25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

M.Arbi : Saudi Membuka, Indonesia Menutup..!!, Ada Apa..?

Pagi ini, saya bertanya juga, pemerintah Saudi Arabia membuka Ibadah Haji tahun ini. Tapi kenapa, pemerintah Indonesia, melalui kementrian Agama, menutup, melarang, bahkan akan mempidanakan Calon Haji yang berangkat juga? Saya kira pertanyaan yang sama, pasti ada di benak banyak orang.

Apalagi bagi Calon Jamaah Haji dan Anggota Keluarganya. Tentu akan menjadi tanda tanya terus menerus. Kemenag memutuskan untuk meniadakan perjalanan haji tahun ini, tidak di dahului dengar pendapat dengan DPR. Padahal segala keputusan soal kepentingan Rakyat, mesti di bahas bersama antara Pemerintah dan DPR yang mewakili Rakyat.

Dari sejumlah pemberitaan di media cetak maupun media sosial, disebutkan bahwa pemerintah melalui Kemenag meminta pemerintah Saudi Arabia untuk tidak keluarkan visa haji? Nah, ini jadi pertanyaan. Ada apa..?, kemenag sampai mencampuri urusan dalam negeri pemerintah Arab Saudi sebagai Khadimul Haramain (Dua Kota Suci, Makkah Al Mukarramah dan Madinah, Al Munawwarah) untuk tidak keluarkan visa bagi Jamaah Haji Indonesia..?

Semestinya, tidak perlu menghalangi Calon Jamaah Haji untuk berhaji, karena bagi Jamaah yang sudah memenuhi rukun dan syarat nya, pemerintah harus membantu perjalanan Haji Jamaah. Jika tidak ini suatu pelanggaran. Terkait dengan larangan bagi Calon Haji yang akan berangkat Haji tahun ini, padahal mereka sudah setor ONH, dan menunggu sesuai daftar tunggu yang telah di tentukan pemerintah. Jika tidak berangkat Haji, maka Dana Calon Jamaah itu wajib di kembalikan. Jika tidak mengembalikan pemerintah dapat dianggap menyembunyikan atau menggelapkan Dana Calon Jamaah Haji tersebut.

Terbetik berita, sebagian Dana Calon Jamaah, sebesar Rp.38,5 Triliun telah terpakai?. Dan Calon Jamaah pun tidak di beritahu. Ini suatu tindakan pidana. Apalagi menurut perhitungan tahun ini Dana Calon Jamaah Haji dari 220rb orang lebih kurang Rp 135 Triliun. Nah, jumlah Dana Calon Jamaah Haji sebesar Rp 135 Triliun itu untuk ibadah Haji. Dan bukan untuk yang lain. Pemerintah perlu menjelaskan alasan paling mendasar pelarangan Ibadah Haji dan kemana Dana Haji Rp 135 Triliun itu ?

Jika tidak ada alasan jelas pembatalan perjalanan Haji tersebut dan kemana Dana Rp 135 Triliun serta Rp 38,5 Triliun sebelumnya dipergunakan..??, Pemerintah patut diduga kuat telah melakukan pelanggaran pidana. Dan ini pemerintah dapat dianggap menyalahgunakan atau menggelapkan Dana Haji dan melakukan pelarangan perjalanan Haji Tahun ini yang tidak beralasan.

Para Calon Jamaah Haji dan Kaum Muslim Bangsa Indonesia bahkan kaum Muslimin se Dunia akan menghujat dan menggugat pemerintah Indonesia. Maka sebaiknya pemerintah harus tetap membolehkan Calon Jamaah Haji dapat melaksanakan ibadah Haji Tahun ini. Wallhu’alam bissawab.

Jakarta, 16 Juni 2020
Muslim Arbi
Pengamat Politik dan Sosial

About Post Author