23/10/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

3 CARA MENGOLAH POLA PIKIR DALAM BERIBADAH DAN UPAYA BERSAMA MEMBANGUN NEGERI, KOLABORASI PEMAHAMAN THEORY ESM OST- JUBEDIL PROF.DR.H. EGGI SUDAJANA MASTAL SH, M,si DALAM SPUT (by.Ibet)

Secara umum dalam Ilmu Pengetahuan yang saya pahami dari sumber yang di dapat pada Sholat Shubuh dan kuliah Shubuh hari ini, Ahad 17 Oktober 2020, dari khotib Ust. Drs. H. Uu Suhendar di mesjid Al-Ittihad Benda Cisalak Kota Tasikmalaya,
Terdapat 3 cara dalam mengolah pola pikir dalam beribadah dan aktifitas sehari hari,

1). Rileksasi.
Yaitu mengistirahatkan Jasmani dengan mengaktifkan Rohani.
Bertujuan untuk menyesuaikan niat dengan gelombang otak, yaitu Gamma, Beta, Alfa,Theta dan Delta.

Sebelum mengenal cara kerja pikiran maka kita harus mengetahui juga tentang gelombang otak secara dasar. Gelombang otak dapat diukur dengan sebuah alat bernama Electroencephalogram (EEG). Penemu EEG adalah Hans Berger (1919-1938) yang merupakan seorang profesor psikiater berasal dari Jerman yang menemukan EEG. EEG adalah sebuah alat yang mampu memvisualisasikan gelombang otak manusia ke dalam bentuk grafik. Penelitian menunjukan bahwa gelombang otak (brainwave) tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang.
Secara garis besar, gelombang otak manusia sebagaimana dinyatakan oleh Joaquim Filipe dalam bukunya “Agents and Artificial Intelligence”, gelombang otak dikategorikan dalam 5 kategori/jenis, yaitu  Beta, Alpha, Theta, Delta dan Gamma. Masing-masing jenis gelombang ini sering berkorelasi dengan kondisi mental yang berbeda.Berikut gelombang otak berdasarkan frekuensinya, di bawah ini :

  1. GAMMA (25 hz – 40 hz) Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi dengan kondisi kesadaran penuh. Misal : sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, sangat panik, histeris, dan ketakutan. Gelombang otak ini cukup berbahaya bagi otak.
  2. BETA (12 hz – 25 hz)

Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Misal : berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan pikiran. Frekuensi ini biasanya pikiran seseorang dominasi oleh logika. Saat seseorang berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, konsentrasi, dan sebagainya sehingga menyebabkan gelombangnya meninggi. gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norepinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah, dan stress. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang jika kita terlalu aktif di gelombang ini.

  1. ALPHA ( 8 hz – 12 hz )

Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Alpha adalah pikiran yang paling cocok untuk pemrograman bawah sadar.

Seseorang yang sedang rileks, melamun atau berkhayal gelombang otaknya berada dalam frekuensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau keluarnya potensi dari alam bawah sadar anda. Anak-anak balita selalu berada dalam kondisi alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Dalam kondisi gelombang ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia. Gelombang alpha akan membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.

  1. THETA ( 4 hz – 8 hz )

Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Misal saat trance, hypnosis, meditasi dalam, dan khusyu. Perlu diingat,gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh karena itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar, imajinasi, mudah menerima informasi apa adanya. Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi. Dalam kondisi ini, pikiran bisa menjadi sangat kreatif dan inspiratif. Seseorang akan menjadi khusyuk, rileks, pikiran hening dan intuisi pun muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP ( Arginine vasopressin).

  1. DELTA (0.5 hz – 4 hz) Gelombang otak yang terjadi pada saat ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta ini adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap. Frekuensi terendah ini muncul saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tak bisa merasakan badan, dan tidak berpikir. Di gelombang ini otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone/ hormon pertumbuhan) yang bisa membuat orang awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.

