29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

New Normal Versi Islam, Dalam Perspektif Logika Alquran

KAJIAN ISLAM HARI SENIN (JININ) Tgl 15 Juni 2020 ; “NEW NORMAL VERSI ISLAM”, Bahwa salah satu dari pemaknaan New Normal dalam versi ajaran Islam adalah Mari kita semua MAKMURKAN MASJID DAN MENJADIKAN MASJID SEBAGAI BENTENG UTAMA UMAT ISLAM, LURUSKAN DAN RAPATKAN SHAFT, SHAFT – SHAFT SHOLAT KITA JANGAN RENGGANG DAN JANGAN DI BUAT ADA JARAK LAGI ..!

Dasar hukum dari hal tersebut diatas, silahkan Baca isi Alquran yang agung berikut di bawah ini :

Baca QS. As Syaff Ayat 4 : Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

QS.2. Al Baqarah ayat 114 : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada ALLAH ). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Ayat 125 : Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Ayat 130 : Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang MEMPERBODOH dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. ( Surat An Nisa ayat 125 ) .

QS.9. At Taubah ayat 18 : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid ALLAH ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan TIDAK TAKUT (kepada siapapun) selain kepada ALLAH , maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

QS.62. Al Jumuah ayat 9 : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat ALLAH dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada kita “Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud).

“Hendaklah Kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menyelisihkan di antara wajah-wajah kalian.”(Hadist riwayat Bukhari)

Bagi umat Islam dalam memahami New Normal ini ESM menghimbau sebagai berikut :

1. Mari kita semua kaum muslim se-Indonesia untuk makmurkan masjid dan menjadikan masjid sebagai benteng utama umat islam, luruskan dan rapatkan shaft, shaft – shaft sholat kita jangan renggang dan jangan di buat ada jarak lagi ..!

2. Bagi para Petani, Nelayan dan Pekerja formal/Informal, Bekerjalah seperti biasa untuk menafkahi keluarga karena tidak ada jaminan yang maksimal dari Negara terkait masalah jaminan pemenuhan kebutuhan pokok hidup rakyat Indonesia.

3. Bagi para pedagang, berdaganglah seperti biasa dengan jujur dan jangan mencuri timbangan, mari kita hidupkan lagi pasar-pasar tradisional dan warung-warung tetangga khususnya kaum muslim sebagai bentuk perlawanan ekonomi kita kepada para Pedagang atau Pemodal Besar yang ingin menguasai sektor ekonomi dan hajat hidup orang banyak di Indonesia.

4. Mari kita semua kaum muslim se-Indonesia dan rakyat Indonesia untuk tetap menjaga kebersihan diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan terdekat kita karena kebersihan itu sebagian daripada iman, Konspirasi Covid 19 ini harus kita lawan karena jika dibiarkan akan merusak sendi-sendi umat beragama, Melemahkan sistem Perekonomian kita serta akan merusak sistem Politik, Hukum, Sosial dan Budaya kita sebagai Negara yang beragama dan berdaulat.

Bahwa hal lain dalam New Normal Versi ajaran Islam adalah kita semua menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila), dengan argumentasi dua hal , yaitu RUU HIP menempatkan pancasila bukan lagi sebagai falsafah dasar bangsa indonesia tapi direndahkan menjadi setingkat UNDANG-UNDANG yang tidak ada sanksi hukum pidananya yang nantinya akan ada Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur lebih teknis pelaksanaannya, jadi nilai Pancasila secara subtansi akan hilang ditelan oleh EKASILA GOTONG ROYONG, tidak ada lagi SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Menurut ESM Bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila juga tidak bisa menjawab bila dikonfrontir dengan Sila Pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya secara logika hukum tidak boleh ada agama lain selain Islam yang hidup atau diakui eksistensinya di Indonesia karena hanya agama Islam yang memiliki Konsep Ketuhanan Yang Maha Esa (TUHAN YANG SATU)dalam ajaran Agama Islam, Ajaran atau agama lainnya memiliki konsep Ketuhanan bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila bahkan ada ajaran yang tidak memiliki Konsep Tuhan.?

Dalam Hal Ketuhanan yang bersifat Personal dan mengenai Eksistensi keyakinan akan Tuhan itu sendiri, hal tersebut tidak dapat digotong-royongkan, Masa iya masalah Agama dan Ketuhanan harus Rame-rame..???, tapi solusi tersebut terselesaikan dengan ajaran Agama Islam yang telah sesuai dengan Sila Pertama Pancasila itu sendiri yaitu mereka yang non muslim dapat hidup dan bebas menjalankan keagamaannya yang bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila Tersebut, mereka dapat berjalan dengan baik karena tertolong dengan adanya toleransi yang tinggi dari ALQURAN Kitab Suci Umat Islam yang dijelaskan dalam QS.108. Al Kafirun, yang artinya : “agamamu adalah agamamu ; agamaku adalah agamaku ; kamu tidak sembah yang aku sembah dan aku tidak sembah yang kamu sembah”.

Inilah toleransi deklarasi ALQURAN yang Agung tentang kebebasan menjalankan agama yang saat ini diklaim sebagai salah satu Point penting dalam Piagam PBB tentang Hak Asasi Manusia dan Pihak-pihak yang mengaku-ngaku Pancasilais, padahal Fakta sejarahnya Islam melalui ALQURAN yang AGUNG melalui NABI BESAR MUHAMMMAD SAW telah mengajarkan kita semua sekitar 1441 Tahun Hijriah yang lampau tentang Toleransi Antar Umat Beragama.

Hal ini juga ini sangat menolong Warga Negara Indonesia yang tidak Syahadat, tidak Sholat, tidak berpuasa di bulan Ramadhon, tidak bayar Zakat, tidak pergi Haji itu bukan pancasilais..?

Jika tidak memakai ajaran Islam pasti tidak Pancasilais..! inilah logika ALQURAN dengan pendekatan ESM THEORY OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil). sisi lainnya lagi hidup New Normal versi ajaran Islam itu adalah tidak punya hutang, apalagi sudah lebih 5000 triliyun rupiah hutang yang di buat oleh pemerintahan saat ini, ingat hadist Nabi Muhammad SAW : walaupun mati syahid dalam membela Islam tapi meninggalkan hutang maka tertunda masuk surga sampai hutangnya dibayarkan.!

Begitu pula dengan para mantan Presiden RI lainnya yang telah wafat bagaimana pertanggungjawabannya kepada Rakyat dan Negara dihadapan ALLAH..??

Apakah akan masuk surga jika hutang masa periode pemerintahan sebelumnya belum dibayarkan hingga kini ?????

Semoga bermanfaat … Salam OST JUBEDIL.. ALLAHU AKBAR..!!
Bogor, 15 Juni 2020
ESM : EGGI SUDJANA MASTAL .

About Post Author