06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Introspeksi Persepsi , Kesadaran dan Pentaatan Kita, Kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA Dan NABI BESAR MUHAMMAD SAW

Introspeksi Persepsi , Kesadaran Dan Pentaatan Kita Kepada Allah Subhannahu Wa Ta’Ala Dan Nabi Besar Muhammad SAW menyikapi ada 5 (lima) Hal Ini Jadi Bukti Kalau Indonesia Berpotensi Menjadi Tiongkok Kecil Dan Upaya Kita Kedepan Menuju Indonesia Beriman Dan Bertaqwa Juga Dunia Pun Mengikuti Nya”, tulisan ini kiriman via WA dari Bang Hamid Forum Studi Islam (FOSI) Malang dan berdiskusi dengan ESM yang jawabannya dalam perspektif ALQURAN di paragraf akhir tulisan ini.

Bahwa Indonesia di masa depan berpotensi menjadi Tiongkok kecil. Ungkapan tersebut bukan untuk diartikan secara harfiah yang artinya Indonesia bakal jadi satu dengan China, namun secara tersirat. Ya, perlahan namun pasti orang-orang Tiongkok akan menguasai banyak hal penting di sini, sehingga seolah-olah menjadikan Indonesia ibarat seperti bagian dari Tiongkok. Belum secara Ideologi, tapi ekonomi. Tak perlu mendebatkan tentang hal ini karena buktinya sudah terpampang nyata.

Sekarang, siapa sih yang menguasai pasar-pasar dan ekonomi menengah ke bawah atau ke atas? Warga keturunan Tionghoa. Kalau tidak percaya, silakan runut sendiri. Di tingkat tertinggi, misalnya tengkulak besar dan pabrik-pabrik, pasti akan ditemukan sosok Warga keturunan Tionghoa yang biasanya jadi owner dan CEO-nya. Hal ini tidak salah, karena untuk meraih semua itu, mereka memang melakukan usaha hebat dan kerja keras serta militansi, solidaritas dan persatuan pengusaha tionghoa ini cukup kuat, sangat bertolak belakang dengan Para Pengusaha Pribumi baik yang muslim maupun non muslim.

Indonesia jadi China kecil, hal tersebut mungkin saja akan terjadi. Deretan fakta-fakta berikut mungkin akan bisa memperkuat hal itu :

1. Orang Terkaya Negeri ini Adalah Mereka Keturunan Tionghoa.
Labelnya sih Indonesia, tapi entah kenapa orang-orang paling makmur di sini justru bukan dari orang pribumi sendiri. Malah mereka yang keturunan Tionghoa. Sebut saja misalnya, Robert Budi Hartono yang punya kekayaan sampai $15,4 miliar. Di bawah Robert Hartono, masih ada nama-nama lain yang semuanya punya darah Tiongkok, mulai dari Eka Tjipta Widjaja sampai Anthony Salim.

Deretan teratas orang terkaya di Indonesia diisi oleh pengusaha keturunan Tionghoa, Keberadaan orang-orang terkaya ini penting bagi Indonesia, karena merekalah yang menggerakkan Ekonomi. Jika mereka dan usahanya tak pernah ada, maka bisa dibayangkan perindustrian di negara ini takkan bisa sehebat hari ini. Bahkan bisa pula berdampak pada tingkat pengangguran yang makin tinggi. Indonesia bergantung pada orang-orang kaya ini, oleh karenanya, apa yang rencana orang-orang kaya ini, maka akan begitulah jalannya roda perekonomian kita.

2. Simpul Perekonomian Indonesia Dalam Genggaman Orang Tiongkok.
Dalam bidang ekonomi, pengusaha keturunan Tionghoa punya andil besar. Mereka berada di level-level atas untuk kemudian membawahi usaha-usaha kecil menengah yang dikelola orang-orang pribumi. Karena berada di level-level atas, maka merekalah penentu kebijakan ekonomi semua orang.

Kontroller ekonomi Indonesia ada di pengusaha-pengusaha keturunan Tionghoa, Pengaruh para pebisnis Tiongkok ini tidak cuma di usaha-usaha swasta, tapi juga merambah ke BUMN. Banyak perusahaan besar di bawah negara sekarang mulai dikuasai oleh mereka. Lambat laun akan makin banyak perusahaan dalam negeri diambil alih, hingga pada akhirnya ekonomi Indonesia secara total mampu dikontrol oleh mereka. Hal tersebut sudah perlahan terjadi saat ini.

