakarta Pusat, Negara Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya melalui Proklamator kita Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, kedua proklamator itu bersama Founding Fathers Bangsa Indonesia lainnya menyusun sebuah cita-cita bangsa yang termaktub dalam Konstitusi UUD 1945 sebagai wujud kongkrit dari cita-cita Negara dan bangsa Indonesia. Melalui Panitia Sembilan yaitu panitia yang dibentuk oleh BPUPKI dengan beranggotakan sembilan orang yang memiliki bertugas merumuskan “Dasar Negara” Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945.Panitia Sembilan dibentuk pada 1 Juni 1945. Adapun anggota Panitia Sembilan adalah : Ir. Soekarno (ketua) ; Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua) ; Mr. Achmad Soebardjo (anggota) ; Mr. Mohammad Yamin (anggota) ; KH. Wahid Hasjim (anggota) ; Abdoel Kahar Moezakir (anggota) ; Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota) ; H. Agus Salim (anggota) ; Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)

Panitia Sembilan pada tanggal; 22 Juni 1945 berhasil menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta, disebut juga Jakarta Charter yang berisikan lima poin :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia ;
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bahwa dengan fakta hukum tersebut hari lahir pancasila bukan tgl 1 Juni 1945 tapi 18 Agustus 1945 karena Pancasila yang berlaku Susunan kelima Sila persis seperti yang di canangkan Tanggal 18 Agustus 1945 tersebut dan berlaku hingga hari ini, jadi bukan susunan Pancasila yang tanggal 1 juni 1945, ini fakta hukum juga sejarah tapi kenapa dipaksakan terus Tanggal 1 juni hari lahir Pancasila ??

Bahwa Piagam Jakarta inilah yang menjadi cikal bakal UUD 1945 dan Batang Tubuhnya dengan perubahan pada sila pertama yang berdasarkan pada berbagai pertimbangan mengenai sebuah negara kesatuan. Dokumen ini dihasilkan setelah terjadi kompromi antara empat golongan nasionalis dan empat golongan Islam mengenai rumusan dasar negera. yang dalam perjalanannya Piagam Jakarta diberlakukan lagi berdasarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Hal ini merupakan Kontrak Politik Bangsa Indonesia dengan ALLAH SUHANAHU WATA’ALA yang hari ini kita saksikan bersama bahwa PEMERINTAH bersama DPR RI telah jelas-jelas melanggar Kontrak Politik Bangsa Indonesia dengan ALLAH SUHANAHU WATA’ALA.

Akibat keteledoran MEREKA ini melanggar Kontrak Politik tersebut sekaligus merupakan pelecehan kepada ALLAH SUHANAHU WATA’ALA, ditandai dengan banyaknya penyimpangan-penyimpangan Konstitusi yang dilakukan oleh Para pembesar-Pembesar Jahat yang menjadi Penyelenggara Negara (Baca Q.S. Surat Al An’am ayat 123), dengan kondisi dan fakta-fakta yang kita lihat hari ini bahwa Republik Indonesia belum dapat memberikan kepastian keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya bahkan semakin hari semakin banyak rakyat Indonesia yang menderita bahkan sampai bunuh diri karena ketidakadilan dan tidak mampu lagi menanggung penderitaan hidupnya yang seharusnya sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah yang mengelola sebuah Negara yang kaya akan hasil sumber daya alam di Wilayah Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

