25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Gerakan Besar Untuk Indonesia Bertaqwa (Edisi Keenam), Rukun Islam dan Rukun Iman dalam Sebuah Tatanan Negara

Dari Proses ASI (Alquran – Sholat – Infaq) yang diulas di jilid-jilid sebelumnya, maka akan melahirkan kualitas manusia yang Mulia, Sabar, Tqwa, Rendah HAti, Hobi memberi, Berani, Penyayang dan Produktif sebagai outputnya.

Itulah kualitas rakyat Indonesia sesuai dengan Visi-Misi, sehingga kualitas SDM ini sangat berkesesuaian dengan butir-butir sila Pancasila :

1. Ketuhanan Yang maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bahwa dengan kata lain, apabila masyarakat Indonesia menjalankan ajaran Islam atau setidaknya melalui penerapan ASI (Al Quran, Salat, Infak), maka dengan sendirinya (otomatis) akan tegak dan terwujudnya pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945.

Maka, logika hukumnya adalah Pancasila dan UUD 1945 merupakan falsafah bangsa (ideologi) dan dasar negara Republik Indonesia yang berkesesuaian dengan ajaran Islam sehingga tidak berlebihan bila dikatakan pelaksanaan dan atau penerapan Pancasila dan UUD 1945 terutama yang asli merupakan pelaksanaan dan atau penerapan ajaran Islam di Indonesia.

Akhirnya, sangat logis secara hukum untuk dikatakan Indonesia yang bertakwa merupakan Indonesia sebagai memenuhi syarat disebut Negara Islam. Sebaliknya, yang menentang dan mempersoalkan kembali Pancasila dan UUD 1945 sama dengan halnya menentang ajaran Islam dalam perspektif kenegaraan di Indonesia.

Perumpamaan Rumah dan Negara (Rukun Islam dan Rukun Iman dalam Sebuah Tatanan Negara) :
1. Pondasi adalah Syahadat = Iman kepada Allah
2. Tiang adalah Shalat = Beriman Kepada Malaikat
3. Dinding adalah Shaum/Puasa = Beriman kepada Kitab Allah
4. Pintu/Jendela adalah Haji/Umroh = Beriman kepada Rasul Allah
5. Atap adalah ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) = Beriman kepada Qada dan Qodar
6.Lampu adalah Al Qur’an (Kitabullah), Sunnah Nabi Muhammad SAW

SEMUANYA BERMUARA KEPADA IMAN KEPADA HARI AKHIR

Manusia yang sebagai penghuni dan atau yang hadir di dalam contoh rumah tersebut dengan perangkat lambang seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adalah masyarakat yang secara substantif dan objektif telah melaksanakan Quran Surat Al Baqarah ayat 177.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS Al Baqarah [2] : 177)

dapat digambarkan sebagai berikut :

1. PONDASI : SYAHADAT = IMAN KEPADA ALLAH SWT (Alim ulama dan tokoh masyarakat)
2. TIANG : SHALAT = IMAN KEPADA MALAIKAT (TNI dan Polri)
3. DINDING : SHAUM / PUASA = IMAN KEPADA KITAB ALLAH (Parpol, LSM, dan Ormas)
4. PINTU/JENDELA : HAJI/UMROH = IMAN KEPADA RASUL ALLAH (Presiden, wakil presiden dan kabinetnya, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, RW, RT)
5. LAMPU/CAHAYA : AL QURAN, SUNNAH = IMAN KEPADA HARI AKHIR (Guru, Dosen, Ulama, Kyai, Ustadz, Habaib, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Motivator, Inspirator dan Pendidik Bangsa)
6. ATAP : ZIS = IMAN KEPADA QODO DAN QODAR (MPR, DPR, DPRD)

Bahwa dengan terwujudnya Quran Surat Al Baqarah ayat 177 itulah harapan Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW untuk seluruh rakyat atau masyarakat Islam dunia untuk mewujudkannya sehingga tercipta masyarakat Indonesia dan dunia yang takwa kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW termasuk yang non muslim tidak akan diabaikan hak-hak dan kewajibannya karena berlaku adil kepada mereka adalah perintah kewajiban kepada Allah SWT dan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

HADITS-HADITS SHOHIH SEPUTAR AL QUR’AN, SHOLAT DAN INFAQ

1. AL QUR’AN

a. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]

b. Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]

c. Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]

2. SHALAT

a. Hadits yang pertama, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia sukses dan berhasil dan jika shalatnya rusak, dia sangat rugi” (HR. Nasai dan Turmudzi)

b. Hadits yang kedua, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat:

“Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) meski sedikit ?” Para shahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa sedikit pun kotoran (di badannya)” Beliau berkata: “Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa” (HR. Bukhari I/197 no.505, dan Muslim I/462 no.667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)

2. INFAQ

a. Salah satu jenis manusia yang akan mendapatkan naungan pada hari akhir yakni orang yang gemar bersedekah. Namun ia menyembunyikannya dari tangan kirinya. Nabi SAW bersabda:

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya“. (HR. Bukhari)

b. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
1. Imam yang adil,

2. Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,

3. Seorang yang hatinya bergantung ke masjid,

4. Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh.

6. Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

7. Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, no.
1423 dan Muslim, no. 1031)

3. DO’A

Ya Allah ampunilah bangsa ini, rakyat Indonesia yang telah banyak berbuat maksiat lahir dan batin, yang penuh dengan kesombongan keangkuhan dan segala macam penyakit hati yang telah bermuara sejak dini.
Ya Allah jadikannlah Tahun 2018/1439 Hijriah ini dan tahun -tahun selanjutnya kedepan yang benar-benar yang menegakkan kalamMu dengan ASI (Alquran, Sholat dan infaq).

Al Quran dipelajari setiap hari, sholat ditegakkan diawal waktu, infaq diberikan dengan ikhlas, Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim jauhkan kami dari fitnah Dajjal, fitanah kehidupan, fitnah kematian. Ya Allah ampuni para pemimpin pemimpin bangsa ini, para alim ulama, para cerdik cendikia, untuk bertafakur dijauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka, dibersihkan dari bergabai penyakit hati, hasad, hasud iri dengki, buruk sangka, saling ghibah, sombong, takabur, bergunjing denga mencari aib orang lain, dendam dan lindungi dari segala macam virus-virus didalam jiwa, bersihkan dosa-dosa kami Ya Allah, sampai akhir hayat kami ya Allah.

Ya Allah selama ini kami buta terhadap apa yang kami lihat dan tuli dengan apa yang kami dengar, bisu apa yang kami ucapkan, ngawur apa yg kami pikirkan, tak tentu arah dan tujuan terhadap apa yang kami lakukan dan tak menentu arah yang kami cari selama ini. Ya Allah beri cahaya pada jiwa kami, pada lisan kami, pada mata kami, Beri kami hidayah dan petunjuk pada depan dan belakang kami, kanan, kiri, atas bawah kami agar senantiasa selalu dalam naungan cahaya Nur Al Quran, cahaya Rosulmu.

Ya Allah, jadikanlah mata kami mejadi mata qurata’ Ayuun, Telinga kami menjadi telinga yang sami’na wa atho’na, mulut kami menjadi mulut yang Ahsanul Qoulan ama kami amal yang Sholih, pemikiran kami pikiran yang ahad, dan sifat kami Rahman Rahim, ya Ya Allah jadikanlah Al Qur’an yang berjalan sebagaimana rosulMu. Ya Allah, ampunkan segala dosa, kedua orang tua kami, para alim ulama, ustad, guru, kami para pemimpin kami, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan semua rakyat indonesia, tuntun kami ya Allah, jalan yang lurus.

Rahmati kami, Ampuni kami dari segala, degan ampunan yang seluas langit dan bumi, ridhoMu ya Allah. yang senantiasa kami harapkan, ya Allah ya Rahman ya Rohim, ya Latiif, ya Aziiz, ya Ghoffar, ya Allim, ya Robbal alamiin.

Perkenan ya Allah pilihkan pada kami para pemimpin yang adil, untuk dapat mempimpin bangsa Indonesia ini, kami mengikuti jejak langkah rasul- rasulMu. jadikanlah kami taat pada rasulMu yang mengikuti Al Qur’an dan sunnah rasulMu, pada setiap langkah kami dan setiap tujuan hidup kami. kepada Mu ya Allah kami mengabdi dan minta pertolongan.

Ya… Allah jadikanlah sholat diawal waktu, jadikan pola tindakan dan pikir kami, pola ASI, setiap gerak langkah, dari pejabat hingga rakyat, menjadikan ASI, senantiasa diterapkan kehidupan sehari-hari, sholat ditegakkan dalan ukhuwah islamiyah, dan infaq untuk kemaslahatan umat baik muslim maupun non muslim dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Amiin ya Robal Alamiin.
Bogor, 25 JUli 2020
Prof. Dr. H. Eggi Sudjana Mastal
Ketum TPUA/Ketua Dewan Pendiri PPMI

About Post Author