25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

KEKOSONGAN NURANI ELITE POLITIK YANG BERUJUNG PADA PENDERITAAN RAKYAT (HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID (by : Ibet)

Kulihat Ibu Pertiwi…

Sedang bersusah hati…

Air Matanya berlinang…

Mas Intan yang terkenang…

Hutan gunung sawah lautan…

Simpanan kekayaan…

Kini ibu sedang lara…

Merintih dan berdo’a….”

Senandung Syair lagu Nasional diatas kini banyak terdengar sebagai lagu pengiring segala curhatan hati anak bangsa…para buruh…bahkan secara seksama teramat menusuk di hati karena sesuai pada kondisi negara kita saat ini. Teramat sadis pejabat negara yang mengaku negarawan namun membunuh secara perlahan bangsanya sendiri.


Seharusnya para elit politik sebagai pengambil kebijakan memiliki kesadaran tinggi dalam beretika rkewarganegaraan. Jka suara rakyat dengan segala aspirasi dan kepentingannya mesti mampu menyatu, mengikat erat dengan jiwanya. Melalui pikiran, sikap dan segala tindakannya yang Jujur, Benar dan Adil.
TIDAK SADARKAH KITA SAAT KETIDAK ADILAN MELANDA NEGRI KITA AKAN BERDAMPAK PADA BANYAK TINDAKKAN RAKYAT YANG ANARKI?.

Terlepas dari rakyat itu melakukan aksi dengan melanggar hukum atau tidak, itu reaksi dari perbuatan para elit sendiri, jangan lantas menyalahkan rakyat atau peserta aksi yang di tangkap lalu seenak jidat aparat melakukan kekerasan terhadap mereka. Lalu apa peran dan fungsi aparat dalam situasi aksi?ya sesuai tugas, melindungi dan menjaga peserta aksi, bukan berpihak pada elit karena kepentingan perut anda dengan alasan tugas. Jika kini telah jatuh korban, dan kondisi semakin panas, rakyat berjuang seolah ingin para pengambil kebijakan turun dan bubar, itu akibat ulah anda semua, jangan lantas anda lari bersembunyi dibalik ketiak bau atasan anda yang nyata nyata sudah menyeret dan menjerumuskan anda pada kedzoliman!!!.

Dan untuk presiden juga gak usah banyak cuci tangan dalam urusan segala kejadian ini, karena ini dampak dari bukti segala otak kejahatan yang pastinya terikat erat dengan perintah anda pak, masa iya bawahan jalan sendiri tanpa perintah anda???yang bener saja pak!!!.
Inilah bukti moralitas politik sudah hilang karena ke pragmatisan dan sikap arogansi para elit yang tidak lepas mengejar kekuasaan dan jabatan, yang pada akhirnya tidak memiliki nurani untuk rakyat.
Politik itu tidak bisa dipisahkan dengan kondisi sosial masyarakat, maka dari itu politik sangat membutuhkan nurani dan kesadaran untuk dapat memediasi segala kebutuhan/kepentingan rakyat, bukan malah meng Intimidasi kepentingan rakyat !!. TERNYATA ITU YANG KINI TIDAK DIMILIKI PARA ELITE POLITIK KINI !!!.


