24/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Anak yang Tangguh, Lahir dari Orang Tua Tangguh

By : Ummu Aisyah

Setiap anak lahir ke dunia dengan qadha dan qodrnya masing-masing. Termaktub dalam dalil yang qoth’i. Ketika kita sebagai orang tua bersikap tangguh dihadapan anak-anak kita. Insya Allah anak kita pun sama demikian.

Ayah bunda, saya ingin bercerita terkait salah satu siswa STPKU Rancaekek Bandung yang tangguh. Siapakah dia? Dia adalah ananda Mizar. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, beberapa tahun telah terlewati. Ananda Mizar yang dulu masih imut-imut, kini beranjak tumbuh makin dewasa dari sikap dan ucapannya.

Mizar kini telah berubah, menjadi anak yang makin ganteeng, beranjak remaja. Bahkan sikapnya pun makin menunjukan sikap lebih baik. Pernah ibunda Mizar bercerita, ketika Mizar sakit. Kata ibunda Mizar, kenapa Mizar itu sakit aja, mamah sudah bingung harus gimana”? Namun, pada saat itu ananda Mizar berucap, “tidak apa-apa mah, Mizar mah ikhlas sering sakit juga”. Masya Allah tabarakallah shalih Mizar…

Ayah bunda, berbahagialah memiliki putra seperti Mizar. Karena di luar sana banyak anak-anak yang tidak sabar diuji sakit. Banyak mengeluh dan sikapnya merepotkan orang tua. Tentu tidak demikian dengan ananda Mizar. Ketika sudah bisa masuk sekolah sekalipun, ananda Mizar menunjukkan ketegarannya ketika Allah uji dengan sakit. Ada rasa haru yang dalam untuk Mizar.

Ayah bunda, benarlah Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita, tidak boleh su udzan, langsung memandang negatif terhadap sesuatu yang terjadi, langsung menilai buruk pada seseorang. Karena apa? terkadang penilaian manusia salah. Didalamnya ada nafsu yang terkadang lebih dominan daripada kasih sayang.

Nah, walaupun ananda Mizar Allah uji dengan sering sakit. Ternyata ananda Mizar memiliki pribadi yang masya Allah sabar dengan qodha Allah Swt. Semoga dengan sabarmu, antum makin sehat, dikuatkan hafalannya, dan mampu mengejar target 3 setengah juz di kelas 6 ini. Barakallah shalih, Allaahul musta’aan…Allah Yang Maha Menolong. Mintalah kepada-Nya kesehatan sempurna lahir dan bathin. Kesehatan yang berakhir baik bagi dunia dan akhiratmu nak….

Ayah bunda, dibawah ini ada sedikit penjelasan terkait ibrah sakit :

Banyak orang mengeluh karena sakit yang dideritanya, baik itu ringan ataupun berat. Rasa sakit terkadang membuat sebagian orang menyerah dengan penyakitnya. Mereka mengeluh dan meminta belas kasihan dari orang lain seakan penyakitnya sudah paling berat dia rasakan. 

Perbuatan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)  

Sakit tidak selamanya berarti musibah. Sakit bisa menjadi sebuah nikmat yang bisa kita ambil hikmahnya.  

Pertama, sakit bisa menghindari kita dari siksa api neraka. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dan api neraka.” (HR. al-Bazzar)  

Kedua, sakit bisa menjadi penghapus dosa bagi kita. Seperti sabda Rasulullah saw. dalam hadis riwayat Muslim, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” 

Ketiga, sakit bisa menjadi sumber kebaikan bagi seseorang jika dia bersabar. Hal tersebut sejalan dengan sebuah hadis dimana Rasulullah saw. bersabda: 

“Sungguh semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapapt kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)  

Keempat, sakit bisa membuat kita kembali mengingat Allah. Sebagaimana yang diketahui, kadang kita hanya ingat Allah di kala kesusahan dan diberi cobaan. Sementara saat diberikan kebahagiaan, kita mendadak lupa dengan Rabb semesta alam.  

Allah Swt. telah berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus (para Rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS al-An’am: 42)  

Kelima, sakit bisa membuat kita lebih optimis untuk bertahan hidup. Salah satu moral yang harus dimiliki oleh seorang mukmin ialah tidak boleh menyerah dengan sakitnya. Dia harus berusaha untuk sembuh dari penyakitnya, dia pun harus optimis dengan dirinya sampai Allah mengatakannya untuk berhenti.  

Masya Allah ilmu yang luar biasa. Insya Allah ananda Mizar telah bersikap sebaik-baiknya sikap seorang muslim ketika Allah uji dengan sakit.

Wallaahu a’lam bishshawab

About Post Author