3. Banyak Warga Keturunan Tionghoa Menjadi Pejabat Penting.
Dulu ketika masa Orde Baru masih bergulir, eksistensi warga keturunan Tionghoa benar-benar ditekan. Mereka dibatasi untuk tidak melakukan ini itu, termasuk juga tampil di panggung politik. Orba dipungkasi, kini warga keturunan Tionghoa punya kans yang sama seperti warga Indonesia lain dalam hal apa pun, termasuk terjun dalam ranah politik. Dan kini sudah mulai banyak dari mereka yang berhasil.

Kini warga keturunan Tionghoa punya kans yang sama di pemerintahan
Tak hanya menjadi PNS atau pun aparatur pemerintah lain, sudah banyak tokoh-tokoh keturunan Tionghoa yang tampil dan menduduki posisi-posisi penting. Trend ini akan terus booming, dan mungkin saja suatu ketika kita juga mungkin memiliki presiden keturunan Tionghoa pertama.

4. Mulai Banyak Pekerja Tiongkok Berdatangan.
Tidak hanya menempati posisi penting di ranah ekonomi level tinggi atau pemerintahan, warga Tiongkok perlahan juga memasuki strata sosial menengah dengan bekerja sebagai buruh-buruh. Mereka umumnya bukan asli orang Indonesia, namun warga asing asli negeri Tirai Bambu.

Pemerintah memberi izin bagi pekerja Tiongkok untuk bekerja selama beberapa waktu di sini, Tahun kemarin adalah gelombang besar-besaran kedatangan para pekerja Tiongkok. Jumlahnya ribuan dan umumnya mereka datang atas nama usaha kontraktor milik warga Tionghoa pula. Meskipun hanya sementara, ketika didatangkan para pekerja dari Tiongkok ini, maka pangsa ekonomi pun makin dikuasai. Kali ini di segala tingkatan.

5. Pemerintah Getol Kerja Sama Dengan Tiongkok,
Hubungan bilateral Indonesia dengan Tiongkok terjalin sangat bagus. Bahkan kedua negara ini melakukan banyak sekali kerja sama. Salah satunya adalah soal pemberian hutang. Ya, beberapa waktu yang lalu Menteri Rini Soemarno memprakarsai peminjaman dana yang dialokasikan kepada beberapa BUMN. Total hutangnya sendiri mencapai $3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun.

Menteri Rini menyaksikan penandatanganan hutang di China [Image Source]
Tak cuma soal pemberian hutang, kerja sama Indonesia dan Tiongkok juga tergambar dalam mega proyek kereta supercepat Jakarta-Bandung. Proyek ini sangat membanggakan Negeri Tirai Bambu karena merupakan proyek luar negeri pertama mereka. Kerja sama ini juga makin menunjukkan jika Indonesia makin percaya kepada Tiongkok.

Tak dipungkiri jika banyak sektor ekonomi penting dikuasai oleh warga keturunan Tionghoa. Hal ini terkesan seakan Indonesia tengah dikuasai oleh mereka. Sebenarnya jika kita mau melihat lebih jauh lagi, makin banyak memang bidang usaha penting yang dikuasai mereka. Salah satunya adalah ranah hiburan kita yang mayoritas pemain besarnya adalah pebisnis keturunan Tionghoa. Sepertinya hanya tinggal tunggu waktu saja nih, sampai Indonesia benar-benar dikalungi label Tiongkok Kecil.

Jika di dalam diskusi-diskusi selama ini kita belum melihat munculnya adanya konsep yang solutif dan ekspektatif maka – kepada para cendekia yang tergabung dalam group FAPI ini, dengana rendah hati dan penuh harap, kami sumbangkan pokok pokok pikiran SOLUSI PROBLEMA BANGSA yang patronal dan bebas dari subjektifisme serta bebas dari sifat “trial and error” atau bersifat coba coba/ eksperimental, karena konsep solusi tersebut adalah berdasarkan “uswah” atau “contoh” sukses dari seorang pejuang kemanusiaan yang paling gemilang di abad ke VII dalam catatan sejarah Dunia. Monggo pelan-pelan saja membacanya neeh.

