04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

MUI telah kantongi Dua Nama Calon Panglima Masiroh Kubro

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si mengungkapkan telah menyiapkan dua orang calon panglima masiroh kubro (demo besar-besaran). Langkah ini ditempuh lantaran Pemerintah dinilai tidak merespon serius tuntutan Umat khususnya soal pencabutan RUU Haluan Idelologi Pancasila (HIP) yang masih masuk dalam prolegnas.

“Memang kami telah membentuk tim kecil untuk menentukan siapa panglima masiroh kubro. Ada dua orang calon, salah satunya itu adalah sahabat Ust. Edy Mulyadi (Ketua Front Anti Komunis / FAKI). Orangnya ada di ruangan ini. Yang jadi perhatian kita diantaranya soal RUU HIP yang belum dicabut, Jangan Selewengkan dan Berkhianat Terhadap Konsensus Nasional 17 dan 18 Agustus 1945, Karena Merupakan Makar Terhadap Negara Republik Indonesia, Umat Islam jangan sampai terkecoh lagi”, kata Nadjamuddin saat menemui rombongan Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMaPi) di aula MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Pernyataan Nadjamuddin itu menjawab maklumat ASMaPi yang diantaranya meminta dengan hormat kepada MUI segera menyerukan pelaksanaan masiroh kubro sekaligus menunjuk panglima dan wakil panglima untuk memimpin.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Pusat Dr. KH. Sodikun, M.Si menyampaikan apresiasi atas respon ASMaPi terhadap kondisi bangsa dan negara ini. “Kami apresiasi respon sahabat-sahabat yang datang bersilaturahmi. Inilah wujud sikap istiqomah dalam berjihad. Sebagai muslim, kita memang wajib untuk berjihad untuk menegakkan keadilan dan kebenaran demi negara kita,” kata KH. Sodikun.

“Saya terharu melihat begitu besarnya perhatian sahabat-sahabat terhadap kondisi bangsa dan negara kita saat ini. Insha Allah, kita semua di sini termasuk orang-orang yang istiqomah, berjuang Lillahi Ta’ala,” imbuhnya.
Sebelum ke kantor MUI Pusat dengan berjalan kaki, sejumlah ormas yang tergabung dalam ASMaPi berkumpul di Sekretariat Syarikat Islam (SI) di Kawasan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pimpinan ormas dan tokoh pemuda, diantaranya Ketum Komando barisan Rakyat (KOBAR) Rijal, Ketum Gerakan Daulat (Garda) Bumi Putera DR. Harjono, Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin, Edy Ketum FAKI serta utusan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) dan lainnya.

“Garda Bumi Putera hadir dan ikut serta dalam barisan ASMaPi, karena misi yang diemban sama dengan Garda Bumi Putera. Yakni, UUD 1945, Pancasila dan NKRI itu sudah final. Ini yang harus kita perjuangkan, sehinga bumi putera tidak menjadi tamu di negeri sendiri atau menjadi warga kelas tiga,” kata Harjono dalam pertemuan di Sekretariat SI.

“Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMAPI) merupakan solusi dari kebuntuan gerakan perlawanan rakyat untuk menyelamatkan NKRI dalam memasuki usianya yang sebentar lagi 75 Tahun, Kami mendesak MUI untuk segera mengumumkan Panglima dan Wakil Panglima Masiroh Kubro secepatnya, agar Maklumat MUI dapat terjaga marwah dan wibawanya di Indonesia, sebagai lembaga Majelis Para Ulama pemegang komando tertinggi Umat Islam Indonesia yang saat ini tidak didengarkan lagi nasehat dan aspirasinya oleh Rezim Penguasa hari ini”, jelas Daeng wahidin Presiden PPMI

Usai pertemuan, para peserta sepakat untuk menyerahkan maklumat ASMaPi secara langsung kepada MUI. “Baiklah, kita ke MUI untuk menyerahkan maklumat yang sudah kita sepakati isinya. Bismillah, kita sama-sama berjuang demi Merah Putih,” kata Rijal sebelum berangkat ke MUI Pusat. (*)

About Post Author