Dengan demikian, saya mengambil kesimpulan secara objektif dari 2 pihak tersebut (pemerintah, elite politik dan Masyarakat), bahwa kita sudah memasuki perangkap sistem dan strategi licik dan keji PKI yang terus dipaksakan harus segera terealisasi di NKRI, dengan mengingat sudah banyaknya bermunculan para Intelektual Muslim pemberani dan cerdas, para aktifis, Ulama- ulama, Mahasiswa serta tokoh masyarakat yang Jujur Benar dan Adil, sebagai kewaspadaan mereka dan ketakutan mereka (komunis) yang dapat menjegal tujuan besar mereka di negara kita, dengan dasar gerakan dendam lama melalui kepemimpinan Presiden JOKOWI sebagai peluang besar mereka untuk mewujudkannya. Yakni melalui RUU HIP/BPIP dan UU OMNIBUSLAW sebagai tunggangan besar dan antik mereka melalui kabinet dan Dewan Perwakilan Rakyat yang berhasil membantu misi besar mereka. Sedangkan masalah wabah Virus C19 merupakan peluang Isyu yang besar sebagai upaya mereka untuk dapat menina bobokan Rakyatnya. Dengan adanya PSBB, Social Distancing, permasalahan global semakin asyik untuk mereka tarik sebagai peraturan baku dari pemerintah kepada masyarakat. Dunia pendidikan terjegal kondisi kebebasannya, Perekonomian masyarakat semakin jelas menurun terus, dan banyak lagi bidang lainnya yang terdampak dari Wabah Virus C19 ini.
Sobat semua, Mari kita sama sama cermati sekarang selanjutnya.
Salah satu teori Komunis Dalam Bukunya berjudul Bahaya Komunisme, oleh Alm. Prof DR Baharudin Lopa,SH dàn Pelajaran di Se Intelstrat TNI AD di Cilendek Bogor oleh Kol. Akik mantan Atase Militer di Kedubes Uni Soviet_ “Biar miskinkan rakyat, supaya mereka mengikuti kita”
Teori tersebut sangat relevan dengan situasi sekarang ini.
Lalu teori lainnya dari komunis, Orang bodoh berguna (cc Harun Ar-Rasyid)
Lalu ada lagi teori stratak pergerakan mereka, yaitu teori 2.7, yang artinya Bila kalah mundur 2 langkah, Bila menang, maju 7 langkah.
Semua teori diatas sungguh sangat sesuai relevansinya dengan kondisi negara kita kini.
Sedangkan dalam Islam kefakiran itu dekat dengan kekufuran
Makanya pantas saja mereka menjalankan segala aturan berlaku kini di tengah wabah Virus C19 kini dengan ngotot segera ingin merampungkan dan men sah kan RUU HIP/ BPIP dan RUU OMNIBUSLAW, sebagai amunisi mereka untuk membidik bidang permasalahan diatas.
Untuk kita semua, kini hanya ada 2 pilihan… HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID???
Sampai ini, “apa ada yang mau membantah penyampaian argumentasi saya?”.
Jadi WASPADALAH AKAN SETIAP AKSI PARA ELITE SEKARANG, KARENA MEMANG PANTAS KITA CURIGAI GERAK GERIKNYA DENGAN PENUH IMAN DAN TAQWA, SECARA OBJEKTIF SISTEMATIS DAN TOLERAN (OST), KARENA MEREKA INGIN PUAS HINGGA RAKYATNYA TERLINDAS PASRAH KARENA KEADAAN LALU MEMELAS SIAP TUNDUK PATUH MENGIKUTI FAHAM KOMUNIS MEREKA, YANG AKHIRNYA KUFUR KARENA KEFAKIRAN, WASPADALAH !!!WASPADALAH !!!
NAMUN TETAPLAH ISTIQOMAH, DALAM IMAN DAN TAQWA, TERUS BERJUANG PERTAHANKAN NKRI DARI SEGALA BENTUK TIPU DAYA IBLIS BERKEDOK KEBAIKAN UNTUK RAKYAT!!!IBLIS MENJELMA DI TATARAN PENGUASA2 JAHAT NEGARA KITA YANG SUDAH BANYAK MENGANUT FAHAM KOMUNIS, DENGAN PERAN PENDUKUNG PARA KAPITALIS DAN LIBERALIS !!!

” SELAMAT BERJUANG MENGAMBIL ALIH KEMBALI HAK KALIAN SEMUA BURUH DAN SEMUA RAKYAT INDONESIA, SEMANGAT !!! ALLOOHU AKBAR !!!

Kota Tasikmalaya, Jum’at 9 Oktober 2020/

(SALAM OST- JUBEDIL)

DPC PERSAUDARAAN PEKERJA MUSLIM INDONESIA (PPMI) TASIK RAYA/BARISAN OPOSISI MERAH PUTIH (BOM)🇮🇩🇮🇩🇮🇩

About Post Author