06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Penghapusan Materi Ajar Khilafah Bentuk Penodaan Syariat Islam.

Oleh : Heni Andriani
Ibu Pemerhati dan Member AMK

Ironis negara mayoritas muslim terbesar di dunia justru kebijakan – kebijakan yang dibuatnya banyak kontroversial dan menodai ajaran Islam itu sendiri. Baru-baru ini masyarakat dikejutkan lagi dengan adanya materi ajar tentang khilafah.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan pihaknya telah menghapus konten-konten terkait ajaran radikal dalam 155 buku pelajaran agama Islam.

Menurutnya, penghapusan konten radikal ini merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag)
“Kami telah melakukan review 155 buku pelajaran. Konten yang bermuatan radikal dan eksklusivis dihilangkan. Moderasi beragama harus dibangun dari sekolah,” kata Fachrul dalam keterangan resminya.

Fachrul menjelaskan ratusan judul buku yang direvisi berasal dari lima mata pelajaran, yakni akidah akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, Al-quran dan hadis, serta bahasa Arab.

Dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Meski demikian, buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia. (cnnindonesia.com, 2/7/2020)

Selain itu juga, sejak setahun yang lalu seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti. Hal ini sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kementerian Agama (Kemenag), Umar, menjelaskan  yang dihilangkan sebenarnya bukan hanya materi ajar khilafah dan perang. Setiap materi yang berbau ke kanan-kananan atau ke kiri-kirian dihilangkan.

Dia mengatakan, setiap materi ajaran yang berbau tidak mengedepankan kedamaian, keutuhan dan toleransi juga dihilangkan. “Karena kita mengedepankan pada Islam wasathiyah,” kata Umar. (Republika.co.id, 7/12/2020)

Adanya upaya penyesatan ajaran Islam merupakan agenda Barat yang dititipkan kepada para agen nya di seluruh dunia. Tujuannya sudah pasti dalam rangka menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya. Maka tidaklah heran jikalau ajaran – ajaran Islam yang senantiasa dikonotasikan negatif seperti halnya jihad dan khilafah lambat laun mulai dihapuskan.

Mereka kaum Barat memahami bahwa ajaran tentang jihad dan khilafah cikal bakal kebangkitan Islam. Semakin banyak yang memahami jihad dan khilafah secara benar tentu akan berpotensi kesadaran umat Islam tentang penerapan Islam secara total.

Maka upaya yang dilakukan adalah menanamkan ketakutan, Islamophobia, kecurigaan hingga kebencian ketika mendengar istilah jihad dan khilafah. Strategi yang paling jitu adalah melalui dunia pendidikan dengan membuatkan kurikulum pendidikan sekular.

Langkah ini adalah penyesatan sistematis terhadap ajaran Islam. Karena ajaran Islam yang dianggap berpotensi mengganggu kepentingan pihak yang berkuasa dihapus.

Dari sini sudah jelas bahwa yang dikehendaki adalah kurikulum pendidikan sekular moderat. Kurikulum ini tentu nantinya akan menjadi rujukan kaum muslimin yang menyerang anak-anak generasi penerus bangsa.

Tentu mereka mengharapkan kita kaum muslimin yang jauh dari ajaran Islam yang kafah dan menjadikan sekulerisme sebagai tuntunan hidup dengan mengganti Islam dengan sistem buatan manusia.

Seharusnya bagi kita seorang muslim untuk lebih mendalami ajaran Islam yang mulia dengan tidak memilah dan memilih ajaran yang dianggap sesuai dengan keinginan hawa nafsu.

Ajaran Islam yang mulia harus kita ambil semuanya secara kafah termasuk didalamnya jihad dan khilafah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. al-Baqarah [2]: 208).

Belajar dari fakta sejarah bahwa Islam telah menjadi peradaban dunia semua berkat khilafah dan jihad yang disyariatkan. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun berbagai literatur Barat pun mengakuinya.

Oleh karena itu bagi kita sebagai seorang muslim selayaknya untuk menghalau berbagai upaya penyesatan secara sistematik tentang ajaran Islam yaitu jihad dan khilafah.

  • Senantiasa menggencarkan dakwah dan menyampaikan tentang ajaran Islam yang mulia baik di masyarakat maupun di media massa.
  • Senantiasa meyakini bahwa Allah Swt akan senantiasa menolong kepada siapa saja yang menolong agama Allah. Tidak takut terhadap celaan orang mencela.
  • Istiqamah di jalan dakwah dan meyakini bahwa khilafah ala minhaj nubuwwah yang dinanti akan segera tiba.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author