04/07/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

ESM : Logika Al Quran itu, Mencerdaskan Dan Menyelamatkan Umat Islam

KAJIAN ISLAM HARI SABTU (JITU). mengambil tema LOGIKA AL QURAN MENCERDASKAN dan MENYELAMATKAN, Bahwa Alqur’an itu Sumber Ilmu dan Obat Segala Penyakit, Al-Quran adalah Kitab suci yang wajib diimani oleh Umat Islam dan dalam konstruksi hukum merupakan undang – undang Islam tertinggi hal ini harus diketahui bersama jika ada pendapat lain yang bersumber dari Assunnah, Mazhab, Pendapat atau Jumhur Ulama yang bertentangan dengan Al Qur’an maka pendapat tersebut batal demi hukum.

Dalam Sejarah Lengkap Al-Quran diterjemahkan dari: Tarikh Al-quran karya Muhammad Hadi Ma’rifat. Dinukil dari Ibnu Abbas bahwa semua ayat Al-Quran berjumlah 6600 ayat. Semua hurufnya berjumlah 320.671. Ada yang berpendapat bahwa kalimat Al Quran berjumlah 77.277, sebagian lain berpendapat 77.934, pendapat lain lagi adalah 77.434 kalimat. Menurut Kufiyyin, riwayat yang paling sahih dan pasti tentang jumlah ayat Al-Quran adalah 6236 ayat. Riwayat ini dinukil dari Ali bin Abi Thalib. Jadi ESM simpulkan Al-Quran terdiri atas 30 Juz, 114 Surah dan 6236 ayat,

Bahwa, dalam kesempatan ini ESM (Eggi Sudjana Mastal) ingin menjelaskan secara fokus terhadap Logika Al Quran dengan metode berpikir secara ilmiah dan komprehensif melalui Teori ESM yaitu OST-JUBEDIL, Penjelasannya, yang dimaksud ESM Teori (OST JUBEDIL) : Bahwa Teori OST-JUBEDIL adalah akronim dari O = Objektif ; S = Sistematis ; T = Toleran ; JU = Jujur ; BE = Benar ; DIL = Adil.

Apabila disatukan menjadi objektif, sistematis, toleran, jujur, benar, adil. Kata-kata OST JUBEDIL itu sendiri semua orang sudah tahu dan paham maksudnya. Akan tetapi menjadi satu kesatuan yang dirangkum dalam satu kata untuk menjadi suatu teori dengan keperluan untuk menjelaskan logika Al-Quran secara Ilmiah, perlu diingat Teori OST JUBEDIL tersebut bukanlah untuk menafsirkan Al Quran.

ESM menegaskan sama sekali tidak menafsirkan Al Quran karena menurut Pendapat ESM bahwa Penafsiran itu adalah upaya untuk menjelaskan arti sesuatu yang kurang jelas dari seseorang dengan keahlian atau kejadian yang dialami, sehingga setiap orang memiliki Hak Penafsiran yang berbeda-beda dari berbagai macam faktor, sebab, akibat dan latar belakang.

Untuk tidak menimbulkan multi tafsir maka metode Teori ESM menyampaikan hubungan antara satu ayat dengan ayat yang lain, kemudian diterangkan secara OST JUBEDIL sehingga nampak jelas ALUR LOGIKA AL QURAN yang Agung ini. Dengan memformulasikan ayat –ayat ALQURAN tersebut dengan Perspektif LOGIKA ALQURAN secara Objektif, Sistematis dan Toleran sehingga kita secara sadar membetuk Pemahaman/Persepsi, Kesadaran dan Pentaatan yang sama dan menghasilkan buah pemikiran atau keputusan yang Jujur, Benar dan Adil,

Apabila ESM Teori tersebut memiliki kekeliruan atau hal yang tidak tepat, dengan sangat senang hati ESM akan diperbaiki serta toleran mengikuti hasil koreksi tersebut. Namun, bisa saja ESM TEORI: OST JUBEDIL tadi yang benar sebagai cara metode berfikir yang ilmiah sesuai dengan perintah Alqur’an juga secara toleran harus juga diterima oleh semua pihak. Maka sudikiranya, siapapun orangnya secara toleran berkenan mengikuti TEORI ESM OST JUBEDIL.

