27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Gerakan Besar Untuk Indonesia Bertaqwa (II)

Visi dan Misi

Commitment to The Goal

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Qur’an Surat Muhammad ayat 19 :
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”

Barang siapa yang bersikap untuk tetap menyatakan dalam sifat, fikiran, bicara dan tindakannya sehari-hari “LA ILAHA ILLAH”, maka manusia tersebut akan mendapatkan ampunan Allah, kesejahteraan, kebahagiaan lahir dan bathin di dunia dan di akhirat.

Pembebasan manusia dari keterikatan, ketundukan, kepatuhan kepada selain Allah SWT. Sehingga seluruh rakyat Indonesia mendapat ampunan dari Allah SWT.

Comitment to The Strategy :

Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan Allah)

Qur’an Surat Al Ahzab ayat 40 :
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Qur’an Surat Al Fath ayat 29 :
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Mengacu pada pola hidup Rasulullah Muhammad SAW. Yang menjadi teladan, maka:

1. PENDIDIKAN/ TEKNOLOGI
Negara harus hadir dalam mendidik rakyatnya dengan keterpaduan atau menyatunya kurikulum kemendiknas dan kemenag sehingga tidak secular. Oleh karenanya, Negara harus hadir dalam mengkondisikan rakyatnya menjadi taqwa, cerdas, terampil, inovatif, kreatif dan produktif.

Qur’an Surat Ali Imron ayat 79 :
“Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “hendaklah kamu menjadi orang-orang yang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

2. BUDAYA DAN HUKUM
Negara bebas KKN dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih.
Rasa persatuan bangsa yang diwujudkan bukan ke Bhinekaan, ras dan in-.toleran, daya rekatnya adalah Sumpah Pemuda. Satu Nusa, Satu Bangsa, dan, Satu Bahasa, dibingkai dengan ketauhidan. Negara dalam hal ini pemerintah Indonesia tidak mengajarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Kita harus bersatu, karena suku, agama dan ras adalah anugerah atau given dari Allah SWT. Bukan untuk dipertentangkan dengan metode manajemen konflik, maka yang harus

ditekankan adalah kecerdasan bangsa yang berangkat dari nilai kejujuran hati, kebenaran dan keadilan. Ini merupakan nilai UNIVERSAL di seluruh dunia sejak Nabi Adam sampai hari Kiamat yang terus menerus berlaku sampai akhir zaman. Oleh karena itu, kita mesti menyadari dalam upaya menempuh strategi berbangsa dan bernegara, kita “Telah Salah Jalan” yaitu menempuh jalan Konsep SARA sebagai permainan bahkan didesain dan dijadikan konflik manajemen. Padahal kita semua mengetahui dan menyadari yang namanya konflik, baik antar masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah, bahwa konflik itu disebabkan oleh perilaku TIDAK JUJUR, TIDAK BENAR, dan TIDAK ADIL.

Qur’an Surat Al Maidah ayat 44 :
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Alah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.”

Qur’an Surat Maidah ayat 45 :
“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka didalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi dan luka-luka (pun) ada qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”

Qur’an Surat Maidah ayat 47 :
“Dan hendaklah orang-orang pengikut injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”

3. EKONOMI DAN SOSIAL
Negara harus selalu hadir didalam mensejahterahkan rakyatnya, serta memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, juga termasuk menghilangkan daerah-daerah atau kawasan kumuh dan atau kawasan yang tidak sedap dipandang mata.

Qur’an Surat Mauun ayat 1-7 :
“Tahukan kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”

4. POLITIK
Negara harus hadir dalam keamanan dan ketentraman baik dalam negeri maupun luar negeri, dan tentunya yang terpenting negara harus menjaga rakyatnya terbebas dari rasa takut (demokratisasi) dan terbebas dari rasa lapar (terciptanya kesejahteraan).

Qur’an Surat Ali Imron ayat 97 :
“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqom ibarahim barangsiapa memasukinya (baitulloh itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitulloh. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu)
dari semesta alam.”

Negeri harus hadir untuk mempunyai posisi tawar yang tinggi dalam hubungan internasional, dan mengkondisikan politik bebas aktif dalam hal menghapus penjajahan di muka bumi serta meningkatkan wibawa Indonesia di mata internasional.

Qur’an Surat Muhammad 35 :
“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang diatas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.”

5. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) DAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Dalam pengelolaan sumber daya alam mesti di dasari dengan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 : ”Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Pengelolaan sumber daya alam (SDA) mesti di dasari dengan pasal tersebut. Oleh karena itu, presiden dan wapres beserta kabinetnya harus mampu merumuskan dan merancang pengelolaan SDA dikaitkan dengan sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sehingga SDA yang ada di seluruh Indonesia benar-benar dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Sebagai contoh, pengelolaan SDA oleh Freefort di Papua sampai detik ini kemanfaatannya untuk Indonesia sangat kecil di banding Freeport yang berasal dari Amerika tersebut. Begitu pula, secara hukum SDA tidak di kuasai oleh negara tapi swasta atau bahkan negara lain. Begitu pun tidak digunakan untuk semakmur-makmurnya rakyat (terutama Papua) karena Indonesia hanya kebagian 9,36%. Sampai terkhir pemerintahan Jokowi pencapaian penghasilan hasil masih jauh dari signifikan untuk kemakmuran rakyat. Sementara pemerintahan Jokowi sudah hampir habis, tepatnya paling telat tanggal 10 Agustus 2018 karena tanggal tersebut merupakan batas akhir pengajuan Capres dan Cawapres ke KPU RI. Oleh karena itu, Presiden Jokowi bukanlah lagi sebagai Presiden akan tetapi sebagai calon Presiden jika ia mengajukan dirinya sebagai Capres. Namun, kita semua menyadari masalah Freeport belum juga selesai. Adapun divestasi 51 % yang dihebohkan minggu lain ternyata perjanjiannya belum mengikat (unbinding), pengontrolan dan pengelolaannya tetap ditangani oleh pihan McMoran dari Freeport bukan oleh Pemerintah Jokowi. Pertanyaannya, jadi untuk apa divestasi 51% tersebut ? Mengapa tidak menunggu sampai tahun 2021 dimana kontrak karyanya habis, sehingga Freeport kembali kepada pihak Indonesia dan tidak perlu mengeluarkan uang 55,44 Trilyun rupiah ?

Oleh karena itu, kondisional objektif ini harus di sadari bahwa pengelolaan SDA oleh Freeport tersebut bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Bahkan, di sisi lain, seharusnya DPR melakukan fungsi pengawasannya kepada Pemerintah. Sampai bila perlu tegas pada proses impeachment jika presiden telah melanggar UUD 1945. Selanjutnya dapat dirumuskan model pengelolaan dan kemanfaatan SDA lain seperti minyak, batu bara, kelapa sawit, hasil hutan, hasil laut, perkebunan, perikanan, peternakan, dan sektor jasa keuangan yang tidak diatur menurut sistem Pancasila dan UUD 1945, tapi diatur menurut sistem liberalis-kapitalis.

Selain bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, juga bertentangan dengan Hadist Nabi Muhammad SAW.

Tanah, Air, udara, dan api itu mesti dikelola oleh negara tidak boleh diserahkan kepada swasta. Oleh karena itu, sekaligus dalam pengertian pengelolaan SDM nya mesti lah SDM di Republik Indonesia dipersiapkan dan di rancang, diajarkan dan di didik untuk dapat mengelola SDA yang baik. Di samping itu, perlu adanya kemampuan presiden dan wapres serta kabinetnya membuat kebijaka-kebijakan bersama seluruh perguruan tinggi negeri yang dianggap kredibel untuk secara ilmu dan teknologi dan juga LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di dayagunakan semaksimal mungkin dan bersinergi yang outputnya untuk kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, negara harus hadir di dalam membagi secara adil dan merata dalam pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia di dalam membagi secara adil dan merata.

Qur’an Surat Ar’ad ayat 3-4 :
“Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya, dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman- tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanaman-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Bahwa dengan kekuatan (QS. Ar-Ra’d 13:3-4) maka begitu banyak SDA yang telah Allah SWT berikan kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu, patut pula dilahirkan kemampuan SDM untuk mengelolanya, sehingga tercipta negeri yang Baldatun Toyyibatun Wa rabun Ghafur.

6. Bagi rakyat Indonesia yang non muslim tetap akan mendapatkan rasa kasih sayang, aman, keadilan, HAM dan nilai-nilai demokrasinya

Qur’an Surat Al Maidah ayat 8
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Qur’an Surat An Nisa ayat 135
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tau kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau engan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Bersambung……

Bogor, 10 Juli 2020

Prof. Dr. H. Eggi Sudjana Mastal, SH.MS.i

1. Ketua Dewan Pendiri Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
2. Dewan Penasihat DPP PA 212
3. Penasihat Masjid Al Hikmah VIP Bogor
4. Dewan Pakar PARMUSI (Persaudaraan Muslimin Indonesia)
5. Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis
6. Presiden Pengawas Umrah dan Haji (PUH)
7. Owner Law Firm Eggi Sudjana & Partners
8. Komisaris Utama Insan Cendekia Madani Bogor
9. Mantan Ketua Umum PB HMI MPO 1986 – 1988
10. Mantan Tim Ahli Menteri Tenaga Kerja dan Tansmigrasi 2002 – 2004
11. Mantan Cagub Jatim 2013-2018

About Post Author