29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

ESM : Physical Distancing Dalam Sholat Berjamaah adalah Sesat dan Menyesatkan..!!

Masih maraknya praktek-praktek pelaksanaan Sholat Berjamaah di Masjid dengan melakukan Physical Distancing (Ada Jarak kurang lebih 1 Meter antar makmum dalam shaft-shaft) di banyak masjid termasuk masjid Istiqlal Jakarta yang menjadi barometer para DKM-DKM se Indonesia dalam melaksanakan tuntunan sholat berjamaah di Masjid selama wabah Covid 19 masih berlangsung menurut informasi dari BNPB dalam setiap siaran Persnya.

Menurut ESM secara OST Jubedil “PHYSICAL DISTANCING” adalah SESAT DAN MENYESATKAN bagi umat Islam, mengingat SHALAT ADALAH TIANG AGAMA maka perlu ESM luruskan pemahaman Physical Distancing dengan Metode OST JUBEDIL dalam Perspektif Alqur’an dan Uswah Nabi Muhammad SAW.

Bahwa berdasarkan : QS.20. Taha ayat 14 : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Kemudian dalam bentuk Uswahnya Nabi Muhammad SAW di jelaskan dalam QS.4. An-Nisā’ ayat 102 – 103 : “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Jo. QS.2. Al Baqarah ayat 114 : “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”.

dari penjelasan ayat tersebut diatas apakah ada Uswah Nabi Muhammad SAW yang melakukan Sholat dengan cara-cara Physical Distancing..??
Kenapa diterjemahkan menjadi Physical Distancing..?? kenapa tidak mengikuti Al Qur’an dan Uswah Nabi, Logika Uswah tentang QS.4. Annisa ayat 102 apakah tidak dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW..??

Uswahnya Nabi tetap melaksanakan sholat berjamaah walaupun dalam kondisi sedang berperang, sholat sambil memegang senjata dengan shaft-shaft yang lurus dan rapat, sangat tidak mungkin Nabi tidak menjalankan perintah Al-Qur’an karena sudah jelas Nabi Muhammad SAW Sami’na wa Ato’na kepada Perintah ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.

Hal ini jelas membantah pendapat yang membolehkan Sholat secara Physical Distancing yang tidak jelas asal usul pendapatnya, walaupun lewat kajian Fiqih Jumhur Ulama sekalipun tetapi bertentangan dengan Alqur’an dan Sunnah maka wajib kita tolak pendapat tersebut, walaupun yang memberikan Fatwa adalah MUI atau Ulama Besar Dunia Internasional sekalipun karena kita Umat Islam hanya wajib tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wata’ala melalui Alqur’an dan Uswah Nabi Muhammad SAW.

Dari penjelasan ayat tersebut dan Uswah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, TIDAK ADA PHYSICAL DISTANCING dalam SHOLAT maka yang melakukan Physical Distancing dalam sholat melanggar Al-Qur’an dan Uswah Nabi, oleh karena itu Physical Distancing dalam sholat adalah perbuatan sesat dan menyesatkan (Bid’ah/mengada-ada).

Adapun pendapat yang merujuk kepada Negara – Negara seperti Turki dan Arab Saudi atau Negara – negara Arab lain tidak dapat dijadikan rujukan untuk membenarkan Praktek Physical Distancing dalam Sholat Berjamaah di Masjid karena bukan sesuatu yang pantas dijadikan Rujukan beribadah umat Islam apalagi bertentangan dengan Al-Qur’an dan Uswah Nabi Muhammad SAW.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Wabah Covid 19 ini sebenarnya adalah Cobaan bagi orang-orang Kafir, Fasik, Munafik dan murtad seperti yang dijelaskan dalam QS.74 Ayat 30 dan 31, namun dalam prakteknya hari ini oleh Kaum Zionis Yahudi dan antek-anteknya menggunakan Isu Covid 19, untuk melemahkan keimanan Umat Islam diseluruh dunia khususnya Umat Islam Indonesia yang mulai bangkit kesadaran keIslamannya melalui Gerakan 212.

