06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Hati yang Tergulung Mendung

By : Ummu Aisyah

Mentari di pagi hari, semburatnya berkilau
Cahayanya merekah menyinari cakrawala
Asap dari dedaunan pagi menyembul ke udara
Karena matahari menyinari permukaannya

Bergelayut embun pagi bening bak mutiara
Indahnya menutupi jiwa-jiwa merana
Ukurannya mengecil, bersama pelukan hangat surya meningkat
Kemudian hilang bersama instrumennya

Luka yang terbungkus tersibak pula
Medan frekuensinya meluncur menerobos celah-celah cinta
Bercumbu seribu rasa luka
Rasa itu teringkus sempurna dalam kefanaan

Kecongkakan tak mau lucut dalam genggamannya
Padahal separuh jiwanya tertahan dalam tekanan
Tak lagi mampu menggelorakan pertahanan dirinya
Rikuh, lusuh, reduplah gairahnya

Bangunannya tak lagi kokoh
Pucuk tangguhnya lunglai terkulai
Benturan-benturan itu amat mencabik-cabiknya
Hingga pesonanya tergulung mendung

Kepongahan menguasai jiwa-jiwa yang lalai
Kekasaran resam memimpin syahwat pencinta semu
Membuat remuk redam rasa sang bidadari bumi
Lenyaplah membungkus diam sang pemimpi

About Post Author