25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

By : Ummu Aisyah

STPKU Rancaekek Bandung, adalah sekolah para penghafal Al-Qur’an. Dimana keseharian santrinya sangat lekat dengan Al-Qur’an. Pelajaran Al-Qur’an merupakan pelajaran terlama dalam perharinya. Diharapkan pribadi santrinya sesuai dengan Al-Qur’an yang dibaca dan diamalkan. Dengan pola pembelajaran talaqiyan fikriyan.

Ayah bunda, perlu diketahui. Walaupun demikian, tentu tidak semua anak hafalan Al-Qur’an-nya merata. Semua itu kembali kepada kemauan dan kemampuan anak. Tugas guru membimbing memotivasi dan mengarahkan. Agar target santri tercapai. Apakah target itu bisa tercapai semua? Wallaahu a’lam, hanya Allah Swt. yang mengabulkan. Berbarengan dengan upaya dari santri dan orang tua yang bersinergi dengan sekolah.

Ayah bunda, jika hafalan Al-Qur’an putra putrinya belum sesuai target. Insya Allah ananda memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh anak lain di luar sana. Anak-anak kita tetap qurrota a’yun. Mari simak sedikit cerita dari salah satu orang tua.

“Saya salut dengan anak saya tadi malam. Saya membeli makanan dari Fulanah yang notabene non muslim. Anak saya itu, biasanya mau makan apa saja yang disiapkan orang tuanya. Untuk makanan yang saya beli ini, anak saya cuek saja. Tanpa memperdulikan makanan itu sedikitpun, melirik pun tidak. Ternyata setelah saya selesai makan. Dia mengatakan, “Takut tidak halal”. Sontak saya terkejut. Tanya saya, mengapa berkata begitu?, “Lihat saja yang jualnya non muslim”. Kemudian saya katakan kepada anak saya, “Saya sudah tanya dia nak! apakah halal atau tidak, apakah dia suka masak babi atau tidak, dan Fulanahnya mengatakan “ini halal dan saya tidak memasak babi”. Tapi anak saya tetap saja dengan prinsipnya. Ujarnya “Demi kehati-hatian, bagi saya subhat”. Ada rasa syukur yang mendalam bagiku sebagai orang tua. Ilmu yang anak saya dapatkan di sekolah, membentuk karakternya menjadi pribadi yang begitu berhati-hati. Masya Allah. Inilah sedikit ungkapan dari ibunda Danu. Masya Allah tabarakallah. Ini bukan dalam rangka su’udzan kepada non muslim, hanya sebatas kehati-hatian seorang anak yang belum baligh. Namun, sudah belajar memilah dan memilih makanan halal dan thayyib(pen). Demikian ekspresi Muaz di jaman milenial.

INI KISAH MUAZ DI MASA RASULULLAH SAW

Muaz bin Jabal lahir di Yastrib (Madinah). Ia mempunyai keistimewaan sebagai seorang yang sangat pintar dan berdedikasi tinggi. Dari segi fisik, ia gagah dan perkasa. Allah juga mengaruniakan kepadanya kepandaian berbahasa serta tutur kata yang indah.

Muaz bin Jabal memeluk Islam sejak ia masih kecil. Ia menyatakan Islam melalui Mus’ab bin Umair, yang diutus oleh Rasulullah saw. ke Madinah untuk mengajar penduduk di sana.

Muaz termasuk di dalam rombongan yang berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang bersumpah setia (bai’at) kepada Nabi Muhammad saw. Setelah mengucapkan sumpah setia, tak lama Muaz kembali ke Madinah sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Ia berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat yang terkemuka seperti misalnya Amru bin Al-Jamuh.

Pada waktu Nabi saw. berhijrah ke Madinah, Muaz senantiasa berada bersama dengan Rasulullah sehingga ia dapat memahami Alquran dan syariat-syariat Islam dengan baik. Hal tersebut membuatnya di kemudian hari muncul sebagai seorang yang paling ahli tentang Alquran dari kalangan para sahabat.

Muaz adalah orang yang paling baik membaca Alquran serta paling memahami syariat-syariat Allah. Oleh sebab itulah Rasulullah memujinya dengan bersabda, “Yang kumaksud umatku yang paling alim tentang halal dan haram ialah Muaz bin Jabal.” (HR Tarmizi dan Ibnu Majah). Selain itu, Muaz merupakan salah satu dari enam orang yang mengumpulkan Alquran pada zaman Rasulullah.

‘Dipamiti’ Nabi saw.

Setelah peristiwa pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah), maka masuk Islam-lah seluruh penduduk setempat. Seiring waktu, mereka memerlukan tenaga-tenaga pengajar yang tetap tinggal bersama penduduk untuk mengajarkan syariat agama Islam.

Rasulullah saw. lantas menyanggupi permintaan tersebut. Beliau meminta antara lain supaya Muaz bin Jabal tinggal bersama dengan penduduk Makkah. Ia ditugaskan untuk mengajar Alquran dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai agama Allah Swt.

Sifat terpuji juga jelas terlihat manakala rombongan raja-raja Yaman datang menjumpai Rasulullah saw. guna meng-isytihar-kan keislaman mereka. Pemuka Yaman itu meminta kepada Nabi saw. agar supaya mengantarkan kepada mereka tenaga pengajar. Maka, Rasulullah saw. memilih Muaz bin Jabal untuk memenuhi tugas itu bersama-sama dengan beberapa orang sahabat lainnya.

Muaz dipilih menjadi ketua rombongan para sahabat tersebut. Beberapa saat sebelum rombongan pergi, Rasulullah saw. keluar untuk mengucapkan selamat jalan kepada mereka.

Lantas, beliau mewasiatkan kepada Muaz: “Wahai Muaz! Kemungkinan kamu tidak akan dapat bertemu lagi dengan aku selepas tahun ini malah mungkin juga selepas ini kamu akan melalui masjid dan kuburku ….”

Sontak saja, Muaz menangis. Ia terlalu sedih membayangkan berpisah dengan Rasulullah saw. Selepas peristiwa tersebut, ternyata benar. Nabi saw. wafat, sedangkan Muaz tidak lagi dapat menjumpai beliau.

Semoga Danu menjadi pribadi shalih. Diberikan rizki berupa ilmu paham. Mampu membedakan antara halal dan haram dengan jeli. Semoga Allah melindungimu selalu shalih🥰😘🤗

Ayah bunda, mari kita dawamkan doa ini :

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S.25:74)

Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin

About Post Author