06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

HUKUM BISA TEGAK BERDIRI KARENA IM- TAQ PARA PENEGAK HUKUM (by : Ibet)

Pincang dan buta nya hukum di negara kita semakin mengiris segala bentuk kebenaran yg tersembunyi dibalik ketidak adilan hasil proses penetapan keputusan hukum berbagai kasus yg telah terjadi pada tiap dekade pemerintahan yg sudah 7 kali kepemimpinan di negara kita. Hukum hanya sebagai alat yg dapat di manipulasi saja. Bahkan banyak kasus yang diabaikan tanpa ada tindakan, juga ada tindak lanjut namun tidak benar dan adil prosesnya. Di negara kita hukum sering dipergunakan sebagai bagian objek pemuas kejahatan hingga kapasitas hukum di mata masyarakat sangat rendah karena lebih berat sebelah timbangannya karena sudah dapat diperjual belikan dari, oleh, dan untuk para penguasa, pembesar jahat, atau kelompok berkepentingan saja. Sehingga Hukum hanya seolah milik mereka saja dan menyingkirkan kaum minoritas yang terpaksa harus mengalah karena kurangnya kekuatan materil, dan adapun kekuatan moril telah dapat di beli hingga hanya dapat diam seribu bahasa menerima keputusan, yang sebenarnya menderita dan kian membawa petaka bagi keluarganya dan dirinya sendiri/di suap.
Inilah kondisi hukum di negara kita kini.
Dalam hal ini kita harus menyalahkan siapa? Apakah karakter atau jiwa penjilat dari si penegak hukum tersebut?, atau sistem rapuh yg dimiliki hukum kini?.
Tidak sedikit para penegak hukum dari Pengacara, Jurnalis, Aktifis, Polisi, TNI di negara kita yang Jujur Benar dan Adil malah disingkirkan, ditangkap, di bunuh bahkan di tenggelamkan tanpa kabar berita hingga sekarang. Karena bagi kelompok berkepentingan khusus merupakan ancaman bagi mereka,.
Bahkan dibiarkan begitu saja tanpa dukungan secara moril dri pihak lainnya (dari unsur para penggerak masa, aktifis, tokoh dsb) karena kerdilnya pemikiran mereka yang hanya mengandalkan rasa takut saja kepada rezim. Dari Kasus ke kasus hanya disuguhkan sebagai konsumsi publik semata, dan hingar bingar pendapat/komentar hanya dijadikan sumber buah pemikiran busuk bahkan sebagai jalan atau alat adu domba masyarakat, ras dan antar pemeluk agama melalui buzer buzer lapar yg mereka bayar utk menggiring opini serra pengalihan isyu saja. Dan itulah sebagai bukti ternyata pemerintah sekarang sangat minim konsep untuk menjalankan perkembangan hukum sesuai konstitusi juga perkembangan banyak bidang lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Disinilah kita perlu lebih berpikir cerdas dalam iman dan taqwa sebgai hambaNya yg berpikir dan sebagai masyarakat dibawah kepemimpinan penguasa pemerintah rezim sekarang, agar dapat lebih menyikapi setiap dampak kondisi permasalahan yang menurut pendapat saya secara obyektif dalam konsep pemahaman pengembangan pemikiran Theory ESM OST- JUBEDIL, , Ada 2 kondisi munculnya sebuah proses terjadinya dampak sebuah permasalahan, yaitu : 1). Terjadi secara alami dalam kekuatan keseimbangan iman, Taqwa, Ilmu dan amalan.
2).Terjadi secara dipaksakan dengan ketidak seimbangan Iman, ilmu dan amalan.
Kondisi dampak permasalahan yang terjadi secara alami adalah satu permasalahan yang dapat terjadi setelah melalui berbagai upaya manusia sebagai proses kewajiban berikhtiar dalam mencari jalan keluar permasalahan, dengan sadar dan yakin akan ketentuan ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, dari apapun hasil yg di dapat, dan itulah yang dinamakan takdir. Dengan demikian akan melahirkan banyak hikmah kemudian sehingga ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA secara langsung atau tidak langsung memberi kita pelajaran/ibroh untuk dapat berpikir lebih baik dan benar secara objektif, sistematis juga toleran untuk menjadikan kita manusia yg lebih Jujur, Benar Adil dalam segala gerak, langkah dan tujuannya sebagai hikmah pembelajaran terbesar untuk lebih menambah keiimanan dan ketaqwaan kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA.
Sedangkan dampak permasalahan yang dipaksakan dapat terjadi dari dasar kelalaian atau kecerobohan akibat niat dan tujuan jahat manusia itu sendiri yang mengabaikan peringatan serta perintah ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA dalam segala FirmanNya dalam Alqur’an dan tauladan penyampai ajaran kepada semua UmatNya melalui Rosulullooh Sholalloohu Alaihi Wasallaam, Nabiyanaa Habibanaa Muhammad Sholalloohu Alaihi Wasallam, yang sebenarnya harus menjadi pedoman hidup dalam landasan berpikir dan berbuat dalam merealisasikan gerak langkah tujuannya.

