26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

GENERASI YANG DICINTAI ALLOH SEBAGAI KEKUATAN PERGERAKKAN ISLAM MENGHADAPI POLEMIK KEKINIAN DALAM CENGKRAMAN STRATEGI PEMBUNUHAN KARAKTER DAN PEMBODOHAN (by : Ibet)

Terdapat pelajaran sangat berarti sebagai hikmah dari kondisi tragis negara kita kini. Saya bilang tragis disini karena sangat banyak kejadian yang terjadi karena ulah manusia para penguasa negri yang berkepentingan, baik secara langsung atau tidak langsung, dan di akui atau tidak.

Dengan demikian melalui sistem politik yang mereka miliki sebagai tujuan keji dibalik topeng bangsawan dan negarawan mereka berimbas pada kehancuran tiada tara pada berbagai bidang yang ada yang sebenarnya keharusan sebagai bidang perkembangan serta kemajuan bangsa dan negara, namun malah dijadikan alat transportasi tunggangan mereka menuju tujuan mereka.

Alangkah fasik dan dzolimnya mereka, karena sebenarnya mereka mengetahui kebenaran dan mengetahui kesalahan, namun karena nafsu durjana mereka abaikan demi kepentingan mereka makanya mereka menempatkan tugas dan kewajiban dalam topeng membangun nilai kebijakan di mata dunia yang bias tergilas peradaban yg semakin tidak wajar dan konsisten dengan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dibangun sejak lama oleh para tokoh bangsa terdahulu. Karena hal itulah saya katakan negara dalam kondisi tragis.

*ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman:

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰىۤ اَبْصَا رِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ
khotamallohu ‘alaa quluubihim wa ‘alaa sam’ihim, wa ‘alaaa abshoorihim ghisyaawatuw wa lahum ‘azaabun ‘azhiim

“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 7)
JO:

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ ۗ 
yukhoodi’uunalloha wallaziina aamanuu, wa maa yakhda’uuna illaaa angfusahum wa maa yasy’uruun

“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 9)
JO:

وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
wa izaa qiila lahum laa tufsiduu fil ardhi qooluuu innamaa nahnu mushlihuun

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi! Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 11)
JO:

اَ لَا ۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
alaaa innahum humul-mufsiduuna wa laakil laa yasy’uruun

“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 12)

Saudara- saudaraku yang di Rahmati ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, ada 4 hal yang menjadi kekuatan yang dapat menggugah dan membangun perkembangan serta kemajuan bangsa dan negri kita melalui berbagai pergerakkan, yang disini sy argumentasikan sesuai persepsi Islam karena merujuk pada mayoritas penduduk Indonesia yang 85% muslim pemeluk agama Islam. Dan ke 4 sikap yang menjadi sumber kepribadian inilah, yang menjadikan generasi yang di cintai ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA untuk membangun kekuatan bangkitnya kembali Islam di negara kita yang tengah terpuruk dalam kondisi zaman yang telah mengikat erat pada kepemimpinan dari masa ke masa, hingga kepemimpinan masa sekarang yang semakin membingungkan masyarakat dan kaum pemerhati yang terus berpikir dan melakukan upaya pergerakkan demi keutuhan NKRI dan tegaknya kebenaran Syari’at Islam serta keadilan di negara kita.

1). Generasi yang Mencintai ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA dan RosulNYA serta berjihad di jalan ALLOH, melebihi kecintaanya terhadap yang lainnya.
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman dalam QS. 9, At-Taubah ayat 24 :

قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٭ِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
qul ing kaana aabaaaukum wa abnaaaukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa ‘asyiirotukum wa amwaaluniqtaroftumuuhaa wa tijaarotung takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhounahaaa ahabba ilaikum minallohi wa rosuulihii wa jihaading fii sabiilihii fa tarobbashuu hattaa yatiyallohu biamrih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

“Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

Dalam ayat ini terdapat kandungan makna yang mengikat manusia pada dua pilihan tujuan hidup, yaitu tujuan beribadah dan beramal karena ALLOH untuk mencari keRidhoan ALLOH karena kecintaan terhadap ALLOH dan RosulNya serta tujuan berjihad di jalan ALLOH atau karena hal yang lainnya tersebut dalam ayat diatas. Namun sebaliknya pada kenyataannya banyak yang lebih mencintai hal lain selain ALLOH dan RosulNya dan Jihad dijalan ALLOH. Padahal dalam ayat diatas dijelaskan kewajiban kita mencintai ALLOH dan Rosulnya serta berjihad di jalan ALLOH yang seharusnya pada urutan posisi teratas.
2). Generasi yang bersikap lemah lembut kepada sesama muslim dan bersikap keras pada kafir.


