04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

ESM : RUU HIP bertentangan dengan Pancasila Itu Sendiri.

RUU Haluan Ideologi Pancasila yang hari ini ramai-ramai ditolak oleh Umat Islam dan Alhamdulillah Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan maklumat menolak RUU HIP tersebut menjadi UU yang didukung oleh Pengurus MUI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia, Inshaa Allah Maklumat MUI ini akan mendapatkan dukungan dari seluruh Umat Islam di Indonesia.. ALLAHU AKBAR..!!

Bahwa dalam hal penolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) ada dua argumentasi logis tentang hal ini yaitu : RUU HIP menempatkan pancasila bukan lagi sebagai falsafah dasar bangsa indonesia tapi direndahkan menjadi setingkat UNDANG-UNDANG yang tidak ada sanksi hukum pidananya yang nantinya akan ada Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur lebih teknis pelaksanaannya, jadi nilai Pancasila secara subtansi akan hilang ditelan oleh EKASILA GOTONG ROYONG, tidak ada lagi SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Menurut ESM Bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila juga tidak bisa menjawab bila dikonfrontir dengan Sila Pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya secara logika hukum tidak boleh ada agama lain selain Islam yang hidup atau diakui eksistensinya di Indonesia karena hanya agama Islam yang memiliki Konsep Ketuhanan Yang Maha Esa (TUHAN YANG SATU)dalam ajaran Agama Islam, Ajaran atau agama lainnya memiliki konsep Ketuhanan bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila bahkan ada ajaran yang tidak memiliki Konsep Tuhan.?

Dalam Hal Ketuhanan yang bersifat Personal dan mengenai Eksistensi keyakinan akan Tuhan itu sendiri, hal tersebut tidak dapat digotong-royongkan, Masa iya masalah Agama dan Ketuhanan harus Rame-rame..???, tapi solusi tersebut terselesaikan dengan ajaran Agama Islam yang telah sesuai dengan Sila Pertama Pancasila itu sendiri yaitu mereka yang non muslim dapat hidup dan bebas menjalankan keagamaannya yang bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila Tersebut, mereka dapat berjalan dengan baik karena tertolong dengan adanya toleransi yang tinggi dari ALQURAN Kitab Suci Umat Islam yang dijelaskan dalam QS.108. Al Kafirun, yang artinya : “agamamu adalah agamamu ; agamaku adalah agamaku ; kamu tidak sembah yang aku sembah dan aku tidak sembah yang kamu sembah”.

Inilah toleransi deklarasi ALQURAN yang agung tentang kebebasan menjalankan agama yang saat ini diklaim sebagai salah satu Point penting dalam Piagam PBB tentang Hak Asasi Manusia dan Pihak-pihak yang mengaku-ngaku Pancasilais, padahal Fakta sejarahnya Islam melalui ALQURAN yang AGUNG telah mengajarkan sekitar 1441 Tahun Hijriah yang lampau tentang Toleransi Umat beragama

Hal ini dibuktikan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat menaklukkan Wilayah Palestina yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur), berhasil dikuasai oleh tentara Islam pada tahun 638 Masehi atau bertepatan dengan tahun 16 Hijriah, akhirnya Uskup Agung kota Palestina saat itu, yaitu Uskup Patriach Sophorius, memutuskan untuk menyerah dengan jalan damai, untuk menghindari pertumpahan darah. Palestina di bawah kekuasaan Islam saat itu, berkembang menjadi sebuah wilayah yang multikultur. Umat Islam, Nasrani, dan Yahudi yang berdiam di wilayah Palestina pada masa itu hidup berdampingan secara damai dan tertib. Sejak awal menaklukkan wilayah Palestina, Penguasa Islam yang memberlakukan HUKUM ISLAM saat itu tidak pernah memaksakan agamanya kepada penduduk setempat. Mereka tetap diperbolehkan menganut keyakinan lama mereka dan diberi kebebasan beribadah berdasarkan QS.108. AL Kafirun tersebut diatas.

Hal ini juga ini sangat menolong kepada Warga Negara Indonesia yang tidak bersyahadat, tidak Sholat, tidak berpuasa di bulan Ramadhon , tidak bayar Zakat, tidak pergi Haji itu bukan Pancasilais ? jika tidak memakai ajaran Islam pasti tidak Pancasilais ! inilah logika quran dengan pendekatan ESM THEORY OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil)

Bogor, 14 Juni 2020
Salam OST JUBEDIL.. Salam Takziem
ESM = EGGI SUDJANA MASTAL

About Post Author