04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Selamatkan Generasi dari Bahaya Aborsi


Oleh : Ninda Mardiyanti YH.

Mahasiswi Kota Banjar

Belum usai satu masalah kini timbul masalah lagi. Nampaknya setiap hari permasalahan silih berganti. Aborsi yang menjadi permasalahan hari ini nampaknya bukan seatu hal yang baru tetapi sedari dulu pun sering terjadi. Klinik Aborsi di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat memperkirakan pasien yang berdatangan setiap harinya mencapai puluhan orang. Klinik aborsi ini telah beroperasi sejak 2017 dan telah menggugurkan sebanyak 32.760 janin, dalam waktu 3 tahun itu jumlah keuntungan mencapai 10 miliar. (Tempo.co)

Aborsi adalah menggugurkan janin secara paksa. Pelaku aborsi kebanyakan mereka yang melakukan pergaulan bebas atau hamil diluar nikah. Menilik lebih dalam adapun penyebab maraknya aborsi saat ini tidak lain karena penerapan system yang salah. Kebebasan bertingkah laku dan Hak Asasi Manusia yang menjadi pemicunya. Manusia dibebaskan hidup tanpa aturan yang sudah ditetapkan, menjalankan aktivitas sesuai dengan keinginan hawa nafsu tanpa melihat halal dan haram. Padahal sejatinya makhluk harus terikat dengan hukum syara. Aborsi tidak akan dilakukan ketika tidak ada aktivitas yang mengawalinya. Oleh karena itu aborsi merebak terjadi saat ini pastilah ada aktivitas yang mendahuluinya salah satunya adalah pacarana bagi anak remaja. Pacarana, kemudian berzina, ketika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi maka jalannya adalah aborsi.

Sampai detik ini sudah berapa juta janin yang tidak berdosa dibunuh oleh para pelaku zina. Mereka tidak bertanggung jawab, yang mereka pikirkan hanyalah kenikmatan sesaat. Padahal dampak buruk aborsi itu sangat mengerikan, tidak hanya dampak kesehatan tetapi juga psikilogi perempuan akan dirasakan.

Secara kesehatan dampak aborsi diantaranya resiko pendarahan yang hebat jika tidak terselamatkan maka akan terjadi kematian, kemudian infeksi dari bekas luka, kerusakan pada rahim, terjadinya kanker karena kerusakan pada dinding rahim.
Secara psikologi dampaknya akan semakin dirasakan diantaranya ada perasaan bersalah dan berdosa, stress, trauma, harus menanggung rasa malu, menjaga aib pribadi dan keluarga, rasa menyesal kepada diri sendiri, yang lebih parah ketika banyak orang yang menghujat dan tidak kuat iman akan bunuh diri. Itulah sederet dampak bagi pelaku aborsi.

Bagaimana islam memandang terhadap masalah ini?
Islam selain pengatur ibadah mahdoh juga sebagai aturan kehidupan manusia, tidak ada yang tidak diatur bahkan dari hal paling terkecilpun ada aturannya. Manusia diberikan fitrah oleh Allah diantaranya kebutuhan jasmani dan juga naluri (gharizah). Ada 3 naluri yang terdapat dalam diri manusia, naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa), naluri beragama (gharizatut tadayyun), dan naluri melangsungkan keturunan (gharizatun nau’). Adapun yang termasuk dalam masalah ini adalah naluri melangsungkan keturunan (gharizatun nau’) dimana penampakannya memiliki kecenderungan seksual, cinta kepada orang tua, jatuh cinta kepada lawan jenis. Oleh karena itu perasaan cinta pada setiap manusia adalah hal fitrah hanya saja setiap orang berbeda-beda cara melampiaskan rasa cinta yang dimilikinya.

Sebagai seorang muslim tentunya segala aktivitas harus terikat dengan hukum syara termasuk didalamnya persoalan tentang cinta. Islam memerintahkan bagi siapa saja yang sudah mampu mengarungi bahtera rumah tangga maka hendaklah menikah, tetapi jika belum mampu haruslah menundukan pandangan ataupun berpuasa. Allah melarangan hamba-Nya untuk berzina sebagaimana dalam QS. Al-Isra ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, itu sungguh perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”.

Lalu bagaimana islam memberikan sanksi kepada pelaku zina?
Sesungguhnya saknsi islam itu zawajir yaitu dapat mencegah orang lain dari tindakan yang sama, juga jawabir yaitu penebus dosa. Oleh karena itu hukuman bagi pelaku zina dicambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun bagi yang belum menikah, dan dirajam sampai mati bagi yang sudah menikah dan pernah menikah, sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nur ayat 2. Tetapi hal ini tidak bisa dilakukan oleh individu, hanya bisa diterapkan oleh negara islam. Jika individu memaksakan untuk melakukan sansi demikian maka tidaklah akan menjadi penebus dosa melainkan hanya menjadi pencegah semata. Maka, tugas kita saat ini berjuang menyelamatkan generasi. Hanya islamlah satu-satunya solusi untuk menyelamatkan generasi dari maraknya aborsi.

About Post Author