04/07/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

MUI akan gelar Aksi Besar-Besaran jika RUU HIP Tetap di Bahas DPR RI

Wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menegaskan, apabila setelah pertemuan dengan MUI dengan DPR tidak menemukan hasil terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), maka MUI akan menunjuk panglima untuk melakukan masirah kubra (aksi besar-besaran). Hal ini ditempuh apabila upaya persuasif sudah tidak dapat lagi dilakukan. “Kami gunakan masirah kubra yang memiliki arti dalam yaitu berjuang di jalan Allah untuk mendapatkan Ridha Allah. Jangan sampai ketika malam hari orang sedang tidur, pembahasan itu disahkan, naudzubillah min dzalik, kami akan rapat dan di dalam rapat itu harus ada orang yang kuat untuk melakukan masirah kubra, kalau dulu ada 212, kita skalanya nasional dari semua provinsi,” kata kiai Muhyiddin dalam webinar, Sabtu (20/6). “Kalau menghadapi penista agama kita bisa menghadirkan massa yang banyak, ini akan kita hadirkan jumlah massa besar dari seluruh provinsi. Isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid), slogan ini yang akan kita pakai dari hati,” imbuhnya.

Kiai Muhyiddin meminta Ormas yang siap untuk melakukan upaya konkrit jika RUU HIP benar-benar disahkan pembahasannya. Ini demi kebaikan bangsa Indonesia dan generasi mendatang. “Kalau kita ingin nahyi munkar, ulama-ulama yang melakukan nahyi munkar harus siap dikucilkan. Karena itu, ada tiga hal yang dilakukan oleh kuffar, pertama membuat anda tidak bisa bergerak atau memenjarakan, kedua membunuh, baik membunuh sumber pendapatan dan ketiga akan dikeluarkan dengan berbagai cara,” ujarnya.

MUI menilai pembahasan itu akan menghabiskan waktu yang banyak. Lebih baik waktu yang ada digunakan untuk hal-hal yang strategis.

Dalam menyampaikan maklumat agar sampai ke masyarakat, MUI meminta semua media mensosialisasikan maklumat ini. “Beban kami juga sangat berat, karena banyak pihak yang menitipkan amanah kepada kami, sementara kami bukan apa-apa, hanya khadimul ummah (pelayan umat),” katanya.

Di tempat terpisah Eggi Sudjana Mastal Ketua Dewan Pendiri PPMI, sangat mengapresiasi dan bangga atas sikap MUI kali ini menyikapi RUU HIP, dan mendukung penuh MUI melakukan Aksi besar-besaran terhadap penolakan RUU HIP ini, dengan mendatangi Presiden Jokowi dan DPR RI untuk memastikan kepada Umat Islam agar menghentikan pembahasan RUU HIP, selain itu RUU HIP ini harus di drop dari Prolegnas DPR RI sekaligus MUI harus menolak usulan Ketua MPR RI bahwa RUU HIP yang diusulkan akan diganti dengan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Pancasila itu sudah Final tidak perlu lagi ajari Umat Islam dalam bertoleransi dan berPANCASILA, justru jika RUU HIP ganti nama Menjadi RUU PIP dikhawatirkan RUU ini hanya ganti judul aja, isinya sama saja akan mendistorsi dan melemahkan Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara NKRI, sudahlah kalian yang duduk di MPR/DPR ikuti saja Maklumat MUI karna Pancasila itu sudah Final and Forever bagi Bangsa dan Negara Indonesia (meminjam istilah Waktum MUI), tegas Bang Eggi

Sumber: gelora.com