27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Jika Maklumat MUI Tolak RUU HIP Tidak Gubris, MPUI-I Serukan Semua Umat Islam Turun Ke Jalan

Draf RUU HIP yang menjadi polemik umat saat ini, telah mendistorsi makna dari Pancasila. “Ini yang membuat geram umat. Oleh karena itu DPR RI jangan main-main. DPR RI terkesan tidak terlalu menganggap protes umat Islam di media sosial,” kata Juru bicara MPUI-I (Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia) Ust. Asep Syarifuddin saat dihubungi suaraummat.net. Ahad (14/6).

Ia mencontohnya “Perppu no, 1 yang menjadi UU No. 2 tahun 2020 tentang pandemi corona, UU Minerba, masalah BPJS, masalah Haji, kemudian RUU HIP, itukan sudah banyak yang protes.”

“Tapi ternyata rezim ini terus saja tidak terlalu memperhatikan. Oleh karena itu, sekarang kita melakukan ikhtiar harus optimal. Jika cara protes melalui media social tidak digubris, maka cara kita harus turun ke jalan. Ayo Kita semua Kepung Senayan,” katanya tegas.

Menurut Ketua API Jabar ini, jangan sampai kita ini terkerangkeng dengan peraturan-peraturan yang justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Rakyat disuruh diam di rumah, lalu protes diabaikan. Tidak didengar, tidak digubris, maka tidak ada cara lain kita harus turun ke Jalan,” tandasnya.

Kita harus melakukan aksi, unjukrasa tapi tetap dengan memenuhi standar protokoler daripada Covid 19. “Yang dilarang itu bukan aksi, tapi berkumpul tidak memperhatikan aturan medis. Maka kita bisa aksi sesuai protokoler kesehatan, dengan jaga jarak, memakai masker, sarung tangan, atau hand sanitizer, namanya juga Pembatasan Sosial Berskala besar bukan berarti Pelarangan” jelasnya.

Ust. Asep yang juga ketua API Jabar ini menyampaikan kepada umat Islam agar jangan takut untuk bergerak melakukan aksi karena menyampaikan aspirasi itu dilindungi UU. Tapi catatannya harus memperhatikan protokoler kesehatan.

“Kedua, kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, Satpol PP dan Satgas Gugus Tugas Covid-19, Kalau ada aksi demonstrasi jangan dilarang tapi dampingi selama menyampaikan aspirasinya dengan benar sebagaimana diatur UU,” terangnya.

Ust. Asep juga mendukung aksi-aksi penolakan di daerah-daerah. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan secara tidak langsung menindak lanjuti apa yang telah diarahkan dan diserukan MUI dan MPUI-I dengan jelas.(Aan)

About Post Author