04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Wahai Umat Islam, Yakinlah Kepada ALQURAN tanpa Reserve

Kajian Islam Kamis bersama ESM dengan metode OST JUBEDIL dengan Perspektif Logika ALQUR’AN yang agung tentang Keyakinan yang kuat Kepada ALQURAN tanpa reserve, ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA menjelaskan kepada kita semua umat Islam untuk menyakini dan mengimani Alqur’an tanpa reserve, seperti yang dijelaskan dalam Firman-Nya QS.2. Al Baqarah ayat 2 – 5 ; “ Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa ; (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ; Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat ; Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

Begitu pula kepada orang-orang yang menolak Alqur’an sebagai Firman ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita muliakan sebagai pembawa risalah penyempurna wahyu-wahyu ALLAH dari kitab-kitab suci sebelum Alqur’an, ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, memperingatkan kepada kita semua dalam menghadapi bebalnya orang-orang kafir, fasik dan munafik tersebut yang mengingkari kebenaran ALQURAN yang Agung itu dengan berbagai macam dalih dan dalil bahkan memperolok-olok ayat ALLAH tersebut Karena Allah telah menutup hati mereka beserta kebatilan yang ada di dalamnya. Allah juga menutup telinga mereka sehingga tidak bisa mendengarkan kebenaran untuk beriman dan bertaqwa.

Allah juga menutup mata mereka sehingga tidak bisa melihat kebenaran yang sangat jelas di hadapan mereka, kelak di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat, hal ini dijelaskan lanjutan dari ayat-ayat tersebut diatas dalam Firman-Nya QS.2. Al Baqarah ayat 6 – 17 ; “ Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman ; Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat ; Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman ; Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar ; Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta ; Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan” ; Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar ; Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu ; Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok” ; Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka ; Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk ; Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”

Dan apabila kita sampaikan kepada orang-orang munafik “berimanlah kalian sebagaimana para sahabat yang telah beriman yaitu beriman dengan hati, lisan dan anggota tubuh”. mereka mendebat seraya berkata : “Apakah kami beriman seperti beriman nya orang-orang yang lemah akal dan pemikirannya sehingga kami dan mereka nantinya sama dalam kebodohan?”, maka Allah menjawab mereka dengan menyatakan bahwa sesungguhnya kebodohan hanya melekat pada mereka sedangkan mereka tidak sadar bahwa apa yang ada pada mereka sendiri adalah kesesatan dan kerugian.

Orang-orang munafik tersebut apabila bertemu dengan kaum Mukminin mereka berkata: “kami membenarkan agama Islam seperti kalian”. akan tetapi jika mereka berpaling dan Pergi mendatangi para pemuka mereka yang kafir lagi membangkang terhadap Allah, mereka menegaskan di hadapan para tokoh itu bahwa mereka Tetaplah di atas kekafiran yang dulu dan tidak meninggalkannya, sesungguhnya mereka sekedar mengolok-olok kaum mukminin dan mengejek mereka.

Allah mengolok-olok mereka untuk membalas tindakan mereka yang telah mengolok-olok orang-orang mukmin, sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka. Oleh karena itu, di dunia Allah memberlakukan kepada mereka ketentuan hukum yang sama dengan kaum muslimin. Adapun di akhirat, Allah akan memberikan balasan yang setimpal dengan kekafiran dan kemunafikan mereka. Dan Allah menangguhkan siksa mereka agar mereka terus bergelimang dalam kesesatan dan kejahatan mereka, sehingga mereka senantiasa diliputi kebingungan dan kebimbangan.

Mereka adalah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk Yakni mengganti hidayah dengan kekufuran, mengganti keimanan dengan kekufuran, mereka membeli kekufuran dengan keimanan mereka dan keluar dari hidayah menuju kesesatan, dari jama’ah menuju perpecahan, dari keamanan menuju ketakutan, dan dari sunnah menuju bid’ah.

Kondisi orang-orang munafik yang beriman secara lahiriyah saja dan tidak secara batiniah terhadap Risalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian mereka kafir, maka hal itu menyebabkan mereka berjalan tanpa arah dalam gelapnya kesesatan mereka sedang mereka tidak menyadarinya, dan tidak ada harapan bagi mereka untuk keluar dari kondisi tersebut, menyerupai kondisi sekelompok orang disaat malam gelap gulita. Diibaratkan mereka menyalakan api yang besar untuk penghangat badan dan penerangan, ketika api itu telah memancarkan cahaya dengan terang dan menerangi tempat sekitarnya tiba-tiba Api itu padam dan keadaan menjadi gelap gulita, maka orang-orang itu berada dalam kegelapan tanpa bisa melihat apapun dan tidak memperoleh petunjuk menuju suatu arah maupun jalan keluar.

QS. 7 Al A’raf ayat 176 – 179 : Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir ; Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim ; Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi ; Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi perintah-Nya dengan menyatakan bahwa Dia telah menciptakan banyak jin dan manusia akan disiksa di neraka Jahannam; yaitu orang-orang yang berpaling dan enggan menghayati ayat-ayat Allah. Allah telah mengetahui mereka akan memilih kekafiran, maka Allah menghendaki itu, menciptakan kekafiran di dalam diri mereka, dan menjadikan tempat mereka adalah neraka; karena mereka memiliki hati yang tidak mau memahami bukti-bukti yang dapat mengantarkan kepada hidayah keimanan, padahal bukti-bukti itu tersebar di seluruh penjuru alam semesta, yang akan dipahami oleh hati yang terbuka dan jernih; dan mereka memiliki mata yang tidak mereka gunakan untuk melihat bukti-bukti keesaan ALLAH di alam semesta, padahal itu semua terpampang di depan pandangan mereka; serta memiliki telinga yang tidak mereka gunakan untuk mendengar ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran dari Kami dengan penuh penghayatan.

Mereka sama sekali tidak memanfaatkan indra-indra ini yang telah ALLAH ciptakan sebagai jalan mendapat hidayah. Maka barangsiapa yang memiliki sifat-sifat tersebut, maka mereka seperti hewan ternak, yang tidak memanfaatkan kelebihan manusia dengan makhluk lainnya untuk mendapatkan hidayah. Bahkan mereka lebih buruk dari hewan ternak, karena hewan ternak hanya memiliki insting yang menuntunnya, adapun manusia telah dikaruniai hati yang sadar, akal untuk berfikir, mata untuk melihat, dan kemampuan memilih mengikuti hidayah atau kesesatan. Sungguh mereka telah lalai dari sesuatu yang mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka, akibat telah terkuasai oleh setan dan hawa nafsu; dan Allah sama sekali tidak mendzalimi siapapun.

Semoga bermanfaat … Salam OST JUBEDIL.. ALLAHU AKBAR..!!
GERAKAN BESAR EGGI SUDJANA MASTAL
GERAKAN NASIONAL MEMAKMURKAN MASJID DAN MUSHOLLAH
INDONESIA BERTAQWA, DUNIA PUN AKAN BERTAQWA

Bogor, 18 Juni 2020
EGGI SUDJANA MASTAL

About Post Author