06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Sentimen Islamofobia di Balik Penyerangan Pembiasaan Hijab

Oleh : Jasli La Jate
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Genderang perang terus ditabuh. Tak henti-hentinya musuh Islam terus menyerang. Kali ini serangan kembali datang dari kaum liberal terhadap ajaran Islam. Mereka mempersoalkan kebiasaan menutup aurat pada anak sejak kecil.

Adalah DW Indonesia, mengunggah sebuah video yang mengandung sentimen islamofobia
Dalam video itu, seorang ibu terlihat mengajarkan pembiasaan menutup aurat pada anaknya sejak kecil.

Dalam video itu pula, DW Indonesia mempertanyakan pemakaian jilbab tersebut, apakah atas pilihan anak itu sendiri atau tidak.
“Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?“.

Bahkan untuk mendukung pernyataan mereka, dalam video tersebut diwawancarai seorang psikolog dan seorang tokoh feminis muslim yang membenci syariat Islam. Jelas semua ini untuk menguatkan video mereka. Apalagi tidak menyertakan cendekia muslim maupun para ulama.

Akibatnya tak heran DW Indonesia mendapat serangan bertubi-tubi dari para netizen. Mereka membuat video yang berpihak hanya pada mereka. Dan tentu untuk menguntungkan mereka. (pikiran-rakyat.com, 26/09/2020)

Video yang diunggah WD Indonesia seakan menggambarkan kepada penonton bahwa membiasakan anak kecil menutup aurat sejak dini adalah sesuatu yang negatif dan buruk. Akan mengganggu psikologis mereka. Mereka akan terasing jika nanti berada di tengah lingkungan anak-anak sebayanya.

Video ini menabuh perang kepada umat Islam. Mengapa mereka mempersoalkan kebiasaan menutup aurat bagi anak kecil? Mengapa mereka tidak mempersoalkan hal yang lebih urgen lagi seperti penguasa yang tidak mengurus rakyat dengan baik? Mengurus keadaan ekonomi yang sudah di mulut jurang resesi. Atau penyelesaian pandemi yang mengganas setiap harinya?

Apa yang mereka tuduhkan adalah sebuah klaim dan mengusik ranah privat seorang muslim. Keluarga muslim jika membiasakan menutup aurat pada anaknya sejak kecil bukanlah pemaksaan tetapi pembiasaan sejak dini yang memang dianjurkan agar kelak ketika mereka balig nanti, anak ini tadi tidak kaget ataupun merasa aneh karena mereka sudah terbiasa.

Apa yang yang dilakukan DW Indonesia ini juga adalah salah satu bentuk serangan kaum liberal yang membenci Islam. Mereka mengidap islamofobia akut yaitu perasaan takut berlebihan terhadap ajaran Islam. Di mana islamofobia lahir dari akidah sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan.

Mereka yang mengidap islamofobia terus mendendangkan ajaran Islam bahwa syariat Islam sesuatu yang mengerikan, mengekang dan menakutkan. Parahnya islamofobia bukan hanya mengidap dalam dirinya tetapi terus digaungkan ke khalayak banyak. Sehingga syariat Islam seakan seperti monster. Di mana siapa saja akan menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya.

Bilapun tidak dimonsterisasi, maka dibuatlah sehalus mungkin strategi sehingga masyarakat secara umum muncul opini bahwa menjalankan ajaran Islam adalah sebuah pilihan bukan kewajiban. Strategi ini seperti Islam moderat. Islam harus sesuai dengan perkembangan zaman, toleran, tidak radikal dan sebagainya.

Memang bagi anak kecil, menutup aurat belumlah kewajiban sehingga bila sesekali mereka membuka hijabnya mungkin karena kegerahan, hal itu tak masalah. Dan jikapun ada yang melihatnya sebagai sebuah pemaksaan, bukankah memaksakan pada kebaikan adalah sesuatu yang tak masalah?

Banyak akibat buruk bila anak-anak tidak dibiasakan taat syariat sejak kecil. Sebaliknya, banyak hal baik bila anak-anak dibiasakan taat sejak kecil. Anak-anak yang dibiasakan taat syariat sejak kecil seperti menutup aurat, shalat lima waktu, mengaji dan sebagainya, kelak esok lusa ketika mereka sudah balig, tidak susah dan repot dalam mengajak mereka untuk taat. Apalagi ketika dewasa tidak ada lagi pilihan untuk menolak. Jadi pembiasan itu begitu penting.

Sebaliknya, anak-anak yang sejak dini tidak dibiasakan taat syariat seperti menutup aurat, shalat, puasa, mengaji, rajin ke masjid, jangan heran ketika balig mereka susah dan repot untuk taat. Hal ini karena tidak terbiasa. Belum lagi kurangnya pemberian pemahaman, edukasi baik dari keluarga, contoh di masyarakat apalagi pengayoman dari negara.

Mendidik anak merupakan suatu kewajiban bagi orang tua. Sehingga membiasakan mereka taat syariat sejak kecil adalah suatu keharusan. Rasulullah saw bersabda tentang pentingnya mendidik anak untuk melaksanakan perintah Allah sejak dini:

“Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah saw bersabda: suruhlah anak-anak kecil kamu melakukan sembahyang (usia) tujuh tahu, dan pukullah mereka (bila lalai) atasnya pada usia sepuluh tahun….”
(HR. Ahmad an Abu Dawud)

Di masa golden age adalah masa dimana anak-anak dimasukkan segala informasi positif. Karena di masa ini kemampuan otak mereka terus berkembang dan kemampuan mengingat begitu kuat. Sehingga segala hal kebaikan perlu untuk dibentuk pada masa ini. Termasuk masalah menutup aurat.

Jadi, bila hari ini masih banyak yang terus menerus menyerang ajaran Islam sejatinya adalah akibat sistem sekuler yang mencengkeram dunia saat ini. Di mana sistem sekuler tak menginginkan Islam tegak di tengah-tengah masyaralat. Islam hanya ada di ruang-ruang privat seperti masjid dan rumah. Dalam ranah umum, jangan pernah bawa agama.

Padahal melaksanakan Islam secara total dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah kewajiban. Allah sebagai pencipta memerintahkan untuk masuk Islam secara keseluruhan. Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah : 208)

Islam adalah rahmatan lil’alamin. Rahmatnya hanya dapat dirasakan bila syariat ditegakkan secara sempurna. Maka merupakan suatu kewajiban untuk berjuang agar ajaran Islam terlaksana di muka bumi. Termasuk melawan mereka yang berusaha menghalangi penerapan Islam secara kafah.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author