25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Evaluasi dan kebangkitan Islam..!

Bismillaahirrahmanirrahim
Alloohumma sholli alaa sayyidina Muhammad wa alaa aali sayyidina Muhammadan abduhu warosuluh
irhamnaa… irhamnaa… irhamnaa… ALLOHUAKBAR!!!

Kemarin… Penduduk dunia termasuk negara kita begitu geger dan ramai ketakutan wabah virus yang sangat kecil bahkan tak terlihat dengan mata telanjang manusia penghuni dunia semua berusaha selamat kan diri masing masing-masing dari dampak penyebarannya hingga isyu global diangkat habis habisan. Bidang sosial, ekonomi, dan politik menjadi topik dan polemik bahkan kelancaran peribadahan umat islam sempat tercekal.
Salah siapakah ini secara jelas dan pastinya?. Hanya pemilik dan pencipta alam yang Maha tahu, Alloh Robbul Aalamin..

Sebelumya ditahun 2019 momentum Pilpres dihebohkan ratusan petugas TPS tewas dengan penyebab kematian dua versi yang penuh kontroversi.
klasik, karena kecapean dan masuk angin. yang kedua, alasan non klasik namun membuat ngeri, karena keracunan dan serangan jantung mendadak disebabkan karena tekanan batin tuntutan oleh pihak oknum pengikut iblis yang berotak komunis dari salah satu tim pemenangan kedua paslon Capres Cawapres. hingga sekarang penelusuran kasus buntu tak berbuah hasil pasti. karena anggapan mereka nyawa manusia tidak berharga dan tidak lebih dari harga diri mereka jika harus menerima kekalahan. bagi mereka segala cara dihalalkan. yang pasti saat itu sang pemilik alam, Alloh Azza wazalla murka kepada bangsa ini.

Disusul kemudian baru menduduki tampuk kekuasaan jabatan baru kurang dari setengah masa jabatan berkuasa mulai terkuak topeng topeng iblis mereka dengan terbongkar nya kasus korupsi besar besaran serta hutang negara yang merugikan berbagai bidang hungga memberi dampak negatif untuk kelangsungan kehidupan kesejahteraan rakyat, keamanan serta kenyamanan para buruh melalui RUU Omnibuslaw yang membahayakan masa depan dalam pemenuhan hak dan kehidupan nya

Nafsu durjana tidak sampai disitu. opini publik yang berangkat dari berbagai arah kebijakan untuk negara dan bangsa ini dirangkum mereka dari berbagai kalangan masyarakat melalui media sosial, internet, hiburan dan media televisi dalam menyikapi kondisi saat ini dari fase ke fase aneka ragam kasus yang terjadi. rekaman jejak opini publik bagi mereka sangat dibutuhkan, karena mereka telah buntu pemikiran sehat yang terkepung sudah dengan rencana besar dalam tujuannya menghancurkan bangsa dan negara, yaitu dengan berkuasa nya faham faham laknat Liberalisme, Kapitalisme, dan Komunisme dinegara mayoritas penduduk muslim ini.

Hingga munculah RUU HIP yang akan mengikat kekuatan pergerakan bebas mereka dalan berkuasa dibumi pertiwi ini. kita semua banyak yang tidak menyadari aksi nyata mereka yang sudah berlangsung sangat lama menguasai berbagai aspek bidang bahkan banyak yang menganggap ini adalah hal biasa dalam penggiringan opini atau isyu yang berkembang. dan kebiasaan menganggap hal biasa tanpa penelusuran jejak kasus inilah yang membahayakan kondisi bangsa dan negara kita saat ini. dengan demikian media televisi yang sejak dulu menjadi sentra pemberitaan yang akurat, tajam, dan terpercaya sudah tidak lagi relevan dengan tujuan penyiaran yang murni dalam posisi penyiaran publik ketengah masyarakat tanpa keberpihakan pada salah satu golongan untuk kepentingan golongan tertentu. aplause untuk mereka yang telah menguasai media televisi hanya sebagai media hiburan, pencitraan, bahkan hanya sebagai ajang media pembodohan publik belaka. dan harus kita akui itulah kehebatan mereka.

Dan kini kita bertanya,
SIAPA YANG SALAH ATAS SEMUA INI?
1. Apakah karena manusia manusia durjana yang serakah yang berada dalam kekuasaan pemerintah yang telah mengikis habis hak rakyat dalam tujuan besar mereka menguasai negara ini?
– Yang memiliki cita-cita besar agar agama Islam hancur dinegara ini?
– Yang menginginkan generasi bangsanya gagal menjadi generasi bertakwa, cerdas, serta berani dalam kebenaran?
– Yang menginginkan masyarakat nya hanya jadi kambing conge dan hanya menjadi korban BUALAN dan BUAIAN berbagai bantuan sosial yang sebenarnya hanya kamuflase pencitraan saja?

اۨسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيّیٴِ ؕ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّـئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ ؕ فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا ۚ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا

Yang Artinya :

” Karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu “.

[QS. Fatir: Ayat 43]


dalam ayat diatas sudah jelas sebagai ancaman bagi manusia jahat dan berlaku curang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab nya dan sebenarnya benarnya kebenaran hanyalah milik Alloh Subhanu Wata’ala yang sudah memberikan ketentuan tanpa adanya penyimpangan sedikit pun.

2. Apakah karena kesalahan kita sendiri yang slowrespon lambat bergerak dan berfikir, jika kondisi bangsa dan negara kita sudah lama dalam bahaya?
– Bahaya karena masyarakat kita sudah banyak memakan uang haram atau riba sehingga ketidak berkahan itu kini berdampak pada kehancuran negara kita maka Alloh tunjukkan murkanya
– Bahaya karena sudah banyaknya Tokoh bangsa yang lari dari rel tugas tanggungjawab dan fungsi nya masing-masing, dan ketokohannya telah hancur dengan sendirinya karena telah hilangnya keimanan dan melupakan kebenaran Kitabulloh, Al-Qur’anul Karim yang seharusnya menjadi petunjuk utama sebagai barometer sejak awal untuk ketaatannya kepada Alloh Subhanahu Wata’ala, bukan pada atasan/kekuasaan penguasa. Karena bagi seorang muslim sudah seharusnya tunduk dan patuh pada Syariat yang diyakininya. bukan bersikap abu abu bahkan membantah pada kebenaran yang telah ditetapkan syariat.

Disinilah kita perlu berfikir objektif dalam bergerak dan berkeputusan cerdas, dengan ditunjang sistematis dan toleran pemahaman dan amalan untuk memperbaiki nya kembali tatanan kehidupan berbangsa, bernegara serta beragama yang baik dan benar, yang dibangun penuh Jujur, Benar, Adil, yang ditanamkan dalam jiwa setiap individu sebenarnya. dan dalam sebuah perjuangan itulah yang menjadi tuntutan sebagai sejatinya manusia beriman, berilmu, dan beramal tanpa ada keraguan sedikitpun, berani menolak segala kemungkaran dan kebatilan demi membela kebenaran sampai titik darah penghabisan.

INGAT Saudara saudaraku, Indonesia masih memiliki para Tokoh Ulama yang hebat, Berani, dan Istiqomah, para aktivis berani dan tangguh yang Istiqomah dan Insyaallah Indonesia akan selamat bersama generasi bertaqwa menuju Ridho Nya. Indonesia memiliki PPMI yang siap berjuang memegang amanah dan memperjuangkan hak para buruh serta bantuan advokasi hukum dengan didampingi banyak Lawyers senior yang Jujur, Benar, dan Adil, Indonesia masih memiliki para Cendikia dan intelektual muslim yang siap bersatu dengan semua elemen masyarakat, ormas dan organisasi pergerakan yang bertaqwa, kita semua harus bersatu demi tegaknya kebenaran dan keadilan di negara kita, hingga Alloh Subhanahu wata’ala menghantarkan bangsa ini kepada kesejahteraan, keselamatan sebagai anugerah rahmatan lil ‘alamin Alloh Subhanuwata’ala.

Dalam QS Fatir ayat 45 menjelaskan secara tegas :

وَلَوْ يُـؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَآ بَّةٍ وَّلٰـكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا
Yang artinya :

” Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya “.
[QS. Fatir: Ayat 45]

Naudzubillah tsumma Naudzubillah himindzalik. MasyaAlloh Laahaulaa Walaaquwwataa Illa Billaah. Disinilah Betapa pentingnya Iman, ilmu serta amal ibadah kita sebagai bekal keselamatan di dunia dan akhirat, dan betapa sayang Alloh kepada UmatNya sehingga masih memberi toleran dan memberi waktu untuk terus bertobat dan terus berusaha memperbaiki diri di sepanjang sisa usia yang kita miliki. semoga Alloh Subhanahuwata’ala menyelamatkan kita dari murkaNYA didunia dan akhirat kelak, Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Kota Tasikmalaya, jawa barat / 09 juli 2020
Salam ta’ziem
————————–
Fadhillah Jazima Sundani Ash-Shdqie

About Post Author