30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pengangguran dan Kemiskinan dalam Pandangan Islam

Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member AMK

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019, Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan angka pengangguran terendah di Jawa Barat (Jabar), setelah Kabupaten Pangandaran. Yakni mencapai 5,48% atau menurun 4,94% dari tahun 2010 yang mencapai 10,42%.

Dilansir oleh galamedia.com, Kamis (27/08/2020), Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menuturkan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya menurunkan tingkat pengangguran. Salah satunya melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah.

“Tak hanya itu, kami juga melakukan kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dalam bidang ketenagakerjaan. Dari tahun 2012, kami telah mengirim lebih dari 300 orang tenaga kerja asal Kabupaten Bandung untuk bekerja di sana,” ucapnya saat menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Kerja Forum Human Resource Department (HRD) di Grand Sunshine Hotel and Convention, Soreang, Kamis 27 Agustus 2020. Pada kesempatan tersebut, dirinya mengapresiasi kinerja HRD sebagai center of activity (pusat kegiatan) di perusahaan, terutama dalam menjaga kondusifitas di masa pandemi Covid-19.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja HRD yang tetap menjaga kondusifitas serta keharmonisan hubungan industrial, baik antara pekerja dan perusahaan, maupun perusahaan dengan pemerintah daerah,” ungkap Dadang Naser. Tak lupa, ia juga berterimakasih kepada forum HRD yang telah Sabilulungan mewujudkan tatanan pembangunan di Kabupaten Bandung, khususnya dalam peningkatan investasi dan daya saing.

“Perlu diketahui, sampai saat ini total investasi PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMD (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang masuk Kabupaten Bandung mencapai Rp. 23 triliun. Naik 23,48% atau melebihi target kenaikan investasi Kabupaten Bandung yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 10 %,” terang Dadang.

Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung H. Rukmana menyatakan, Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah di Jabar yang memiliki forum HRD yang terkoordinasi dengan baik.

“Dengan adanya apresiasi dari Pak Bupati serta Pemerintah Provinsi Jabar, kami berharap forum HRD ini dapat melahirkan komitmen untuk mewujudkan hubungan industrial yang semakin harmonis dan dinamis. Yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan tenaga kerja di Kabupaten Bandung,” pungkas Rukmana.

Menurunnya angka pengangguran lantas membuat kita bangga, sungguh sikap yang kurang tepat. Karena seharusnya rakyat kita sejahtera dengan kekayaan alam yang kita miliki. Namun faktanya, masih banyak orang yang miskin, kelaparan, gelandangan, bahkan pengangguran. Disebabkan negara abai akan pemenuhan hak-hak dasar rakyatnya. Di sistem yang diadopsi negara saat ini, yaitu kapitalis-sekularis maka tidak heran yang terjadi pada rakyat adalah kesengsaraan dan kezaliman.

Karena untuk mengatasi masalah ini semua, pemerintah memiliki peran yang besar. Namun dalam kenyataannya, program yang dijalankan oleh pemerintah belum mampu menyentuh akar pokok yang menimbulkan masalah kemiskinan ini.

Untuk itu kiranya pemerintah perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat. Tetapi tidak demikian dengan kenyataannya.

Permasalahan yang menimpa umat, merupakan permasalahan yang diciptakan oleh sistem kapitalisme, liberalisme, dan sekularisme. Sistem inilah yang membuat kekayaan milik rakyat dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang, yang mengakibatkan jutaan rakyat terhalang untuk menikmati hak mereka atas sumber kekayaan yang sejatinya itu adalah milik rakyat.

Tetapi Islam mempunyai cara untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Pertama, Allah Swt. memerintahkan setiap muslim yang mampu untuk bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Sebagaimana Firman Allah Swt:
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah:233).

Kedua, Allah Swt. memerintahkan kaum muslim untuk saling memperhatikan saudaranya yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan. Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah beriman kepadaku siapa saja yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan, padahal ia tahu.” (HR. at-Thabrani dan al-Bazzar).

Ketiga, Allah Swt. memerintahkan penguasa untuk bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyatnya, termasuk menjamin kebutuhan pokok mereka. Rasulullah saw bersabda:

“Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR. al-Bukhori, Muslim dan Ahmad).

Keempat, negara menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

Dahulu di Madinah, sebagai kepala negara, Rasulullah saw menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya dan menjamin kehidupan mereka. Saat menjadi khalifah, Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab biasa memberikan insentif untuk setiap bayi yang lahir demi menjaga dan melindungi anak-anak. Atau Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang membuat kebijakan pemberian insentif untuk membiayai pernikahan para pemuda yang kekurangan biaya. Dan pada masa kekhalifahan Abbasiyah dibangun rumah-rumah sakit lengkap dan canggih pada masanya, yang melayani rakyat dengan cuma-cuma.

Hal di atas hanyalah sekelumit peran yang dimainkan penguasa sesuai dengan tuntunan syariat Islam untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya. Karena itu saatnya kita campakkan sistem selain Islam yang telah terbukti mendatangkan musibah demi musibah kepada kita. Sudah saatnya kita kembali pada syariat Islam yang berasal dari Allah Swt. Hanya syariat-Nya yang bisa menjamin keberkahan hidup manusia. Lebih dari itu, penerapan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan adalah wujud ketakwaan yang hakiki kepada Allah Swt.

Wallahu a’lam bishshawaab

About Post Author