25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Doa Terbaik Kami Untuk Husein di Era Milenial

By : Ummu Aisyah

Terkadang kita sebagai orang tua atau pun guru, merasa, kok anak-anak yang kita didik ini tiba-tiba melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah bertengkar. Tentu kita sebagai orang tua jangan mudah terpancing dengan emosi anak. Kita harus paham betul dunia anak. Begitu pun yang terjadi di hari kamis seba’da tasmi. Tanggal 01 oktober 2020 ada beberapa anak yang tasmi. Salah satunya adalah Ihsan kelas 6. Entah awalnya bagaimana, tetiba anak-anak ribut. Bahwa Ihsan dan Husein bertengkar.

Namun, kami yakin itu hanya pertengkaran kecil. Insya Allah akan kembali akrab setelah berlalu dan hati masing-masing kembali lapang. Sedari Rabu, kondisi Husein terlihat kurang fit, tetapi tetap sekolah. Kami sebagai guru sangat menghargai itu. Semoga Allah berikan kepada Husein kekuatan fisik. Agar, bisa sekolah setiap hari. Semoga kejadian hari kamis itu menjadi sebuah pelajaran bagi anak-anak. Sehingga tidak mengulangi lagi. Dan hakikatnya setiap sebuah pertengkaran berawal dari lisan yang tidak terjaga. Sering asal bicara, baik menyindir, mencela dan mencibir. Padahal semua itu telah diajarkan kepada ananda untuk menjaga lisan. Namun, namanya anak, pasti ada saja melanggarnya. Ibaratnya orang tua saja terkadang berulah, apalagi anak-anak. Semoga ayah bunda berhati lapang menghadapi hal-hal demikian. Kami pun senang, alhamdulillah ayah bunda Husein adalah orang tua yang notabene pengemban dakwah. Sehingga keduanya menyikapi ini hal biasa saja.

Ayah bunda, ada sedikit cerita istimewa dari Husein. Ayah bunda, sebetulnya masih banyak anak-anak itu ketika bertemu dengan guru di luar sekolah, justru lari, menghindar, malu untuk sekedar mengucapkan salam atau bersalaman. Namun, tidak dengan Husein, suatu hari saya sedang nunggu adik dekat stasiun di sore hari. Saat itu saya melihat Husein dari kejauhan dan akan melewati tempat dimana saya sedang menunggu. Saya kira Husein akan lari atau berbelok ke jalan lain. Tetapi alhamdulillah tidak demikian. Husein dengan senyum mengucapkan salam, bersalaman dan menyapa. Masya Allah ayah bunda, itu luar biasa menurut saya, mengamalkan adab yang seharusnya ia lakukan. BarakaLlaahu untuk Husein, semoga makin shalih, hafalannya meningkat, kesehatannya pun terus membaik. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin

Ayah bunda, pekan ini Husein full tidak sekolah, karena sakit, semoga menjadi pelebur dosa bagi ayah bunda, semoga pekan depan Husein sehat dan bisa sekolah seperti biasa. Nah, untuk menumbuhkan empati anak-anak, Ibu kepala sekolah dan wali kelas 6 memutuskan untuk menjenguk Husein. Alhamdulillah anak-anak senang ketika diajak untuk menjenguk temannya. Alhamdulillah ketika tiba di Rumah Husein pun, Husein sudah lebih baik. Semoga lekas sembuh yaa shalih🥰✊✊✊ semangattt…

Baiklah, dibawah ini ada beberapa ilmu Islam yang bisa dipetik dari kejadian-kejadian yang terlewati…

Dari begitu banyak adab dalam Al-Qur’an dan juga as-Sunnah, ada satu adab yang mulia dan menjadikan sesama muslim yang satu dengan yang lainnya mengamalkan, ini bisa menghasilkan pahala.

Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR. Muslim, no. 2162)

Mengingat betapa penting perihal ini, maka pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan tentang keutamaan menjenguk orang sakit sehingga bisa semakin membuat kita mengerti dan semakin bersemangat untuk menjenguk kerabat, saudara ataupun teman yang sedang menderita sakit tersebut.

Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali. (HR. Muslim)

Ini mengartikan jika saat kita menjenguk orang yang sedang sakit akan memperoleh pahala yang sangat banyak seperti orang yang sedang ada di kebun surga yang sedang memetik hasil buah di dalam surga.

Membuahkan Pahala dari Allah

Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya? (HR. Muslim)

Para ulama telah memberi penjelasan  bahwa hadis ini tidak memperlihatkan jika Allah memang benar-benar sedang sakit, akan tetapi memperlihatkan kemuliaan dan juga keutamaan dari hamba yang sedang menjenguk saudaranya yang sedang sakit dan siapa yang menjenguk saudara mereka yang sedang sakit maka akan memperoleh pahala yang melimpah di sisi Allah azza wa jalla.

Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Syaikh al-Albani berkata: Hadis sahih)

Di dalam riwayat dari Ibnu Majah tertulis jika malaikat memohon ampun pada Allah untuk siapapun yang menjenguk orang yang sedang sakit.

Waktu Tepat untuk Bersyukur

Kita sebagai manusia seringkali tidak bersyukur dengan kesehatan yang sudah Allah berikan untuk kita dan beranggapan jika kesehatan adalah hak kita seperti tidak ada yang mengatur sehat atau sakit.

Kesehatan bisa diibaratkan layaknya mahkota di kepala orang yang sedang sehat namun tidak ada yang bisa melihat mahkota itu kecuali bagi mereka yang sedang sakit. Karena itulah pada saat kita menjenguk orang sakit maka bisa digunakan untuk lebih memperbanyak rasa syukur atas rahmat Allah yang sudah memberikan kesehatan untuk kita.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyaAllohu anhu berkata: bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Kunjungilah orang yang sakit dan ikutilah jenazah, (hal tersebut) mengingatkan kalian dari akhirat.” [HR. Ahmad (11209) dengan sanad yang shahih.]

Pada saat kita menjenguk orang sakit, ini juga menjadi pengingat kita akan akhirat. Dengan ini kita akan menjadi sadar tentang segala dosa yang sudah kita perbuat dan menjadi takut pada Allah atas semua kesalahan yang sudah kita lakukan.

Jaminan Kebaikan Allah

Dari Muadz bin Jabal radhiyaAllahu anhu mengatakan bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “5 perkara yang barang siapa melakukan salah satu darinya akan mendapatkan jaminan (kebaikan) dari Allah; barang siapa yang menjenguk orang sakit, …” [HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan hadis dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam “Shahih Targhib wa Tarhib” (no.3471)]

Dengan menjenguk sanak saudara atau teman sesama muslim yang sedang mengalami musibah yakni sakit, maka ini akan menjadikan jaminan untuk kita akan kebaikan dari Allah.

Mendapatkan Banyak Rahmat

Dari Ali radhiyaAllahu anhu berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka dia berjalan di (tempat) pemetikan buah-buahan Surga sampai dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan sangat banyak.” [HR. At-Tirmidzi (no.969), Ibnu Majah 1/444) dan Imam Ahmad dengan sanad shahih, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shahihah” (no.1367) dan “Shohih At-Targhib” (no.3476)]

Keutamaan lain pada saat kita menjenguk orang sakit adalah saat yang tepat untuk kita sehingga mendapatkan banyak rahmat dari Allah Swt.

Dari Abu Hurairah radhiyaAllahu anhu berkata: bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam: “Barang siapa menjenguk orang sakit, atau menziarahi saudara fiellah, (maka) memanggillah orang yang memanggil dari (arah) langit: baguslah (urusan) kamu, dan dipermudah urusanmu, dan bersiaplah dengan tempatmu di Surga.” [HR. At-Tirmidzi (2009) dan hadis dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam “Shahih Targhib” (no.3474)]

Semua umat muslim di dunia ini tentunya sangat ingin segala sesuatu urusan di dunia bisa selalu berjalan dengan lancar. Ini bisa kita dapatkan disaat kita menjenguk sesama muslim yang sedang sakit. Semua urusan kita akan semakin dipermudah sekaligus mendapatkan jaminan tempat di surga.

Amalan Penduduk Surga

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyaAllahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam: “5 perkara yang barang siapa melaksanakannya pada hari akan dituliskan baginya termasuk dari penduduk Surga; barang siapa yang menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, berpuasa pada hari itu, pergi berangkat menuju masjid dan membebaskan budak.” [HR. Ibnu Hibban, dan hadis dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam “Shahih Targhib wa Tarhib” (no.3470)]

Saat kita menjenguk orang yang sedang sakit, maka sudah menjadi jaminan menjadi penghuni dari surga.

“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah), sehingga apabila duduk, ia akan berada di dalam rahmat tersebut”. (HR. al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad dan disahihkan al-Albani)

Dalam hadis ini mengartikan jika disaat kita menjenguk sesama muslim yang sedang menderita sakit, maka kita akan mendapatkan Rahmat dari Allah yang akan selalu menyertai kita meskipun kita sudah sampai di rumah sehingga ini sangat baik untuk dilakukan agar kita bisa memperoleh rahmat yang Allah berikan di saat menjenguk orang yang sedang sakit.

Dengan beberapa keutamaan menjenguk orang sakit yang diperlihatkan dari beberapa hadis diatas, maka sudah selayaknya kita tidak mengabaikan hal ini namun lebih mengupayakan segala cara untuk melakukan hal tersebut secara berkelanjutan supaya kita bisa memperoleh segala rahmat dan juga kasih sayang dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallaahu a’lam bishshawab

About Post Author