25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

DPP PPMI : Omong Kosong ..!! RUU Omnibuslaw mampu memperbaiki Perekonomian Indonesia

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia 1 bulan terakhir ini ditengah wabah Covid 19 kembali mencuat dengan diberlakukannya PSBB oleh Gubernur DKI, yang tentu saja akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia, sesuai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani di media bahwa Indonesia sudah memasuki masa resesi ekonomi pada kwartal 1 dan 2 Karena pertumbuhan ekonomi kita sudah minus 1 Persen hal senada juga sudah disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data analisis pihaknya perekonomian Indonesia pada kuartal III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV, yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.

Kondisinya justru yang sekarang ini terjadi di masyarakat adalah adanya penurunan pendapatan bagi semua kelompok masyarakat dan kelompok usaha. jika pendapatan turun, daya beli turun, otomatis banyak PHK massal, Rakyat Miskin bisa mencapai 180jt Jiwa dan pengangguran meningkat tajam, tugas pemerintah dan legislative seharusnya berupaya semaksimal mungkin menghidupkan gairah pertumbuhan ekonomi dengan membuat kebijakan yang pro rakyat bukan dengan membahas terus RUU Omnibuslaw menjadi Undang-undang ditengah pandemic Covid 19, DPR RI seakan-akan memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada hari ini.

OMONG KOSONG..!!! kalo RUU Omnibuslaw dapat menjadi solusi perekonomian bangsa justru sebaliknya bahwa RUU Omnibuslaw yang bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 tidak akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia disaat resesi ekonomi saat ini, justru sebaliknya akan semakin membuat perekonomian kita semakin terpuruk dan semakin menambah julah rakyat miskin.

Kami Persuadaraan Pekerja Muslim Indonesia akan turun aksi besar-besaran bersama rekan-rekan aliansi Barisan Oposisi Merah Putih untuk melakukan penolakan RUU Omnibuslaw, RUU HIP dan juga meminta kepada seluruh bangsa Indonesia agar kembali kepada UUD 1945 Asli, karena UUD 1945 palsu yang berlaku saat ini adalah biang kerok dari semua permasalahan bangsa kita hari ini, tegas Daeng Wahidin Presiden PPMI.

Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi saat ini, membuat masyarakat kita frustasi terhadap masa depan bangsa indonesia sudah sampai kepada titik nadirnya, PHK massal terjadi dimana-mana, Masyarakat sulit cari makan, koruptor semakin merajalela, mafia cukong penghisap kekayaan Negara makin merajalela, keadilan hanya buat yang berkuasa dan kaya raya.

Semakin hari semakin banyak kaum pekerja Tidak bersimpati lagi dengan Anggota DPR RI karena kaum pekerja mempertanyakan arogansi DPR RI yang ngotot membahas RUU Omnibuslaw ditengah penanggulangan bencana COVID-19 yang saat ini dilakukan semaksimal mungkin oleh semua pihak baik pemerintah, Tim Medis dan masyarakat bekerja keras melawan penyebaran Wabah Covid 19 ini. Kengototan rencana DPR melanjutkan pembahasan RUU Omnibuslaw ini menunjukkan sikap wakil rakyat kita yang tidak berempati dengan adanya pandemi ini atau dapat dikategorikan tidak mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan perluasan penyebaran COVID-19 melalui pembatasan sosial berskala besar,” Ungkap Zulkhair Sekjend DPP PPMI

Dia pun melihat jika nantinya pembahasan RUU ini tidak akan optimal malah menimbulkan kegaduhan baru, Hampir seluruh serikat pekerja yang ada sudah dari awal menolak tegas RUU ini karena hanya menyengsarakan rakyat, Anggota DPR RI kita sudah buta dan tuli karena terus Memaksakan Pembahasan RUU Cilaka tersebut, hanya untuk memuaskan nafsu dan kepentingan kaum pemodal dan kroco-kroconya, bukan untuk kepentingan rakyat. Maka dari itu walaupun DKI Jakarta tetap memberlakukan PSBB kami tegaskan bahwa DPP PPMI siap melakukan aksi unjukrasa di DPR RI menolak RUU omnibuslaw ini, RUU Omnibuslaw ini jelas mengancam masa depan Pekerja Indonesia, Dunia Usaha kaum Pribumi dan Perekonomian bangsa Indonesia kedepan, memangnya bangsa ini mau dibawah kemana oleh para koboi-koboi senayan itu, jelasnya.

About Post Author