23/10/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Generasi Milenial Selayaknya Meneladani Pemuda Muslim Muhammad Al Fatih

Oleh: Tri Sundari
Member AMK dan Pendidik Generasi

Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Masa depan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pemuda saat ini. Akan tetapi miris ketika kita menyimak pemberitaan saat ini, banyak sekali hal negatif yang dilakukan oleh para pemuda, antara lain: kenakalan remaja, narkoba, prostitusi dan perilaku negatif lainnya.

Orientasi pada duniawi menjadi tolok ukur kesenangan dan kebahagiaan. Ilmu duniawi penting sebagai sumber pengetahuan, akan tetapi ilmu tanpa dibarengi dengan akhlak tentunya akan mendatangkan bencana.

Sejatinya pemuda perlu sosok idola yang sesuai dengan kepribadian kaum muslim, seperti sosok Muhammad Al Fatih.
Beberapa hari terakhir sempat viral pemberitaan di media tentang surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung yang mewajibkan siswa SMA/SMK untuk membaca buku Muhammad Al Fatih 1453.

Dilansir dari Viva.co.id, 2 Oktober 2020
Surat edaran yang sempat viral ditandatangani Muhammad Soleh selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung telah mengeluarkan Surat bernomor 420/11.09.F DISDIK tertanggal 30 September 2020 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-provinsi Bangka Belitung

Dalam surat yang viral tersebut, diinstruksikan kepada siswa untuk membaca buku ‘Muhammad Al Fatih 1453’ penulis Felix Siauw. Selanjutnya, siswa diminta merangkum isi buku tersebut dengan gaya bahasa masing-masing.

Namun, baru sehari surat instruksi tersebut viral di media sosial, langsung diklarifikasi Dinas Pendidikan terkait. Melalui akun Twitter Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 2 Oktober 2020, merilis pembatalan surat instruksi sebelumnya.

Dilansir dari InewsBabel.id, 2 Oktober 2020, Muhammad Soleh berdalih bahwa surat edaran kewajiban membaca buku tersebut tidak lain untuk meningkatkan kemampuan literasi para siswa yang berkaitan dengan pendampingan kompetensi minimal 2021 sebagai pengganti ujian nasional.

Lebih lanjut Muhammad Soleh mengatakan bahwa, “Di masa pandemi ini kita memberi siswa tugas untuk membaca guna meningkatkan kemampuan mereka. Cuma buku itu saja kita masukan karena melihat perjuangan Muhamamd Al Fatih yang sejak kecil sudah hafiz dan perjuangan dia merebut konstatinopel (Turki). Setelah mendapat informasi penulisnya pentolan HTI langsung kita batalkan,”.

Adanya kritikan dari anggota DPR RI partai PDIP Ahmad Basarah serta surat protes yang dilayangkan oleh PWNU berupa surat teguran kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, disinyalir menjadi penyebab dibatalkannya instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung Muhammad Soleh kepada para siswa SMA/SMK di Bangka Belitung untuk membaca buku Ustadz Felix Siauw.

Ketua PWNU Babel, KH Jaafar Siddiq mengatakan, PWNU sudah mengirimkan surat ke Gubernur Babel untuk menindaklanjuti perihal surat kepala Dinas Pendidikan terkait kewajiban membaca buku Felix Siauw tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa salah satu problem besar bangsa ini dalam melakukan perubahan profil generasi adalah tiadanya gambaran tentang sosok teladan dan sistem pendukungnya. Sosok teladan generasi muda saat ini lebih berkiblat pada artis-artis baik di dalam maupun di luar negeri . Sementara sangat jarang artis yang memberikan contoh yang berakhlaqul karimah.

Ketika kita melihat sosok Sultan Muhammad al-Fatih, merupakan salah satu pahlawan besar umat Islam selain Shalahuddin al-Ayyubi. Saat usianya masih muda, yakni 25 tahun Muhammad al-Fatih dengan gagah berani mampu menaklukkan Konstantinopel di Romawi Timur.

Beliau merupakan putra dari pasangan Sultan Murad II dengan Turki Hatun binti Abdullah. Keberadaan Muhammad Al Fatih merupakam jawaban atas Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadits:
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan”. (HR Ahmad).

Kisah Muhamad Al Fatih merupakan sosok teladan bukan hanya pada jamannya saja, akan tetapi dapat juga menjadi teladan untuk generasi milenial. Muhammad Al Fatih menjadi contoh bahwa dengan mempersiapkan mentalitas generasi yang baik tentunya akan menjadikan bangsa unggul. Dengan kerja kerasnya dan pertolongan Allah SWT Muhammad Al Fatih telah membuktikan bisyarah Rasulullah SAW.

Generasi muda harus dibina dengan akhlak yang mulia, setiap orang tua harus membekali sedari dini aqidah Islam yang kuat pada anak-anaknya.
Rasulullah bersabda, “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya lah yang menjadikannya sebagai seorang yahudi, nasrani & majusi (penyembah api). (HR. Muslim No.4807)

Dalam sistem kapitalis seperti saat ini, peran orang tua dalam mendidik anak akan terasa berat sekali. Berbeda jika sistem Islam yang diterapkan, dimana negara akan ikut memfasilitasi pendidikan yang sesuai syariat Islam dan membatasi pengaruh buruk dari kemajuan teknologi.

Semua orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi shaleh dan shalehah, menjadi generasi seperti Muhammad Al Fatih. Dengan penerapan Islam secara kaffah maka hal ini akan dapat terealisasi.

Wallahu a’lam bishawwab