Bahwa ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA yang mengajarkan ALQUR’AN yang AGUNG ini kepada MANUSIA melalui NABI BESAR MUHAMMAD SAW, yang dijelaskan dalam ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA dalam Firman-NYa QS. Ar Rahman ayat 2 : “Yang telah mengajarkan Al Qur’an”.

Bahwa Firman ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA dalam QS. Al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40 : “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur-an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Kemudahan Al-Qur-an itu, ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA telah menjelaskan dengan sangat jelas melalui firman-Nya di atas. Bahkan ayat tersebut diulang sampai 4 kali dalam satu surah, itulah bentuk kasih sayang ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA kepada Hamba-hambanya yang ingin Beriman dan Bertaqwa kepada-Nya .

Jadi, Al-Qur-an sebagai pedoman hidup orang-orang yang beriman dan Bertaqwa, itu pada dasarnya mudah dan ALLAH yang menjamin kemudahannya, di antara kemudahan yang ada di dalam Al-Qur-an :
1. Mudah untuk dibaca dan dipelajari;
2. Mudah untuk dipahami, karena sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur-an dapat dipahami oleh orang awam;
3. Mudah untuk dihafal;
4. Mudah untuk diamalkan;
5. Mudah untuk didakwahkan;

Banyak sekali contoh orang-orang yang bisa menghafal ALQURAN yang terdiri dari 30 Juz – 114 Surah – 6236 ayat, dari anak-anak sampai mereka yang sudah tua. Bahkan orang yang memiliki keterbatasan fisik sekalipun, mereka mampu menghafal ALQURAN. Ini menunjukkan kemudahan ALQURAN yang bersifat universal, Logis, Ilmiah, Objektif, Sistematis dan Toleran.

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan benar-benar secara totalitas mengimani ALQURAN tanpa reserver sebagai bentuk Kesadaran dan Pentaatan kita kepada ALLAH SUBAHANU WATA’ALA ?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai membaca ALQUR’AN-NYA?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai mempelajari ALQUR’AN-NYA?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai memahami ALQUR’AN-NYA?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai menghafal ALQUR’AN-NYA?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai mengamalkan ALQUR’AN-NYA?

Tinggal diri kita, siapkah menjalankan jaminan Allah ini dengan mulai mendakwahkan ALQUR’AN-NYA?

Selain kemudahan-kemudahan tersebut diatas, Al Qur’an juga adalah Obat dalam kehidupan manusia, Baca QS.17. Al Isra Ayat 82 : “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar (OBAT) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Dari ayat tersebut diatas Al-Qur`ān dapat menjadi obat penawar bagi penyakit hati, penyakit pikiran yang kotor, juga menjadi obat dari penyakit kebodohan, kekafiran, kefasikan, kemunafikan, dan keraguan serta menjadi obat bagi badan/tubuh kita bila melakukan ruqyah atau berbekam dengannya, juga dari Al-Qur`ān itu Kami turunkan sesuatu yang menjadi rahmat bagi orang-orang mukmin yang beramal dengannya.

Jika ada perbedaan dengan pemahaman Teori ESM tersebut maka sudikiranya dapat dijelaskan secara Objektif berbasis Alquran juga (Qur’an bil Qur’an) bukan asal berbeda atau menolak TEORI ESM OST JUBEDIL tersebut karena sifat menolak tanpa argumentasi yang Objektif dan ilmiah dasar pemahamannya, itu dapat dikategorikan sebagai bentuk Intoleran dalam menyampaikan sebuah pendapat, apalagi dengan metode pokoke itu jelas sangat tidak ilmiah, bentuk intimidasi pemikiran dan persekusi akal sehat kita.

“Andai hati Kalian Bersih maka kalian tidak akan pernah merasa bosan dari membaca Al-Qur’an.” (Utsman Bin Affan) .

Bogor, 14 Juni 2020
Salam Takziem,
ESM = EGGI SUDJANA MASTAL