Dalam penanganan Konspirasi Wabah Covid 19 ini makin jelas kesesatan dan pelanggaran kontrak politik itu dengan ALLAH SUHANAHU WATA’ALA khususnya Umat Islam Indonesia yang terus tertekan dan terdegradasi dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran ISLAM berdasarkan Alqur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW, disaat Bulan Ramadhan dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H betapa menyedihkannya umat Islam dibanyak Masjid-masjid tidak mampu menjalankan Sholat 5 Waktu berjamaah dan Sholat Taraweh Bulan Ramadhan di Masjid dengan sempurna karna berbagai himbauan yang menjurus pelarangan dari Pemerintah dan sangat disayangkan para Ulama sendiri melalui MUI, Majelis Taklim dan DKM-DKM via Media Sosial ikut mengampanyekan Himbauan sesat dan menyesatkan akidah umat Islam itu, pihak yang tetap konsisten untuk menjalankan Ibadah Ramadhan dengan menggelar sholat tarawih berjamaah dan Sholat Ied dilapangan atau Masjid-masjid dibully dengan berbagai macam bentuk hinaan bahkan dianggap sok jago, parahnya lagi dituduh pemecah belah umat dan tidak taat kepada himbauan Ulama dan Ulil Amri padahal jelas-jelas himbauan tersebut bertentangan dengan ALQURAN dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Yang paling jelas saat ini adalah Pembatalan sepihak dari Pemerintah melalui Menteri Agama atas Perintah Presiden RI untuk membatalkan keberangkatan Jamaah Indonesia sebanyak kurang lebih 221 ribu orang jamaah untuk musim haji Tahun 2020 ini dengan alasan dananya akan digunakan untuk pemulihan ekonomi pasca Covid 19 ini dan dananya pun belum jelas apa dikembalikan atau tidak kepada jamaah..?, yang jelas Umat Islam Indonesia tidak jadi berangkat Haji dalam Musim Haji Tahun 2020, inilah bukti nyata Umat Islam Indonesia semakin TEKOR aja akibat Keteledoran Pemerintah dalam menjalankan amanah Konstitusi yang TIDAK BENAR, karena Akad calon jamaah Haji itu adalah membayar lunas untuk naik Haji bukan untuk yang lain, untuk itu bila dana haji dipergunakan BUKAN UNTUK NAIK HAJI maka ini adalah tindakan PENIPUAN dan PENGGELAPAN, MESTINYA JAMAAH HAJI DAPAT BUAT LAPORAN POLISI UNTUK MELAPORKAN PENYELENGGARA HAJI dengan dasar Pasal 378 dan 372 KUHP JUNCTO UU TIPIKOR, BISA DILAPORKAN PULA KE KPK, BERUPA PENYALAHGUNAAN WEWENANG UANG RAKYAT UNTUK HAJI OLEH PENYELENGGARA HAJI..!, LBH PPMI SIAP MENDAMPINGI PARA KORBAN CALON JAMAAH HAJI TAHUN 2020 INI BAIK KE POLISI MAUPUN KPK.

Seharusnya kondisi objektif yang kita saksikan dan alami hari ini, secara sistematis harusnya dapat menyadarkan rakyat Indonesia khususnya Umat Islam sebagai kaum mayoritas Bangsa dan Negara Indonesia untuk Toleran kembali memahami Alqur’an dan Sunnah Rosulullah Nabi Muhammad SAW untuk kemudian ditaati dan dijalankan secara Jujur, Benar dan Adil agar dapat keluar dari situasi KETERTINDASAN INI oleh Pemerintah dan Kaum Pemodal yang menciptakan Sistem Politik yang Feodal, Oligarki dan Transaksional agar mudah mengatur semua kebijakan Negara dan menipu rakyat agar eksistensi Pembesar – Pembesar dan Kaum Pemodal yang Jahat ini dapat selama-lamanya Berjaya di Tanah Air Indonesia dan akan terus menindas rakyat.

“RAKYAT YANG TIDAK PEDULI DENGAN POLITIK, AKAN DIPIMPIN OLEH POLITIKUS YANG TIDAK PEDULI DENGAN RAKYAT.”

Semoga kondisi Indonesia hari ini dapat menyadarkan seluruh rakyat Indonesia agar tidak terperdaya lagi oleh angan-angan semu dari praktek – praktek Politik praktis yang Feodal, Oligarki dan Transaksional itu dengan meningkatkan kesadaraan dan pentaatannya kepada ALLAH SWT melalui Al Qur’an dan Sunnah Nabi MUhammad SAW, semoga kita semua sadar.. sadar .. sadar .. se-sadar-sadarnya sehingga Rakyat dapat Bangkit dari Ketertindasannya yang selama ini selalu di BODOH-BODOHI dan DI MISKINKAN SECARA STRUKTURAL oleh Pemerintah, yang struktur kekuasaan mulai Presiden sampai Lurah penindas Rakyat dengan segala bentuk kebijakkannya yang tidak konstitusional yang menyengsarakan dan menindas Rakyat, maka inilah yang mengakibatkan kemiskinan struktural, oleh karena itu Rakyat mesti bangkit memperjuangkan HAK – HAKnya dalam berbangsa dan bernegara agar sesuai dengan Sila ke 5 Pancasila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” ingat bila kita takut dan tunduk pada perilaku zalim penguasa maka kita akan terus tertindas dan terjajah, maka takutlah hanya pada ALLAH SUBHANNAHU agar kita berani melawan untuk bangkit dari Ketertindasan. .

Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin..
La haula wala quwwata illa billah..
Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maulana waanikman nashir..

Bogor, 8 Juni 2020
Salam Taziem
ESM = EGGI SUDJANA MASTAL .

About Post Author