23/10/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Muhammad Al Fatih, Bukti Kegemilangan Islam yang Ditutupi


Nita Nuraeni | Aktivis Dakwah dan Ibu Rumah Tangga

Mehmed II (Turki Utsmaniyah: 30 Maret 1432–3 Mei 1481), juga dikenal secara luas dengan Muhammad al-Fatih (Fatih Sultan Mehmed) merupakan penguasa Utsmani ke 7 dan berkuasa pada 1444–1446 dan 1451–1481. Pencapaiannya yang paling dikenal luas adalah penaklukan atas Konstantinopel pada tahun 1453 yang mengakhiri riwayat Kekaisaran Romawi Timur, dan menjadikannya mendapat julukan ‘Sang Penakluk’ (الفاتح, el-Fatih).

Al Fatih juga di kenal mempunyai kemahiran dalam bidang kemiliteran, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Beliau juga seorang pemimpin yang hebat seperti Sultan Shalahuddin Al Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang salib) dan Mahmud Al Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al Jalut ketika melawan tentara Mongol).

Baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2020, Kepala Disdik Bangka Belitung, Muhammad Soleh mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh sekolah SMA dan SMK di Bangka Belitung agar seluruh siswa didik wajib membaca buku Muhammad Al Fatih 1453 penulis Felix Shiauw. Kemudian hasil rangkuman dari buku tersebut dikumpulkan dimasing-masing sekolah dan dilaporkannya ke Cabang Dinas untuk di teruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung paling lambat 18 Desember 2020.

Namun berselang hanya 1 jam kemudian setelah surat edaran itu di edarkan, pada pukul 20.00 WIB pihaknya mendapatkan informasi jika pengarang buku Muhammad al Fatih 1453 adalah Felix Shiauw merupakan karya aktivis HTI.

Di kutip dari BabelNews.id, Muhammad Soleh mengatakan “Mendapat informasi tersebut seketika kami membatalkan. Supaya surat yang kami sampaikan itu dibatalkan. Maka itu kami keluarkan surat edaran pembatalan pada tanggal 1 Oktober 2020.”

Sepertinya opini radikalisme masih terus di gaungkan di negeri ini. Rasa takut akan masuknya pemahaman Islam kaffah sangat terasa sekali, alih-alih masih banyak buku tentang pahlawan lokal yang lebih bagus untuk di baca. Sampai-sampai pelajar pun masih terus di hindarkan dari sejarah Islam itu sendiri, yang seharusnya justru harus ada dalam benak semua orang terutama orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala. Sejarah Islam pun selalu di identikkan dengan peperangan, pertumpahan darah dan perebutan daerah kekuasaan.

Buku “Muhammad Al Fatih 1453” adalah buku kisah tentang panglima terbaik yang memimpin pasukan terbaik. Tentang janji Allah dan Rasulullah yang diwujudkan dengan pengorbanan. Buku ini tentang rahasia kehebatan kaum muslimin yang di wakili oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Barangsiapa yang menolak atau mengingkari sejarah Islam, sama saja dengan mengingkari keimanan kepada Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam surat Al Fatihah : 6-7 :
“Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah; 6-7).

Dalam ayat ini Allah mengisyaratkan perintah untuk meneladani jalan lurus yang ditempuh oleh orang-orang yang mendapat nikmat, dan menghindari kesesatan orang-orang yang dimurkai Allah Swt.

Hanya pendidikan Islam yang mampu menyelaraskan kehidupan dunia. Menggali sejarah Islam juga di wajibkan bagi umat muslim agar tidak terjebak dalam ruang kapitalisme. Phenomena Islamophobia semakin di gencarkan demi kepentingan kaum kapitalis, hanya Islam yang mampu mengembalikan kejayaan umat manusia. Sejarah Islam dari sumber terpercaya melalui penggalian secara empiris dan yuridis. Tidak di tutup-tutupi ke akuratannya.

Wallaahu’alam bishshawab.