30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Gerakan Besar Untuk Indonesia Bertaqwa (Edisi Ketiga)

Adapun dalam jargon lagu setiap Aksi Bela Islam menyatakan:

Al Qur’an Imam kami
Al Qur’an Pedoman kami
Al Qur’an Petunjuk kami
Al Qur’an Satukan kami

Oleh karena itu juga jargon tersebut berkonsekuensi logis dalam melaksanakan programnya menjadi wujud yang nyata.

Negara dalam hal ini pemerintah yang dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden wajib dan patut melaksanakan program-program yang mengacu kepada visi dan misi sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya. Adapun program tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah melakukan pengenalan dan pengajaran tentang ASI yaitu : Pemimpin yang benar menegakkan ASI.

Qur’an Surat Fathir ayat 29
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan mendirikan sholat dan menginfaqkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.

I. Al Quran (hubungan manusia dengan Allah SWT dan alam semesta): Adapun pendalaman Al Quran berupa :
1. TAHAP I Bismi (baca-tulis-pahami).
Output : pengamalan Al Quran mendekati sempurna.
2. TAHAP II Tujuh Tahap Menghayati Al Quran
Al Quran merupakan mukjijat terbesar bagi umat islam dan di akhirat kelak Al Quran akan menjadi syafaat bagi yang membacanya

Qur’an Surat AlHijr ayat 87 :
Dan sesungguhnya kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur’an yang agung.

TUJUH TAHAP MENGHAYATI AL QURAN

a. Al Quran didengar mendapat rahmat
Qur’an Surat Al A’raf ayat 204
Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat

b. Al Quran dibaca menambah iman
Qur’an Surat Al Baqarah ayat 121
Orang-orang yang telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

c. Al Quran diartikan mendapatkan penjelasan
Qur’an Surat Al Furqon ayat 32-33 :
Berkatalah orang-orang yang kafir. “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

d. Al Quran dimaknai mendapat pemahaman dan berwawasan
Qur’an Surat Muhammad ayat 24 :
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran
ataukah hati mereka terkunci?

e. Al Quran diterapkan Amal saleh atau bermanfaat
Qur’an Surat Fushshilat ayat 33 :
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata “ Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

f. Al Quran Diajarkan Menjadi Sifat Rabbani
Qur’an Surat Ali Imron ayat 79 :
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “hendaklah kamu menjadi penyembah- penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “hendaklah kamu menjadi orang-orang yang rabbbani karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.

g. Al Quran dipelihara/dihafal partner Allah (selalu menerapkan hukum-hukum Allah dalam kemaslahatan bangsa dan Negara disetiap keadaan) dalam pemeliharaan Allah atau pengawasan Allah.

Qur’an Surat Al Hijr ayat 9
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Setelah memahami dan menjalankan 7 cara untuk memahami Al Qur’an, maka akan tercipta cahaya atau sifat-sifat yang seperti diterangkan dalam:

Qur’an surah An Nur ayat 35 :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penjelasan ayat diatas, ada 7 cahaya yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bernegara:
1. Misykah: Lubang tidak tembus
Give the best take the risk. Memberikan yang terbaik dan siap mengambil resiko

2. Misbah: Lampu Pelita
Development, menjadi penerang untuk tumbuh berkembang

3. Zujajah: Kaca/cermin
Self Correction, menjadi cermin untuk introspeksi diri dan menjadi teladan

4. Kaukab: Bintang
Foresight, memiliki pandangan, kecerdasan dan wawasan yang luas

5. Syajarah:
Guaranted, mendapatkan jaminan keamanan, kebahagiaan, ketenangan, keseimbanagan, sesuai dengan fitrah bukan karena status, atribut dan kemegahan dunia.

6. Zaitun: Pelumas/lembut
Soft and Flexible, lembut dan fleksibel pada setiap keadaan, mudah bersahabat kepada semua usia sesuai dengan kemampuannya.

7. Nurun ‘alan Nur: Cahaya diatas Cahaya
Empathy, menjadi cahaya di atas cahaya di setiap kehidupan
bersifat Rahman Rahim, berfikir ahad, berbicara ahsanu
qaulan, bertindak amal shaleh

Bersambung…….

Bogor, 13 Juli 2020
Prof. Eggi Sudjana Mastal
Advokat Senior/Ketum TPUA/Ketua Dewan Pendiri PPMI

About Post Author