Dalam hal ini sudah jelas jika sesama muslim adalah saudara. Namun yang menjadi masalah secara realita masih banyak yang tidak peduli atas penderitaan sesama muslim, dan malah masih berpikir untuk bersikap lembut, lunak terhadap kaum kafir. Semua terdorong atas segala kepentingan terlepas dari alasan strategi atau taktik yang mereka jadikan alasan.

Dan yang pada akhirnya banyak muncul kaum munafik di ranah penguasa negri dan tokoh masyarakat yang lebih siap menerima cacian bahkan berani pasang badan karena sudah tertutupnya kebenaran pada dirinya yang telah tergantikan oleh pemenuhan segala kebutuhannya, sehingga menjadi tertutup hati, penglihatan serta pendengarannya untuk segala kebenaran yang mereka sebenarnya ketahui. Dengan demikian jika kita bersandar pada Alquran Surat ke 9, At- Taubah ayat 119:

ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa kuunuu ma’ash-shoodiqiin

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 119)

JO Qs.9, At-Taubah ayat 73, :

يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْـكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
yaaa ayyuhan-nabiyyu jaahidil-kuffaaro wal-munaafiqiina waghluzh ‘alaihim, wa mawaahum jahannamu wa bisal-mashiir

“Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 73)

Serta bersikap tegas terhadap orang- orang kafir.
Dalam QS. 9 At-Taubah ayat 123,
ALLOH SUBHANAHU WATA’Ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَا تِلُوا الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّا رِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةً ۗ وَا عْلَمُوْاۤ اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu qootilullaziina yaluunakum minal-kuffaari walyajiduu fiikum ghilzhoh, wa’lamuuu annalloha ma’al-muttaqiin

“Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertakwa.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 123)

Inilah keharusan kita bersikap keras dan tegas umat Islam yang beriman untuk dapat mempersempit ruang gerak mereka dalam melancarkan segala misi /tujuannya untuk menghancurkan Umat Islam, bangsa dan negara kita. Termasuk misi PKI, kapitalis, Liberalis yang sudah hampir mencapai keberhasilannya menguasai segala bidang di negara kita kini, dan hal tersebut teramat sangat memprihatinkan, terlepas adanya faktor kesengajaan atau tidak, faktor kebetulan atau tidak, sebagaj bukti adanya GTG (Gila Tanpa Gejala) yang di tujukan terhadap pelaku pengrusakan mesjid2, pesantren2, penganiayaan kepada para ulama dan tokoh muslim, segala fitnah terhadap ajaran Islam dan umatNya.

Pembelajaran para pelajar harus dihentikan dalam kurun waktu lama dalam masa wabah virus C19, bid.ekonomi masyarakat terjegal kondisi C19, Jalannya peribadahan harus ditutup, Sosial Distance dijadikan sekat hubungan keharmonisan masyarakat, bernafaspun dijegal masker, dan banyak hal lainnya lagi yang harus diterima semua masyarakat dengan dalih aturan keselamatan, dengan mengatas namakan tugas dan kebaikan, tetapi bertambah terus laporan angka kematian/korban C19 yang banyak diragukan kebenarannya. Namun dalam hal ini saya berasumsi INILAH INDONESIA KEKINIAN DALAM CENGKRAMAN STRATEGI PEMBUNUHAN KARAKTER DAN PEMBODOHAN GENERASI.
Semoga ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA senantiasa mengampuni semua dosa dan kekurangan/kelemahan kita semua dalam berjuang dan melindungi umatNya yang teraniaya dari segala bentuk kedzoliman. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

3). Yang berjihad di Jalan ALLOH.
Dalam Firman ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA dalam QS. As- Saff 61:Ayat 4 :

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ
innalloha yuhibbullaziina yuqootiluuna fii sabiilihii shoffang ka`annahum bun-yaanum marshuush

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. As-Saff 61: Ayat 4)

JO ayat 9 :
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِا لْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
huwallaziii arsala rosuulahuu bil-hudaa wa diinil-haqqi liyuzh-hirohuu ‘alad-diini kullihii walau karihal-musyrikuun

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.”
(QS. As-Saff 61: Ayat 9)

JO ayat 10
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَا رَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu hal adullukum ‘alaa tijaaroting tungjiikum min ‘azaabin aliim

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?”
(QS. As-Saff 61: Ayat 10)

JO ayat 11, ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman:

تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۙ 
tuminuuna billaahi wa rosuulihii wa tujaahiduuna fii sabiilillaahi biamwaalikum wa angfusikum, zaalikum khoirul lakum ing kungtum ta’lamuun

“(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,”
(QS. As-Saff 61: Ayat 11)

Pada ayat ayat tersebut diatas sangat jelas essensinya adalah anjuran untuk panggilan berjihad bagi semua orang beriman dalam upaya menegakkan kebenaran agama ALLOH, baik dengan harta, atau jiwa. Apalagi di masa pandemi sekarang saatnya kita saling membantu dengan berupa materi, tenaga ataupun segala bentuk pemikiran sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Namun hal ini masih banyak yang belum menyadari betapa penting peranan kita ditengah masyarakat dan umat lebih luas dalam urusan kepedulian. Yang pada akhirnya golongan berkepentingan bisa lebih mudah masuk menguasai dan memanfaatkan kondisi dengan topeng kebaikan dalam jubah jubah kebesaran mereka, sehingga gerakan kita tertinggal jauh kalah cepat dengan gerakkan misi mereka, melalui beberapa bantuan sosial maupun beberapa program kemasyarakatan yang bersistem praktis, mudah efisien meskipun pada dasarnya sekedar pencitraan di tengah kondisi kas negara defisit juga gonjang ganjing keprihatian kondisi ekonomi negara yang menurun.

4). Generasi yang tidak takut dengan hinaan, celaan atau ancaman selama dalam kebenaran atau tujuan di jalan ALLOH untuk mencapai RidhoNya. Dalam hal ini, sekarang sangat jelas mengapa banyak orang yg sudah berlaku tidak waras sampai tidak adil, banyak bermunculan wajah wajah kaum munafikun, karena menurut prediksi saya, sebenarnya mereka memiliki banyak faktor sebagai alasan kenapa plin plan, tidak komitmen, berdusta, bahkan tega menjual keilmuan serta aqidah yang mereka miliki, salasatunya adanya faktor kejiwaan yang tertekan, ditekan golongan berkepentingan sehingga menyebabkan ketakutan luar biasa dapat mengancam pula ketentraman juga kesejahteraan hidupnya. Karena mereka akan terus melakukan hal apa saja untuk dapat mencapai tujuannya.
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman dalam QS. As- Saff, 61 ayat 8, yang artinya adalah : Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) ALLOH dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, tetapi ALLOH tetap menyempurnakan cahayaNYA meskipun orang- orang kafir membencinya.
Essensi dari ayat tersebut adalah upaya orang- orang kafir yang akan terus berusaha dengan berbagai cara mereka untuk menghancurkan agama Islam baik secara ajarannya ataupun umatnya.
Adanya kasus penistaan agama, diskriminasi pendidikan Islam, penganiayaan ulama serta perusakan mesjid2 dan madrasah/pesantren2, dsb.

Dengan demikian saatnya umat Islam semua bersatu melawan bukan diam, jangan pernah takut terhadap segala ancaman mereka, karena ajaran Islam yang mengajarkan kita keselamatan, tunduk, patuh dan pasrah hanya kepada ALLOH dan senantiasa mentauladani RosulNya bagi umatNya. Ajaran Islam yang telah mendidik kita berpikir, berikhtiar, berdo’a serta bertawakal hanya kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA.


Kembali pada bahasan awal tentang 4 sikap yang di cintai ALLOH dalam Mensikapi kondisi kekinian yang syarat dengan tendensi pembunuhan karakter dan pembodohan, kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan hanya menonton perhelatan ramainya dunia politik negara kita yang hampir punah kevirginan nya dari tujuan NKRI dalam Undang undang asli 18 Agustus 1945, dan jangan sampai berakhir hancur oleh sekelompok manusia serakah serta haus kekuasaan, karena kita adalah umat besar dalam satu jiwa dalam satu tujuan, karena kita adalah satu Barisan Islam dalam Barisan Oposisi Merah putih (BOM) yang berani dan siap bergerak terus selama kita ALLOH izinkan nafas kita hidup demi mencapai keridloanNya, selama para penguasa jahat dan kemunkaran terus ada di muka bumi ini, kita terus bergerak dan bergerak, berawal dari diri sendiri, keluarga, lingkungan serta masyarakat luas, Bersatulah semua para Mujahid/dah dan petarung sejati pergerakkan!!!!Kita rebut kembali kemerdekaan sesungguhnya !!!! ALLOOHU AKBAR !!!

Wassalaamualaikum Wr.Wb.

Kota Tasikmalaya, Ahad 27 September 2020

About Post Author