29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Kondisi NKRI yang semakin Memprihatinkan, Aktivis Bentuk Barisan Oposisi Merah Putih (BOM)

Tepat dihari perayaan hari ulang tahun (HUT) RI ke-75, Selasa (17/8/2020) sejumlah tokoh muda, aktivis senior dan pimpinan organisasi kemasyarakatan serta serikat pekerja mendeklarasikan Barisan Oposisi Merah putih (BOM).

Diantara yang hadir dalam deklarasi BOM adalah Prof.. Eggi Sudjana, Nur Lapong, Pipink Berland, Ketua Umum Komando Barisan Rakyat (KOBAR) Rijal, Ketua Umum Gerakan Daulat (Garda) Pribumi Dr. Harjono, Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin, Presiden Federasi Serikat Pekerja Aneka Industri (FSPASI) Herry Hermawan, Ketua Umum Garda Nusa Anwar Esfa, Panglima Perang Mujahidin Laskar Suhada Indonesia La Ode Alfa’an dan lainnya.

Adapun tujuan dibentuknya BOM sebagai wadah berhimpun para oposisi untuk melakukan koreksi terhadap penyimpangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Alhamdulillah, tadi kami sudah bersepakat membentuk wadah gerakan yang diberi nama Barisan Oposisi Merah putih (BOM). Wadah ini dibentuk untuk menyalurkan ide dan gagasan oposisi yang melihat kondisi bangsa dan negara sangat memprihatinkan krisis berbagai sektor. Ide dan gagasan itu akan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Ini semua demi merah putih, demi perbaikan bangsa dan negara. BOM akan selalu melakukan koreksi terhadap segala bentuk penyimpangan,” jelas Eggi Sudjana usai deklarasi BOM di Sekretariat Syarikat Islam (SI) di Kawasan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/8/2020).

Untuk itu, lanjut Eggi, para deklarator telah bersepakat BOM berbentuk Presidium dengan menunjuk dua orang sebagai koordinator BOM. Yakni, Rijal Kobar dan Daeng Wahidin. Adapun Dewan Pembina BOM ditunjuk para aktivis senior, yakni Eggi Sudjana, Piping Berland dan Nur Lapong.
“Selain nama wadahnya, kami juga tadi sudah sepakat menunjuk Rijal Kobar dan Daeng Wahidin sebagai koordiantor BOM, Saya sendiri bersama Bang Piping dan Bang Lapong dipercaya sebagai Dewan Pembina BOM” imbuh Eggi.
Rijal sendiri menegaskan, kehadiran BOM akan menjadi sebuah gerakan nyata dalam melakukan perbaikan bangsa dan negara. Karena itu, para aktivis BOM telah bersepakat bahwa gerakan BOM tidak sebatas gerakan moral dan intelektual saja.

“BOM diisi para aktivis kaum intelektual, makanya gerakan kami tidak sebatas ide dan gagasan lewat diskusi. Tapi, akan diwujudkan dalam gerakan nyata. Saat ini, kondisi sudah sangat memprihatinkan dan kami sebagai warga negara tentu tidak akan membiarkan itu semua demi mempertahankan dan membela merah putih. Dalam sebuah negara demokrasi itu merupakan hal yang wajar. Pastinya, gerakan ini tetap dalam rel dan tentu saja tidak akan menabrak konstitusi bahkan penjaga konstitusi negeri ini. Insha Allah, kawan-kawan lainnya masih banyak yang akan bergabung,” kata Rijal Kobar.

Pernyatan Rijal pun dibenarkan Daeng Wahidin, meski BOM baru dideklarasikan, namun respon dari jaringan oposisi sangat positif. Terbukti, sudah banyak yang ingin bergabung.

“Ini barusan saya terima telepon dan banyak pesan lewat WA (Whatss App) dari kawan-kawan yang menyatakan ingin bergabung dengan BOM. Padahal, BOM baru saja dideklarasikan. Memang BOM ini terbuka buat siapa saja yang memiliki visi misi yang sama memperjuangkan kemajuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli tanggal 18 Agustus 1945. Serta melawan segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan dari penguasa,” jelas Daeng Wahidin. (*)

About Post Author