25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Oleh : Delara Haadiya
Praktisi Pendidikan dan Member Akademi Menulis Kreatif

Lembar asa seorang ibu pendidik generasi juga pencinta literasi. Yang Ingin coba mengubah benang kusut menjadi terurai. Ia tahu, bahwa ketelatenan dan kesabarannya mampu memisahkan kekusutan lilitan benang. Hingga bagian-bagian benang itu terurai dan bisa ️mencipta sesuatu yang berharga. Ia tahu bahwa kehidupan dengan berbagai lika-likunya sering dikatakan bagai benang kusut. Namun seorang ibu mampu membuat terurai benang itu, karena ia sesungguhnya penopang sebuah bangunan miniatur surga dalam rumah tangga. Begitu pula dalam sebuah negara. Seorang ibu rusak, negara dan keluarga pun rusak.

Kekusutan kehidupan, karena tidak jelas arah tujuan. Antara keluarga satu sama lain tidak saling menguatkan. Ada suami yang tak henti menuntut sang istri. Sementara kewajiban-kewajiban ia sebagai suami tak ditunaikan. Begitu pun istri yang enggan menunaikan kewajibannya. Anak-anak kehidupannya semrawut, tak ada figur yang layak untuk dicontoh. Kehidupan kusut seperti benang. Tarik kesana kemari, menjadikan rapuh terkikis tajamnya segurat benang kehidupan. Bahagia menghilang, wajah kusam, kelopak mata menghitam. Kusam benang itu, lapuk ditelan jaman dan ️kearoganan.

Benang kusut adalah cerminan masalah ️yang berlarut. Jika lucut satu per satu. Terurai berantai. Perubahan pun tampak. Penguraian itu keberhasilan dari terlepasnya simpul kekakuan. Yang tadinya tak ada solid antara jaring-jaring benang. Satu sama lain inginkan menang tanpa melepaskan cengkeraman. Ibarat ego dalam biduk sebuah keluarga. Jika tak ada yang berlapang jiwa. Tak akan ada ketenangan. Karena sesungguhnya kitalah dalang yang dapat ️meluruskan kekusutan benang, yang sering menjadi cermin kehidupan.

About Post Author