23/10/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Ulama Terancam Dalam Sistem Kapitalis

Oleh: Devi Aryanti | Ibu Rumah Tangga

Baru baru ini sedang ramai pemberitaan tentang ulama yang menjadi korban penusukan oleh orang yang tidak di kenal (orang gila). Ada beberapa pihak yang mengencam atas perbuatan keji ini, salah satunya adalah Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan kecaman keras terhadap kejadian penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber. Zulhas, sapaannya, menilai tidak mungkin kejadian penusukan itu dilakukan oleh orang gila.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun meminta pihak aparat agar mengusut tuntas kasus tersebut. Zulhas menduga bisa jadi peristiwa tersebut dilakukan secara terencana.
“Mengecam keras penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Saya meminta aparat untuk mengusut tuntas motif di balik penusukan ini. Sangat mungkin ini kejadian terencana dan rasanya tidak mungkin dilakukan orang gila/tidak waras,” ujar Zulhas melalui akun twitter terverifikasinya pada Ahad (13/09/2020) malam pantauan hidayatullah.com. Kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber jadi trending topic nasional.
“Saat ke Lampung kemarin kami sempat bertemu di Bandara. Beliau sangat antusias menceritakan rencananya 3 hari berada di Lampung untuk safari dakwah. Kita doakan bersama semoga Syech Ali Jaber segera sembuh dan pulih untuk melanjutkan tugas mulianya menyampaikan syiar Islam. Amiin,” tulisnya.
Syekh Ali Jaber menambahkan, bahwa sebenarnya sasaran pembunuh itu adalah bukan menusuk lengannya. ” Sebenarnya sasarannya leher, ada live nya di FB. Tangannya dari atas ke bawah,keras. Qadararullah dengan takdir Allah, Allah gerakkan tangan saya untuk melawan,” sambungnya.
Sehinggga, pisau yang ingin ditusukan ke leher tersebut, kata Syekh Ali, akhirnya mengenai otot. “Saya lawan lagi, karena dia ingin menarik pisaunya dan ingin tusuk lagi, tetapi pisau tersebut patah. Saya lepas sendiri,” ucapnya.
Akibat tusukan itu, pria berusia 44 tahun tersebut mendapat luka jahitan di lengan. “Lukanya cukup dalam, jahitan di dalam enam jahitan dan luar empat jahitan. Alhamdulillah Ana bi khair,“ pungkasnya.
Dan kejadian ini bukan satu satunya, bahkan sebelum dan sesudah kejadian ini ada lagi yang menjadi korban ulama lainnya, sungguh miris dengan negri yang mayoritas muslimnya banyak bukan menjaga ulama sebaik mungkin malah ingin membantai atau menghabisi ulama. Astagfirullah
Dan ada pendapat dari Mahfud MD: “Pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi munkar. Dan Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era COVID-19,” Tapi pernyataan itu tidak menjadi parameter perlindungan terhadap ulama yang melakukan tugas dakwah. Karena fakta justru menegaskan, banyak ulama dipersekusi karena mendakwahkan Islam dan mengoreksi praktik kezaliman rezim.
Semua Ulama bukan hanya membutuhkan perlindungan dari teror/ancaman fisik saat berdakwah. Namun lebih besar dari itu juga membutuhkan sistem yang kondusif agar dakwahnya bisa menghantar pada kesadaran utk Islam kaffah. Kebijakan sertifikasi menghalangi terwujudnya itu. Maka dari itu dengan menegakkan sistem Islam secara Kaffah para ulama akan di lindungi oleh negara, jangan kan ulama para rakyat biasa pun akan terlindungi oleh negara karena dalam Islam nyawa seseorang itu sangat berharga beda dengan sistem sekarang ini.
Wallahu’alam Bi Shawwab.