06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Perempuan Dalam Genggaman Kapitalisme

Oleh: Marita Handayani | Ibu Rumah Tangga & Pengemban Dakwah

Dikutip dalam pikiranrakyat.com (17/08/2020), menyatakan bahwa perempuan memiliki peranan penting dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Akan tetapi kenyataannya, masih banyak perempuan yang “tidak berdaya” karena kemiskinan dan kebodohan tersebut.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Ina Primiana, mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan wanoja (perempuan) Sunda agar mampu menjadi ibu peradaban, sehingga akan memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

Pertama, dengan terus melanjutkan pendidikan. Saat ini, kata Ina, rata-rata perempuan di Jawa Barat, hanya lulusan SD dan SMP.
Kedua, hindari meninggalkan keluarga untuk bekerja.
“Tidak sedikit yang meninggalkan keluarga untuk bekerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tapi pekerjaan yang dilakukan seperti menjadi asisten rumah tangga. Lebih baik tetap berada bersama keluarga,” ucapnya saat menjadi keynote speaker, sawala daring Sawala Aksi Wanoja Sunda (Sawanda) pada Senin, 17 Agustus 2020.

Menjadi “Ibu Peradaban” memang lekat kaitannya denga perempuan. Entah itu wanita karir atau yang hanya di rumah saja menjadi ibu rumah tangga. Namun saat ini peran ibu peradaban seolah menjadi hal yang tidak mudah. Karena tingginya tingkat kemiskinan dan kebodohan.

Kemiskinan dan kebodohan sejatinya akan mendorong perempuan untuk melahirkan generasi kapitalis. Adapun kapitalis hanya melihat sosok perempuan dari segi materi saja. Maka dalam pemecahan masalah kehidupan, kapitalis menggiring perempuan untuk bekerja dengan menyamaratakan derajat nya dengan laki-laki. Hal itu sama saja dengan membawa petaka pada negeri.

Dari rahim seorang perempuan lahir sebuah generasi. Generasi yang kelak akan membangun peradaban di masa depan. Tetapi akan berbeda hasilnya jika yang di emban adalah sistem kapitalisme. Seorang perempuan akan memandang kehidupan hanya sebagai sarana untuk mencari materi semata. Memiliki pendidikan tinggi hanya demi materi dan derajat di kalangan masyarakat.

Berbeda dengan perempuan yang melahirkan generasi Islami. Darinya lahir keturunan yang senantiasa akan di bekali kepribadian Islam. Senantiasa mengenalkan adab Islam dan setiap jengkal hidup nya tak akan disii dengan kesia-siaan duniawi. Seperti salah satu sahabat Rasulullah Saw., Khansa binti Amru. Dia merelakan ke empat anaknya syahid di medan jihad semata-mata ingin mendapatkan Ridho dari Allah Swt. dengan perantara anak-anak yang Allah Swt. amanahkan pada dirinya.

Pendidikan memang lah penting, tapi sungguh keliru jika memiliki keturunan hanya ingin mendapatkan materi dan di pandang agung oleh sesama makhluk. Apalagi sebagai perempuan yang jumlah nya saat ini lebih banyak dibanding laki-laki, seharusnya dapat lebih menjunjung tinggi nilai kemuliaan dengan ilmu yg bermanfaat untuk bekal generasi yg akan datang.

Sejatinya, hanya Islam yang mampu memuliakan perempuan di dalam kehidupan. Islam menempatkan perempuan sesuai fitrahnya. Islam pun yang menempatkan perempuan sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia.
Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist:

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr)

Wallahu’alam Bishawab.

About Post Author