25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

DPP PPMI acung jempol buat Kepala BP2PMI yang gerebek PJTKI Ilegal

Sabtu, 18 Juli 2020

BOGOR – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggerebek lokasi diduga menampung Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kali ini dilakukan di Apartemen Bogor Icon, Kota Bogor, Jawa Barat.

Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Dalam penggerebekan yang berlangsung Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi ditemukan 25 calon PMI yang akan diberangkatkan ke Thailand.

Para calon PMI yang antara lain berasal dari Subang, Bandung, Solo dan Tuban ditampung di sejumlah kamar apartemen. Namun dari 25 calon PMI hanya 18 orang yang berhasil diamankan di lokasi. Diantaranya 15 laki-laki dan 3 perempuan.

Calon PMI dan sejumlah dokumen yang ditemukan di lokasi penggerebekan langsung dibawa ke Gedung BP2MI di Jalan MT Haryono Jakarta. Tim BP2MI menggali informasi lebih lanjut dari para calon PMI yang diamankan, termasuk mendalami PT Duta Buana sebagai perusahaan penyalur dan perekrut, sebelum melaporkan temuan ini ke kepolisian.
Di banyak kesempatan, Benny menegaskan lembaga yang dipimpinnya berkomitmen untuk menyikat para mafia yang selama ini bermain dalam bisnis pengiriman PMI ilegal. Benny bilang akan memimpin peperangan langsung.

“Saya memastikan di era kepemimpinan saya terkait perlindungan kepada PMI, negara akan hadir bahkan harus hadir dan hukum harus bekerja. Kehadiran negara membuktikan bahwa atas dasar perintah konsitusi negara harus dan wajib memberikan perlindungan kepada setiap warganegaranya,” kata Brani, demikian Benny Rhamdani disapa.

“Pak Jokowi memerintahkan kepada saya untuk memberikan perlindungan kepada PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hukum harus bekerja. Artinya negara tidak boleh kalah oleh para penjahat yang selama ini bertopeng sebagai perusahaan pengiriman tenaga kerja,” katanya.

Sebelumnya, BP2MI menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan PMI ilegal di Perumahan Permata Cibubur, Cluster Phoenix, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin sore, 13 Juli 2020. Hasil penggerebekan ditemukan 7 calon PMI akan dikirim ke Singapura secara nonprosedural.

Para korban diiming-imingi pekerjaan menggiurkan di Singapura dengan paspor dan visa yang disediakan PT Sentosa Karya Aditama dan PT Al Zaidi sebagai perusahaan penyalur dan perekrut. Namun proses pengiriman tidak menggunakan prosedur yang seharusnya.

Terkait temuan di Cileungsi, BP2MI telah membuat laporan ke Bareksrim Polri. Laporan disampaikan langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk 232 dokumen yang berisi nama calon PMI yang akan diberangkatkan ke negara penempatan.

Ditempat terpisah Presiden PPMI Daeng Wahidin mengapresiasi langkah berani dan tegas dari Kepala BP2PMI Bpk. Benny Ramdani yang telah memimpin langsung penggerebekan PJTKI-PJTKI ilegal dan langsung melaporkan ke Bareskrim Mabes POlri.

Kami sangat mengapresiasi tindakan dan langkah tegas Kepala BP2PMI Bpk. Benny Rhamdani telah melakukan penggerebekan terhadap Penyelur-penyalur TKI/PMI ilegal, semoga ini dapat menjadi efek jera bagi para Mafia-mafia Pekerja Migran Indonesia yang selama ini meresahkan masyarakat kita, selain itu kami harapkan BP2PMI juga dapat menindak tegas PJTKI-PJTKI yang menelantarkan/menyiksa/menipu PMI kita di luar negeri, sehingga Pekerja – Pekerja Migran kita dapat merasakan pembelaan yang nyata dari pemerintah melalui BP2PMI, sekali lagi atas nama DPP PPMI mengapresiasi dan acung jempol besar serta mengucapkan terima kasih atas langkah dan tindak tegas kepada PJTKI-PJTKI ilegal dari Kepala BP2PMI bapak Benny Rhamdani, ucap Daeng Wahidin

Sumber: KATTA.ID dan PPMI Media Center

About Post Author