QS (3) Al- Imron ayat 21 – 22 : yang artinya :
Sesungguhnya orang orang yang mengingkari ayat ayat ALLOH dan membunuh para Nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih

Mereka itulah orang orang yang sia sia pekerjaannya di dunia dan di akherat, dan mereka tidak memperoleh penolong

Saudaraku semua yang di Rahmati ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, oleh karena itu inti dari sumber permasalahan hukum di negara kita tidak dapat berjalan baik dan benar karena kebanyakan para penegak hukum di negara kita belum bisa membawa ruh keimanan dan ketaqwaan dalam tugasnya sebagai penggerak kebenaran, sehingga hukum menjadi bias dan sistem kian menjadi rapuh mudah di obok obok sehingga tidak sesuai lagi konstitusinya. Bahkan hukum di negara kita lebih banyak berpihak pada kekuasaan, jabatan dan uang, itu lah mengapa sy mengatakan hukum di negara kita itu buta akan kebenaran.
Percayalah saudaraku, hanya hukum ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA yang akan tetap berdiri tegak untuk dapat kita jadikan sumber kekuatan jalannya hukum di negara kita yang berangkat dari diri kita sendiri, yaitu, jajaran para penegak hukum yang bekerjasama dengan masyrakat semua sbagai sosio kontrol jalan dan tegaknya hukum di negara kita, Insya ALLOH atas Izin ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA semua kan dapat terwujud. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

QS. (3) Al- Imron ayat 13 : yang artinya :
Sungguh telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap hadapan, satu golongan berperang di jalan ALLOH, dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. ALLOH menguatkan dengan pertolonganNya bagi siapa yang dia kehendaki. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).

Semoga ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA melindungi para penegak hukum dan masyarakat Indonesia yang senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya, sehingga hukum dapat di tegakkan sebenar benarnya dan seadil adilnya sehingga melahirkan para generasi yang bertaqwa, menjunjung tinggi serta patuh pada nilai Syari’at Islam dengan jiwa nasionalis menjalankan hukum, undang undang negara sesuai konstitusi yang telah lama disepakati para tokoh bangsa terdahulu di negara kita, sehingga INDONESIA BERTAQWA. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.
Akhir kata, TETAP TOLAK DAN CABUT RUU HIP/BPIP DAN KEMBALI PADA UU ASLI 18 AGUSTUS 1945′ !!! TETAP GAUNGKAN LEBIH KERAS TRITURA !!!
ALLOOHU AKBAR !!!
“SEMANGAT SELALU PARA PETARUNG SEJATI INDONESIA !!!”

DPC PPMI TASIK RAYA

JUM’AT/19 SEPTEMBER 2020

About Post Author