11/07/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Pandemi Butuh Aturan Yang Tepat


Oleh: Shofi Lidinilah (Mahasiswa Bandung)

Waktu terus berjalan, sampai saat ini virus COVID-19 masih merajalela. Kamis, 25 Juni 2020 jumlah korban yang terpapar Corona sudah mencapai 49.009 jiwa. Semejak pemberlakuan New Normal, setiap hari korban bertambah lebih dari seribu orang. Harapan pemerintah dengan adanya New Normal yaitu masyarakat bisa beraktifitas seperti biasanya dengan menggunakan protocol kesehatan. Tetapi pada kenyataannya, semakin hari masyarakat semakin tidak peduli dengan virus ini. Masyarakat seperti orang yang lepas dari penjara pergi kesana kemari hanya untuk memenuhi kebutuhan sekunder bahkan tersier karena merasa terkekang sudah berbulan-bulan diam di rumah. Apalagi ditambah isu bahwa virus akan segera berakhir.

Adapun upaya untuk mengurangi penyebaran virus pada ranah ibadah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran Nomor 105-Khusus/PP-DMI/A/VI/2020 tertanggal 16 Juni 2020 mengenai tata cara salat Jumat yang dibuat dua gelombang dengan aturan ganjil-genap yang didasarkan pada nomor handphone jamaah. Tetapi ditolak oleh MUI karena tidak sesuai dengan dasar hukum syara, pelaksanaan shalat jumat bisa dilakukan di masjid-masjid kecil yang tidak biasa dipakai untuk sholat jumat dan memperhatikan physical distancing, membawa sejadah sendiri dan menggunakan masker. Detiknews (19/06/2020)

Dan dalam ranah ekonomi, upaya pemerintah untuk membangkitkan kembali perekomonian dengan cara membuka mall, hotel, tranportasi umum baik udara, darat dan laut, pariwisata dan lain sebagainya ini merupakan bukan solusi yang tepat karena aktivitas virus masih terus meningkat. Hal ini hanya menambah karut marut kebijakan penanganan covid 19 yang memaksa masyarakat untuk hidup berdamai dengan virus.

Sesungguhnya masyarakat membutuhkan peraturan yang efektif untuk menangani virus yang sudah tersebar di seluruh penjuru dunia dan dapat member pemahaman kepada masyarakat bahwa virus ini sangat berbahaya, dengan adanya di rumah saja akan membuat mata rantai virus covid 19 terputus tentunya dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat agar tidak kekurangan dalam kebutuhan primer.

Pemimpin dalam Islam akan memperhatikan itu semua baik dalam mengedukasi masyarakat hingga kebutuhan primer karena Rasulullah SAW bersabda “Pemimpin itu mengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus” (HR. Bukhori dan Ahmad).

WaAllahu’alam bi Shawwab…