05/12/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Vaksin Untuk Masyarakat, Bukan Untuk Si Kaya Dan Si Miskin


Oleh: Shofi Lidinilah | Member Akademi Menulis Kreatif

Masih berperang dengan situasi pandemic covid-19, entah sampai kapan pandemic ini akan berakhir. Para ilmuwan dalam negeri pun masih berjuang membuat vaksin covid-19 berharap vaksin tersebut berhasil dan segera digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dilansir dari farmasetika.com Vaksin tersebut rencananya akan segera diluncurkan pada bulan Desember 2020 mendatang. Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi plat merah ini masih dalam masa uji coba terhadap manusia.

Dilansir dari republika.co.id rupanya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi bersama Menteri Kesehatan dan direktur utama perusahaan farmasi plat merah menghadap wakil presiden, Menko melaporkan perkembangan vaksin covid-19 yang akan didatangkan dari China ke Indonesia pada November. Sebanyak 3 juta vaksin akan diprioritaskan untuk garda depan penanganan covid-19. Juru bicara wapres mengungkapkan rencananya tim dari pemerintah dan tim perusahaan farmasi plat merah akan mengecek kesiapan produksi vaksin sebelum didistribusikan ke Indonesia.

Tak hanya tim pemerintah dan tim farmasi saja yang akan pergi ke China, rupanya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijadwalkan bertolak ke China pada pertengahan Oktober 2020 untuk meninjau vaksin covid-19. Dilansir dari nasional.okezone.com juru bicara wapres mengatakan bahwa pemerintah dan MUI akan memverifikasi vaksin covid-19 barulah akan diketahui vaksin tersebut dibuat dari bahan dan dengan proses yang halal ataukah tidak.
Menurutnya, kalaupun tidak halal, maka itu tidak jadi masalah karena saat ini masuk keadaan darurat.

Dilansir dari tempo.co Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 di Indonesia bakal tersedia dalam dua jenis, yakni yang bersubsidi dan non-subsidi atau mandiri. Untuk jenis mandiri, harga vaksin akan sangat bergantung pada dinamika pasar.
Namun, menurut Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengatakan berbahaya jika pemerintah terpaksa melepas vaksin Covid-19 untuk dibeli masyarakat dengan mekanisme pasar. Karena akan menciptkan price gouging sebagaimana kejadian pada masker dan hand sanitizer di awal-awal pandemic.

Menurutnya, bahaya tersebut tentu harus dihindari oleh pemerintah dengan cara menetapkan patokan harga tertinggi vaksin. Ia mengapresiasi rencana pemerintah yang akan memberikan secara gratis vaksin Covid-19 kepada warga yang tidak mampu. Namun, pemerintah juga harus memastikan bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat miskin tersebut disalurkan secara efektif.

Dalam Islam, tak harus menjadi miskin baru pemerintah memberikan subsidi, miskin atau pun kaya kesehatan merupakan tanggung jawab Negara. Negara tidak akan mengkomersilkan kebutuhan yang urgent bagi masyarakat.

Kondisi saat ini sangat berbeda jauh dengan kondisi masyarakat saat aturan Islam menaungi kehidupan. Negara yang menerapkan aturan Islam akan betul-betul hadir memfungsikan diri sebagai pengurus dan pengayom rakyat sebagaimana perintah syariat, yakni menjamin kebutuhan mereka dengan sebaik-baiknya, mulai dari kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, keamanan, hingga kesehatan. Semuanya diberikan dengan layanan terbaik dan prima.

Terkhusus dalam bidang jaminan kesehatan, Negara tak hanya bicara tentang layanan dasar seperti penyediaan tenaga medis yang mumpuni, faskes, dan obat-obatan yang memadai, aman, dan membantu kesembuhan (kuratif); tapi juga bicara soal ketahanan pangan, kecukupan gizi, kesehatan lingkungan, mitigasi bencana atau wabah, riset saintek, dan lain-lain (prefentif, promotif). Wallahu’alambishshawwab [] …