05/12/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

🕌 Materi 3 ALBAAS Kamis, 15 Oktober 2020 : “POTONG EKOR”

Ketika kita mendengar istilah “Potong Ekor” maka kita akan teringat dengan cicak, bagaimana dia memotong ekornya ketika ada ancaman. Adapun makhluk yang seluruh tubuhnya ekor yaitu ular.

Dalam proses jadinya manusia wajib adanya potong ekor. Allah telah menjelaskan bagaimana proses penciptaan manusia di Al-Quran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِی رَیۡبࣲ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن تُرَابࣲ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةࣲ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةࣲ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةࣲ مُّخَلَّقَةࣲ وَغَیۡرِ مُخَلَّقَةࣲ لِّنُبَیِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِی ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَاۤءُ إِلَىٰۤ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلࣰا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۤا۟ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن یُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن یُرَدُّ إِلَىٰۤ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَیۡلَا یَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمࣲ شَیۡـࣰٔاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةࣰ فَإِذَاۤ أَنزَلۡنَا عَلَیۡهَا ٱلۡمَاۤءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِیجࣲ)

Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.
[Surat Al-Hajj 5]

Kejadian manusia terjadi ketika milyaran sperma yang di semburkan kedalam rahim, kemudian melewati zat-zat asam yang menjadikannya berkuran menjadi ratusan, puluhan yang bertahan untuk sampai ke sel telur. Ketika puluhan itu sampai ke sel telur maka yang masuk cuma 1 sperma saja dan ketika dia telah masuk, secara otomatis dia akan memotong ekornya tersebut. Jadi syarat untuk menjadi manusia adalah potong ekor. Kemudian apa gunanya ekor? Untuk membantu sperma mencapai sel telur.

Kalau kita kaitkan dengan kehidupan kita sehari hari , istilah potong ekor adalah Abdullah, kenapa bisa begitu? Karena orang yang siap menjadi Abdullah iyalah orang yang siap memotong/meninggalkan atribut atribut dunia untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa dunia tersebut? Allah menjelaskan didalam Al-Quran :

(زُیِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَ ٰ⁠تِ مِنَ ٱلنِّسَاۤءِ وَٱلۡبَنِینَ وَٱلۡقَنَـٰطِیرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَیۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَ ٰ⁠لِكَ مَتَـٰعُ ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ)

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. [Surat Ali ‘Imran 14]

Dan :
(قُلۡ إِن كَانَ ءَابَاۤؤُكُمۡ وَأَبۡنَاۤؤُكُمۡ وَإِخۡوَ ٰ⁠نُكُمۡ وَأَزۡوَ ٰ⁠جُكُمۡ وَعَشِیرَتُكُمۡ وَأَمۡوَ ٰ⁠لٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةࣱ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَاۤ أَحَبَّ إِلَیۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادࣲ فِی سَبِیلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ یَأۡتِیَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَـٰسِقِینَ)

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. [Surat At-Taubah 24] Itu semua adalah ekor

Ketika sperma tidak memotong ekornya maka yang terjadi adalah mens atau darah kotor, jadi ketika seseorang tidak memotong ekornya maka orang tersebut kotor karena tidak memotong ekornya, sama halnya seperti sperma yang tidak memotong ekornya akan menjadi darah kotor.

Kita lihat kisah nabi Musa Alaihi assalam, ketika dia ingin bertemu dengan Allah maka Allah memerintahkannya untuk memotong ekor yaitu meninggal kaumnya dan melepaskan sendalnya, itu adalah tanda bahwa ketika seseorang orang ingin menjadi Abdullah maka dia harus meninggalkan kecendrungan terhadap dunia. Sama halnya ekor, dunia hanyalah media untuk mencapai akhirat yaitu ridho Allah, bukan sebaliknya dunia menjadi tujuan, maka orang yang menjadikan dunia adalah tujuan hidupnya pada hakikatnya dia masih kotor dan tidak akan mendapatkan ridho Allah.

