06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Khilafah Bukan Hanya Kewajiban tapi Kebutuhan untuk Dunia

Oleh : Heni Andriani
Ibu Pemerhati Umat

“Tak kenal maka tak sayang
Tak tahu maka tak cinta”

Itulah peribahasa yang tepat bagi mereka pembenci khilafah. Senantiasa nyinyir, menghardik bahkan melakukan kriminalisasi kepada siapapun yang mengembannya. Namun justru sesuatu yang dibenci itu kini melejit bahkan menjadi trending topik. Ya khilafah kini justru diperbincangkan oleh berbagai kalangan.

Pro kontra pun sudah tak asing lagi tetapi hampir sebagian besar banyak menaruh penasaran hingga akhirnya banyak yang ikut kajian. Diskusi, seminar, talkshow pun tak luput membahas hal ini.
Bagi para pembenci dan pendengki trendingnya ide khilafah ini menjadi momok yang menakutkan.
Mengapa hal ini bisa terjadi?karena mereka merasa dengan khilafah akan mengganggu berbagai kepentingan untuk meraup keuntungan bagi diri dan kelompoknya.

Lihat saja bagaimana penayangan film JKDN (Jejak Khilafah di Nusantara) mendadak mengalami pemblokiran. (galamedia.pikiranrakyat, 21/08/20)

Penayangan film JKDN menjadi hal yang luar biasa bagi mereka yang haus informasi terkait tentang khilafah di Nusantara. Membuka cakrawala berpikir bahwa khilafah pernah ada di negeri ini. Khilafah menjadi harapan sistem alternatif di negeri ini bahkan dunia.

Dunia tanpa Khilafah

Keberadaan khilafah akan melepaskan seluruh negeri-negeri muslim dari hegemoni penjajahan kapitalisme sekuler . Umat Islam tidak akan terjajah , tertindas, terkungkung dalam bayang -bayang kemiskinan.

Khilafah yang akan mempersatukan umat Islam di dunia. Karena sejatinya umat Islam diikat oleh satu akidah.Hal ini bisa kita lihat dari fakta sejarah Islam bagaimana tatkala kekhalifahan Turki Utsmani
membantu Kesultanan Aceh yang mendapatkan bantuan dari Turki Utsmani dengan mengirim 15 kapal perang kecil dan 2 kapal perang besar pasukan militer dan perlengkapan ke Aceh darussalam dalam melawan Portugis .
Patut dipahami bahwa negeri ini bisa merdeka berkat pekikan jihad dari para ulama yang notabene mereka adalah utusan dari khilafah yang menyebarkan Islam di Nusantara.

Khilafah akan membebaskan umat Islam dari kungkungan sistem liberalisme yang memandang kebebasan tiada batas . Paham liberalisme telah merusak sendi sendi kehidupan Islam.
Menganggap yang haram menjadi halal , sementara yang halal di anggap haram dengan berbagai apologi yang ngawur.
komnas-perempuan-desak-sahkan-ruu-pks-sebelum-ruu-kuhp
( nasional.tempo.co 28/08/2020)

Bahkan saat ini tanpa khilafah mereka dengan tanpa malu melakukan berbagai hinaan terhadap ajaran Islam. Melakukan penghinaan terhadap Rasulullah saw tanpa merasa berdosa.

Tanpa khilafah sumber daya alam di negeri -negeri muslim tak terkecuali di rampas atas nama UU seperti UU minerba, UU Kelistrikan,UU cipta kerja ,dan berbagai UU yang hanya menguntungkan para kapitalis.

Betapa kita umat Islam akan terus tertindas, terhina, terjajah tanpa keberadaan khilafah. Oleh karena itu tegaknya khilafah menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh umat Islam dan hal yang mendesak untuk Nusantara serta dunia.

Menjadi sebuah renungan bagi kita tentang hadis Rasulullah saw.

من مات و ليس في عنقه بيعة مات ميتة جا هلية

“Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat kepada (imam/khalifah), maka ia mati jahiliah. ” (HR.Muslim)

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author