Riset yang dilakukan para pakar di bidang pikiran dan otak, di luar negeri., mendapatkan satu hasil yang perlu kita cermati dengan hati-hati sekali. Riset itu menyatakan bahwa anak saat berusia 0 – 3 tahun hanya beroperasi dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Dengan demikian apapun yang dialami oleh seorang anak pada 3 tahun pertama hidupnya akan diserap semuanya oleh pikiran bawah sadarnya. Jika mau lebih tepat, sebenarnya pikiran bawah sadar sudah aktif sejak anak masih dalam kandungan.

Filter mental (pikiran sadar) baru mulai terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Filter ini akan semakin menebal pada usia 8 tahun dan akan sangat tebal pada usia 13 tahun. Walaupun pikiran sadar ini semakin kuat kerjanya pada usia 13 tahun, dari penelitian yang lain didapatkan satu penemuan menarik, yaitu anak mulai usia 0 – 13 tahun masih sangat banyak yang beroperasi pada gelombang otak theta ( 4 – 8 Hz). Ini adalah gelombang pikiran bawah sadar. 
Misalkan dalam niat menunaikan ibadah Sholat Shubuh berjama’ah di mesjid yang dimiliki niat kuatnya apa.

2). Visualisasi positif.
Yaitu Gambaran niat untuk tujuan yang akan di lakukan selanjutnya, yang di rencanakan secara sistematis.
Misalkan aktifitas di pagi hari akan tergambar dan direncanakan ba’da sholat Shubuh.

3). Affirmasi.
Yaitu Penyampaian harapan atau keinginan kita secara langsung kepada yang bersangkutan, selebihnya dalam hal beribadah adalah penyampaian harapan lewat do’a kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA secara langsung dengan kuat dan jelas.

Berhubungan dengan penjelasan diatas, Prof. DR. H. Eggi Sudjana Mastal SH. M,Si, tokoh negarawan, senior aktifis dan advokat juga ketua Dewan pendiri Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), memperkuat dalam penjelasannya, berdasar pada Theory OST- JUBEDIL yang dipeloporinya dengan bersandar pada Alqur’an dan Sunnah, sebagai ajaran Islam, dalam mengaplikasikan 3 cara mengolah pola pikir yang sudah saya rangkum dan disederhanakan, bahwa pada inti nya ada 3 hal dalam berzikir pada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, yaitu
1). Istighfar ,
2). Shalawat
3). Tahlilan

Semua dijelaskan pada QS. Hud ( 11 ) Ayat 52 JO Surat Al Ahzhab ( 33 ) Ayat 56 JO Surat Muhammad (47 ) Ayat 19.
Ayat2 tsb merupakan dalil dalam berzikir , tapi sayang nya umat islam Indonesia juga para ulama nya tidak melaksanakan zikirnya itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara , hanya sebatas ritual lipsservice saja , mestinya zikir itu di ukur dari SPUT = SIFAT ,PIKIRAN ,UCAPAN dan TINDAKAN dari Nabi Muhammad Saw , bagaimana SPUT nya Nabi itu mewujud tidak dalam kebijakan nya presiden RI dll nya untuk menegakkan Hukum Islam . Maka tidak akan mungkin Indonesia jadi beriman dan bertaqwa bila SPUT nya ikutin USWAH nya demokrasi dll.

Nah sobat semua, kini
Sejauh mana dan seberapa besar hasil yang di dapat dalam berikhtiar secara dhohir dan bathin di sesuaikan dengan seberapa baik dan benarnya bagaimna kita mengolah pola pikir, berdzikir kepada ALLOH, dan untuk dapat beribadah dengan tenang atau kekhusyuan kita kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA dengan ditunjang Sipat, Pikiran, Ucapan, Tindakan ( SPUT ) yang kuat pada diri setiap individunya sebagai realisasi dari mengolah pola pikir.

Semoga Bermanfaat dan Semangat Pagi, Semangat beramal ibadah sepanjang hari, Semoga Berkah. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin
🙏🏻🙏🏻🙏🏻

SALAM OST- JUBEDIL

(Kota Tasikmalaya, Ahad, 17 Oktober 2020/DPC PPMI TASIK RAYA)