30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho


Oleh : Nisa Rahmi Fadhilah, S.Pd
Member Akademi Menulis Kreatif

Berbulan-bulan Indonesia diselimuti Covid-19, hingga detik ini pandemi masih mengusik masyarakat. Walau keadaannya New Normal tetapi tetap saja pandemi ini masih harus diperangi oleh seluruh masyarakat. Berbagai masalah pun muncul akibat ketidaknormalan hidup berdampingan dengan pandemi.

Di Kabupaten Bandung khususnya, dalam dua bulan terakhir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan kuota dari pemerintah pusat. Dilansir dari ayobandung.com, Kamis (01/10/2020), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mengatakan pengurangan pupuk bersubsidi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan dipasaran. Pasalnya, pasokan pupuk non-subsidi pun terbatas dan mulai sulit ditemukan sehingga banyak petani yang berebut membeli pupuk dipasaran.

Menurut Kabid Sarana Prasarana selain adanya pengurangan pupuk bersubsidi oleh pemerintah pusat, kelangkaan pupuk juga disertai masalah belum tuntasnya pemberian Kartu Tani untuk para petani. Padahal, Kartu Tani itu berfungsi untuk pengendalian dan juga menghitung kebutuhan pupuk. Bahkan pemegang kartu Tani ini juga bisa mendapatkan berbagai bantuan pemerintah. (galamedianews.com)
Ketua Kelompok Tani mengatakan bahwa tanpa bantuan langsung tunai (BLT) sebagaimana yang diterima pekerja saat pandemi, dapur petani di rumah masih bisa terpenuhi asalkan masih ada sawah yang bisa digarap. (kompas.com)

Diberitakan sebelumnya, para petani di Kabupaten Bandung mengalami kesulitan pupuk urea bersubsidi. padahal, saat ini tanaman padi yang sudah berusia sekitar 40 hari tengah membutuhkan pemupukan yang cukup.
Ditengah keriuhan ini, pemerintah Provinsi pun akhirnya akan menambahkan alokasi untuk pupuk bersubsidi. Selain itu, dilansir dari pikiranrakyat.com, BAZNAS Kabupaten Bandung ikut memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu bisa memanfaatkan program tani mandiri (taman) dan ternak mandiri (teman). Bantuan yang diberikan berupa bantuan modal dan penyediaan modal kerja bagi para petani dan peternak.

Seharusnya, kebutuhan pokok yang bersubsidi ditengah masyarakat tetap dipenuhi jumlahnya bahkan digratiskan oleh negara bukan akhirnya malah memangkas kebutuhan tersebut, karena hal ini berpengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat.

Dalam Islam, negara akan sangat serius memaksimalkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki di dalam negeri untuk membangun ketahanan pangan. Sedangkan, sistem lain membangun pertanian bukanlah untuk ketahanan pangan demi kemaslahatan rakyat namun untuk mengejar target ekonomi semata. Sehingga abai terhadap ketahanan pangan bagi rakyatnya sendiri.

Ditengah wabah pun Islam sangat intensif memperhatikan sektor pertanian agar bisa menjaga kecukupan stok pangan dengan cara meningkatkan produksi pangan, memaksimalkan lahan pertanian oleh masyarakat yang tidak terkena wabah.

Alhasil, negara akan mensupport dengan berbagai subsidi yang dibutuhkan berupa modal, saprotan, atau teknologi pendukung. Itu semua akan terwujud ketika negara menerapkan sistem Islam. Yakni, khilafah sebagai pemerintahannya.
Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author