Kegiatan rukun islam adalah kegiatan potong ekor. Ketika orang tidak bersyahadat dan tidak memotong ekornya maka syahadatnya bohong, dia hanya ingin dianggap muslim padahal sesungguhnya dia itu munafik dia bersyahadat bukan karena Allah.
Ketika orang sholat dan tidak memotong ekornya maka sholatnya ويل للمصلين (celaka orang yang sholat) kenapa demikian? Karena ketika dia sholat hati dan pikirannya teringat anak, pekerjaan dan segala hal yg berkaitan dengan dunia, dia tidak memfokuskan sholat untuk Allah maka dikatakan dia belum memotong ekor.
Ketika orang berzakat infak shodaqoh dan belum memotong ekor maka dia dikatakan ria, kenapa? Karena dia berinfak hanya ingin dikatakan orang yang dermawan, baik dan suka memberi. Maka orang itu kita katakan belum memotong ekor.
Ketika orang berpuasa dan belum memotong ekor maka puasa yang dia dapatkan hanya lapar dan haus saja. Kenapa? Karena dia berpuasa bukan karena Allah, tapi hanya ikut ikut kebanyakan orang, sekedar melepas kewajiban. Kalaulah kita lihat di 12 bulan, 11 bulan adalah ekornya dan bulan ramadhan adalah Kepala. Oleh karena itu, orang yang tidak berubah menjadi lebih baik setelah melewati ramadhan maka susah baginya untuk memotong ekor
Ketika seseorang berangkat haji dan belum memotong ekor maka hajinya mardud ( tidak diterima) kenapa? Karena dia berangkat haji hanya pamer kekayaan, ingin dikatakan “pak Haji” Dan hajinya bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hajipun salah satu gambaran bagaimana sperma masuk kedalam sel telur. Ketika orang hendak pergi haji dia mempersiapkan segala hal seperti kendaraan, makanan, dan lain-lain untuk mencapai Baitullah, ketika sampai di Baitullah maka dia harus memotong ekornya atau meninggalkan seluruh atribut dunia , dengan pakaian ihramnya dia memfokuskan ibadahnya karena Allah. Dari berbagai kalangan manusia kaya, miskin, pejabat, rakyat ketika mereka berhaji mereka meninggalkan segala hal untuk bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala, memakai pakaian yang sama yang menandakan bahwa Allah tidak membedakan makhluknya kecuali dengan ketaqwaannya.

Ternyata kalau perbesar sperma berjuta kali maka bentuknya sama seperti tubuh kita yang terdapat kepada dan ekor, apa ekornya? Yaitu sex, perut dan jantung. posisi organ tubuh manusia, kepala berada di atas dan ekor ada dibawah, ini menandakan apabila sex, perut dan jantung dikendalikan oleh akal ( otak) yang beriman kepada sang Pencipta maka dia adalah manusia sesungguhnya atau istilah kita adalah makhluk vertikal.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِیهِ مِن رُّوحِهِۦۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَـٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِیلࣰا مَّا تَشۡكُرُونَ)

Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
[Surat As-Sajdah 9]

Dan:
(إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَذِكۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلۡبٌ أَوۡ أَلۡقَى ٱلسَّمۡعَ وَهُوَ شَهِیدࣱ)

Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
[Surat Qaf 37]

Ayat diatas menjelaskan bahwa ketika anggota tubuh kita gunakan untuk berfikir dan berzikir maka itu adalah gambaran bagaimana kepala mengusai ekor.

Kemudian bagaimana ekor / SPJ (sex, perut, jantung) menguasai kepala atau keimanan? Maka dia tidak ada bedanya dengan binatang. Kita lihat posisi kepala binatang sejajar dengan SPJ, maka kita menyebutkannya makhluk horizontal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(إِنَّ ٱللَّهَ یُدۡخِلُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُۖ وَٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ یَتَمَتَّعُونَ وَیَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَـٰمُ وَٱلنَّارُ مَثۡوࣰى لَّهُمۡ)

Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka. [Surat Muhammad 12]

Dan :
(وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ لَهُمۡ قُلُوبࣱ لَّا یَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡیُنࣱ لَّا یُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانࣱ لَّا یَسۡمَعُونَ بِهَاۤۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَٱلۡأَنۡعَـٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡغَـٰفِلُونَ)

Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. [Surat Al-A’raf 179]

Ayat di atas menjelaskan bahwa ketika tujuan manusia hidup hanya untuk SPJ maka dia tidak ada bedanya dengan binatang bahkan dia lebih sesat dari binatang. Oleh karena itu, manusia yang tidak menjadikan tujuan hidupnya untuk Allah maka dia adalah binatang atau dia belum memotong ekor. Jadi, apakah kita beribadah kepada Allah belum memotong ekor? Hanya ingin dikatakan orang sholeh? Hebat? Dermawan? Dan lain-lain?. Oleh karena itu marilah kita introspeksi diri kita, ibadah kita , niat kita, apakah untuk Allah dan karena Allah atau selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.