30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Resesi Ekonomi Kapitalisme Global, Islam Menjadi Solusi Total

Oleh: Imas Sunengsih,SE

Pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia saat ini, memberikan dampak perekonomian global. Krisis akibat covid-19 akan terjadi lebih berat di bandingkan dengan yang pernah terjadi Sebelumnya. Krisis 2020 ini terjadi di 200 negara, termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi mengalami resesi di angka negatif.

Negara-negara di dunia mayoritas mengalami resesi, bahkan tidak sedikit berimbas pada krisis sosial dan politik. Termasuk negara adidaya Amerika Serikat (AS) memperlihatkan ketidakmampuan dalam mencegah dan mengantisipasi dampak terhadap ekonominya, padahal AS memiliki sistem pertahanan ekonomi yang kuat dan mempunyai perangkat ekonomi yang sangat lengkap.

Bahkan tidak hanya AS, Cina sebagai negara pesaingnya ikut terkena resesi pula.
IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2020 minus 3%. Lembaga ini menyebutkan bahwa pandemi ini membuat biaya yang dikeluarkan masyarakat menjadi lebih tinggi, termasuk pembiayaan ekonomi. Dan memberikan dampak yang sangat dahsyat dan besar terhadap kinerja ekonomi global, yang jelas menggambarkan kinerja ekonomi kapitalis yang diterapkan dunia saat ini.

Nasib ekonomi global sangat di tentukan oleh negara-negara besar, seperti AS dan Cina serta negara-negara maju lainnya sebagai penopang dari perekonomian. Untuk itu goncangan ekonomi AS merupakan pukulan kuat atas kepercayaan global terhadap kekuatan ekonomi Kapitalisme. Sistem Kapitalisme menghasilkan banyak persoalan baru yang tidak mudah diimplementasikan dan disinkronisasikan di setiap negara. Bahkan membutuhkan biaya sangat tinggi, juga mempunyai lag-time sangat tinggi. Selain itu belum tentu sesuai dengan kondisi perekonomiannya.

Permasalahan ekonomi Kapitalisme tidak bisa diselesaikan dengan metode tambal-sulam Islam parsial, tapi wajib sistem Islam kafah yang akan mengantinya secara total.

Dalam Islam, krisis ekonomi dapat diatasi dengan menata kembali sektor riil dengan pelaku pasar rakyat luas, dengan barang dan jasa yang nyata. Hal ini akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja secara nyata. Selanjutnya harus meninggalkan pasar semu yang elitis, spekulatif, manipulatif, dan desrtuktif yang berakibat pada proses pemiskinan masyarakat. Kemudian fungsikan uang hanya sebagai alat tukar saja dengan menghapus kegiatan judi dan spekulasi. Ekonomi ribawi sebagai labilitas ekonomi harus di hilangkan. Memberlakukan mata uang dinar dan dirham dan menjadikan prinsip-prinsip syariah satu-satunya pilihan solusi total.

Buruknya distribusi tidak pernah di anggap sebagai masalah dalam sistem Kapitalisme, maka krisis ekonomi pun terus terjadi.

Sebaliknya, dalam sistem ekonomi Islam yang diterapkan negara khilafah masalah distribusi mampu diselesaikan dengan tuntas. Sistem distribusi dilakukan dengan pendekatan sosial (zakat, infak, sedekah, warisan dll), komersial (jual beli, sewa, kerjasama bisnis) maupun pendekatan legal dengan menghilangkan berbagai praktik yang menghambat distribusi ekonomi (seperti penimbunan). Dengan demikian potensi terjadinya krisis dari pintu distribusi ini telah tertutup.

Oleh karena itu, sudah saatnya semua elemen umat Islam memperjuangkan dan menerapkan syariah dan khilafah yang menjadi solusi total atas problematika yang terjadi termasuk resesi ekonomi.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author