Fakta objektif hari ini adalah secara Rukun Iman dan Rukun Islam kita sudah diobok-obok oleh kaum kafirun yang bekerjasama dengan kaum munafikun, Fasikun dan murtad kepada Allah, fakta-faktanya bisa kita lihat dan saksikan seperti :

1. Syahadat Umat Islam (Tauhi) kita sudah diobok-obok melalui RUU HIP/PIB yang mencoba mengganti konsep Pancasila Tanggal 18 Agustus 1945 menjadi konsep Pancasila 1 Juni 1945 melalui RUU HIP/PIP akan diperas menjadi Trisila dan kemudian Eka Sila dengan Konsep Gotong Royong dan Ketuhanan yang berkebudayaan.

2. Nabi Besar Muhammad SAW sudah tak terhitung bentuk penghinaan dan pelecehan kepada Junjungan kita Kekasih ALLAH SUBAHNAHU WATA’ALA yaitu MUHAMMAD SAW baik di media sosial maupun di media cetak mulai dari meme, kartun, film, video dan bentuk-bentuk penistaan/pelecehan lain sebagainya.

3. Alqur’an sebagai Kitab Suci dan Pedoman Hidup kita umat Islam juga sudah tak terhitung lagi berapa banyak yang menistakan dengan berbagai macam cara/modus, yang paling fenomenal adalah kasus AHOK.

4. Ibadah Haji kita juga sudah dilarang tahun ini belum lagi dana-dana haji yang tidak jelas pertanggungjawabannya oleh Pemerintah.

5. ZIS umat Islam diduga juga penggunaan dan penerimaannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

6. Ibadah Sholat, pelaksanaan proses peribadatan sholat selama covis 19 yang dilaksanakan oleh umat, demi mengikuti protokol WHO (Salah satu Lembaga Internasional yang diatur oleh Zionis Yahudi Israel) melalui MUI dan Pemerintah membuat Himbauan yang cenderung kepada pelarangan Sholat 5 Waktu berjamaah, sementara masjid-masjid tidak melaksanakan sholat Jum’at, Sholat Taraweh saat Ramadhan, Sholat Ied Idul Fitri dan terupdate Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H.

Dengan menyaksikan dan mempertimbangkan fenomena yang tidak lazim akhir-akhir ini serta MENGINGAT SHOLAT ADALAH TIANG AGAMA maka dari itu ESM sebagai seorang Advokat akan mengadvokasi semua pelecehan-pelecehan umat islam tersebut melalui pelemahan seluruh ibadah-ibadah yang diatur dalam Agama Islam baik secara Konstitusi maupun LOGIKA ALQUR’AN dengan Metode OST JUBEDIL, dengan memberikan pemahaman logika Alqur’an dan Uswah Nabi Muhammad SAW tentang tuntunan sholat yang benar harus kita gaungkan kembali demi harkat dan martabat Islam.

Sehingga ESM berkesimpulan bahwa Himbauan/Kebijakan/Prosesi/Implementasi PHYSICAL DISTANCING DALAM SHOLAT ADALAH PRAKTEK-PRAKTEK YANG SESAT DAN MENYESATKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN ALQUR’AN DAN USWAH NABI MUHAMMAD SAW.

Untuk itu ESM menghimbau kepada seluruh Pengurus DKM-DKM dan Masjid-Masjid di seluruh Wilayah Indonesia untuk kembali melaksanakan Tuntunan Sholat Berjamaah dengan meluruskan dan merapatkan Shaft sesuai dengan tuntunan ALQURAN DAN USWAH NABI MUHAMMAD SAW, sebagai bentuk perlawanan kita kepada kebijakan-kebijakan yang melemahkan Umat Islam sekaligus sebagai bentuk Jihad dan pertanggungjawaban kita kepada ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA DAN NABI MUHAMMAD SAW sebagai Tauladan kita semua umat yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, semoga kelak Allah menyelamatkan Indonesia dari segala bentuk marabahaya baik dengan upaya terselubung maupun yang terang-terangan serta menjadikan Indonesia Bertaqwa di bumi Nusantara ini, Aaamiiinnn.
Semoga bermanfaat.. wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Persaudaraan
Salam OST JUBEDIL
Bogor, 27 Juli 2020
EGGI SUDJANA MASTAL

About Post Author