06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, Benarkah?

Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif

Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji pembatasan akses di sekitar lokasi Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), usai ditemukan ribuan orang positif Covid-19. Pemkot Bandung tengah merumuskan untuk menutup total atau membatasi secara mikro.

Seperti yang dilansir oleh detiknews.com, Minggu (12/07/2020), sebanyak 1.280 orang di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung positif Covid-19. Terungkapnya ribuan orang positif itu berawal dari dua prajurit yang mengalami sakit. Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa. Andika juga telah mengunjungi Secapa AD pada Sabtu (11/7) kemarin. “Jadi tepatnya dua Minggu lalu laporan pertama dari Komandan Sekolah Calon Pewira Angkatan Darat pada saya. Hari Sabtu juga, diawali dari ketidaksengajaan ada dua prajurit perwira siswa yang berobat ke Rumah Sakit Dustira,” kata Andika dalam Konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung.

Seharusnya dari awal pemerintah menerapkan atau mengambil tindakan lockdown. Namun, pemerintah tidak serius dalam menangani wabah ini. Sehingga, banyak rakyat yang menjadi korban.

Kebijakan pemerintah dengan tidak mengambil tindakan lockdown, merupakan bukti lepas tangan pemerintah dalam mengurusi urusan rakyatnya. Beginilah yang terjadi ketika demokrasi kapitalis yang berkuasa. Dimana penguasa abai akan hak dan kewajiban, terlebih pada keselamatan nyawa rakyatnya.

Pemerintah demokrasi kapitalis gagal menjadi pelindung keselamatan jiwa rakyat. Ketika penguasa dan kekuasaan tidak bisa menjalankan tanggung jawabnya, yang menjadi korban bukan hanya rakyat biasa, tetapi mereka penguasa juga akan menjadi korban dari kebijakkannya.

Namun, berbeda dengan Islam yang menjadikan negara sebagai junnah (perisai) yang akan melindungi rakyatnya dan berupaya meminimalisasi korban yang berjatuhan akibat wabah seperti saat ini. Ketika telah diketahui ada wabah yang menyerang, negara akan langsung menyatakan daerah itu diisolasi, sehingga wabah tersebut tidak akan menyebar keluar daerah.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw :

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah Islam dengan negaranya khilafah yang mampu melaksanakan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom atau pelayan rakyat dengan mengambil kebijakan yang tegas dan tepat.

Wallahu a’lam bishshawaab

About Post Author