Langkah-Langkah Teknis sukses Rasulullah di abad ke 7M.

Langkah dan tahapan serta teknis titik-titik tindakan dari sudut D menuju titik sudut B2 yang konon pernah dilakukan oleh Rasulullah adalah di mulai dari;

1. Untuk mempesona dan mengikat dan dukungan masyarakat agar program-program yang hight risk kedepan lancar maka dibentuklah “lembaga al amin” yang agendanya adalah menanam kepercayaan dan “jasa” serta manfaat yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.

2. Memupuk dan menumbuh suburkan opsesi dengan melakukan tirakat sebagai syarat untuk memenuhi kelayakan dan derajat “muthoharun” agar bisa memahami konsepsi yaitu alqur’an di dalam “lembaga hira”

3. Setelah menerima Alqur’an maka dilanjutkan dengan melakukan kajian secara super intensif bersama para sahabat di dalam “lembaga Darul Arqom” sampai melahirkan manusia baru yang berkualitas S3 yaitu Shaleh Secara Spiritual, Shaleh secara intelektual, dan Shaleh secara amal sosial.

4. Pada tahun ke 10 kenabian, bersama para alumnus Universitas Al Arqom yang sudah S3 dan 300KK para sahabat melakukan semacam KKN di tanah sang paman yakni Abu Tholib di satu area di lembah Syiib namanya, Rasulullah membuat satu perkampungan percontohan untuk mengimplementasikan seluruh hasil dari memahami Alqur’an menjadi kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat atau lingkungan sosial kemasyarakatan. Pada tahun kedua dan ketiga KKN ternyata mengundang ketertarikan tokoh-tokoh Yatsrib ( peristiwa perjanjian aqobah I dan II ) untuk mengadopsi sistem tersebut untuk dijadikan solusi nasional di Yatsrib.
Hijrah adalah peristiwa “goal” perjuangan secara nasional.

5. langkah ke lima adalah Hajji ke Makkah dalam rangka Internasionalisasi satu sistem penataan masyarakat berdasar Al qur’an menurut praktek Rasulullah.

Begitulah tehnis dan tahapan sukses yang pernah di contohkan oleh Rasulullah di abad ke7 yang lalu. Karenanya, jika kita ingin mengulang sukses Rasulullah, maka mari kita copypaste saja teknis, juklak dan tahapan seperti yang pernah beliau “uswah” kan.

Tindakan yang tidak “uswahis” alias trial and error terbukti tidak pernah berhasil walau sudah selama 14 abad lamanya. Wallahu a’lam.

Jawaban ESM : SETUJU.., Uswahnya di mulai perindividu dulu dengan konsep surat At Tahrim ayat 6 JO Al Baqarah 177 dan 218 , 284,285 dan 286 . Kemudian mengikuti IBRAH nya Ibrahim sebagai Kakek Uyut Nabi Muhammad SAW surat Al Baqarah ayat 114 ,125, 126 , 130 JO 4 ayat 125 JO Surat Al An’Am ayat 161 sd 165 . Bahwa dengan terdidiknya SDM kaum Mukminin dan mukminat ini (QS.33 Al Ahzab Ayat 35,36) barulah mengupayakan perkampungan Islami, dimulai dari Malang dan Bogor, Depok serta Karawang dan seterusnya yang berujung kepada janji ALLAH di QS.7. Al A’raf ayat 96 dan QS.24 An Nur Ayat 55. Mohon sudikiranya para pembaca untuk membaca dan memahami kutipan ayat-ayat ALQURAN tersebut diatas agar membiasakan diri kita untuk mendengar, melihat, memegang, membuka, membaca, memahami, menghayati dan mengimplementasikan ALQURAN sebagai pedoman hidup Umat Islam di Dunia dan Akherat.

Semoga menuju INDONESIA BERIMAN dan BERTAQWA dapat terwujud dengan waktu singkat kemudian kita menuju Dunia BERIMAN dan BERTAQWA (Mulai dari Malaysia, Brunei, China, Korea, Jepang, India, Timur Tengah, Eropa, USA, Afrika, Brazil dan seterusnya) BERIMAN dan BERTAQWA kepada ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ALA, Yakin Usaha Sampai.

Salam Takziem, Salam OST JUBEDIL
ESM = Eggi Sudjana Mastal .

About Post Author