25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Karantina Wabah Sebuah Kemustahilan di Demokrasi

Oleh:Wida Ummu Azzam

Indonesia sedang dilanda nestapa di mana angka kasus covid- 19 semakin hari semakin memperihatinkan. Bagaimana tidak alih-alih ingin membangkitkan ekonomi dengan diterapkan program new normal life justru pada akhirnya semakin banyak kasus dan menelan korban bahkan semakin sulit dikendalikan.

Pada akhirnya kebijakan PSBB pun di berlakukan kembali seperti DKI jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang pasien Covid-19 di Ibu Kota melakukan isolasi mandiri di rumah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya masih menggodok regulasi larangan isolasi mandiri.

Terkait lokasi isolasi, Riza mengatakan Pemprov DKI sudah menyiapkan opsi, yakni di Gelanggang Olahraga (GOR). Menyusul, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sudah menipis.

Bahkan Anies memutuskan untuk PSBB Total, Komnas PA Serukan Perlindungan Anak-anak Jakarta

“Bisa di GOR atau tempat lain,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/9/2020).(AKURAT.CO 04/09/2020)

Pemerintah DKI Jakarta akan meniadakan isolasi mandiri khusus bagi pasien positif Covid-19 bergejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).

Mereka harus menjalani isolasi di tempat yang disediakan pemerintah, baik rumah sakit, Wisma Altlet, dan lokasi lainnya, bukan di rumah masing-masing.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya tengah menggodok aturan untuk mengisolasi orang di tempat milik pemerintah.

“Sedang disiapkan regulasinya bahwa isolasi mandiri itu dikelola oleh pemerintah sehingga lebih efektif dalam memutus mata rantai Covid-19,” kata Anies dalam rekaman suara yang diberikan Humas DKI, Selasa, 1 September 2020.

Menurut dia, tidak semua orang yang terinfeksi virus corona dapat mengisolasi diri dengan baik di rumah. Anies ragu pasien bisa disiplin dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang protokol kesehatan selama isolasi.

Mereka yang dianjurkan isolasi mandiri di fasilitas milik pemerintah hanya penduduk di permukiman padat. Sementara warga yang rumahnya cukup memadai bisa isolasi mandiri di tempat masing-masing.

Namun, ke depannya ketentuan ini tak lagi berlaku. “Ke depan semua akan diisolasi di fasilitas milik pemerintah,” ucap dia.

Jajaran pemerintah DKI di tingkat kota pun tengah menyiapkan balai isolasi komunal untuk pasien bergejala ringan atau OTG. Sejak beberapa bulan lalu, DKI sudah menyediakan ruang isolasi di 110 titik.(TEMPO.CO 05/09/2020)

Anehnya , rencana pemerintah DKI mengkarantina semua warga positif covid, dianggap opsi buruk karena menabrak realita kegagalan pemerintah menyiapkan tenaga medis, anggaran, dan fasilitas kesehatan.

Padahal secara logis inilah pilihan terbaik yang semestinya diambil sejak awal utk menghentikan sebaran virus.

Pandangan Islam

Islam sedari awal memiliki solusi jitu untuk mengatasi wabah ini sedini mungkin ketika awal mula virus itu ada, yaitu memisahkan orang yang sehat dan yang sakit.

Apabila sudah terlalu banyak yang terjangkit maka diterapkanlah lockdown bagi daerah yang terdampak,sesuai dengan sabda Rasulullah saw.

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Sebaliknya jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu” (HR. Al-Bukhari).

Karantina wilayah direkomendasikan dalam Islam, seharusnya kewajiban negara menyediakan semua fasilitas dan sarana bisa diwujudkan dengan sumber anggaran yang ditetapkan syara.

Hal ini pun bisa dilakukan oleh negara kita apalagi Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah pasti akan mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya ketika pandemi.

Masalahnya kekayaan alam Indonesia di privatisasi oleh asing yang akhirnya negarapun mandul untuk mengayomi rakyatnya.

Kapitalisme demokrasi adalah akar masalah sesungguhnya. Karena kapitalisme-demokrasi menjadikan materi di atas segala-galanya. Sistem ini lebih mementingkan ekonomi dibanding nyawa rakyatnya. Kapitalisme-demokrasi sudah terbukti gagal mengatasi pandemi. Kebijakan new normal life yang diterapkan pun justru semakin membuat nestapa negeri ini karena pandemi.

Sudahlah negeri ini nestapa karena kekayaan alam negeri ini dirampok, ditambah lagi dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkan selalu mengikuti lembaga-lembaga pro asing. Pada akhirnya menambah rentetan kesengsaraan.

Sampai kapan hal ini akan terus terjadi ?

Yang ujungnya rakyatlah yang terkena dampaknya,sudah saatnya campakkan kapitalisme-demokrasi yang telah terbukti kerusakan dan kegagalannya.
Saatnya kembali kepada Islam solusi atas negeri yang sudah terbukti 14 abad yang lalu.

Wallahu’alam bishshawab.

About Post Author