28/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Akhlak Rasulullah adalah Al-qur’an

Akhlak Rasulullah adalah Al-qur’an
Jangan kalian seperti yahudi yang iman sebagian dan kafir sebagian, menyembunyikan sebagian dan menyampaikan sebagian.
Aisyah Radiallahu’anha berkata :

فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ

Maka sesungguhnya akhlaq Nabi Shalallahu’Alaihi Wa sallam adalah Al-Qur’an.

Banyak manusia menceritakan akhlaq nabi yang lemah lembut, yang tersenyum, yang penuh kasih-sayang, tetapi mereka tidak menceritakan akhlaq Nabi yang keras terhadap kafir, memerangi kafir, membenci kekafiran, memusuhi pelaku kekafiran, memerintahkan membunuh orang kafir, memerintahkan membunuh orang murtad, memerangi para munafiq dengan lisan-lisan para shahabat.

“Akhlaq nabi adalah Al-Qur’an” dan termasuk isi Al-Qur’an adalah memerangi, memusuhi, membenci dan menghinakan kekafiran, mencela dan mencaci mereka dan kisah di dalam Al-Qur’an berisi tentang tauhid, tentang permusuhan para nabi terhadap kekafiran.

Di dalam suatu kisah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nabi berkata kepada beberapa pembesar Quraisy ketika beliau berjalan ke arah mereka dan beliau bersabda

تسمعون يا معشر‏ ‏قريش ، ‏أما والذي نفس‏ ‏محمد ‏ ‏بيده‏ ‏لقد

جئتكم بالذبح

“Dengarkanlah wahai Quraisy, demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kami datang kepada kalian untuk menyembelih leher-leher kalian.”
INI ADALAH AKHLAQ RASULULLAH!!!…
Ada yang keberatan???….

Nabi memerintahkan kepada para shahabatnya untuk memotong silang tangan dan kaki kaum Uraniyin dan membiarkan mereka kesakitan di padang pasir karena mereka murtad, mencuri unta dan membunuh penggembalanya.
Ada yang keberatan?

Nabi memerintah membunuh semua pria Bani Quraizhah (±700 pria), menawan anak dan istri mereka, ada yg keberatan dengan akhlaq nabi ini ?

” AKHLAQ NABI ADALAH AL-QUR’AN “

Dan isi al quran bukan hanya sekedar senyum-sapa-melayani dan mengayomi ummat!!!… Wallahu a’lam

Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahannya sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang.

Orang paling bijak itu, boleh jadi paling banyak menelan kehidupan yang menyakitkan, tersakiti oleh sekitarnya, tapi ia memilih untuk menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga.

Jika kamu ingin mengetahui kedalaman seseorang dalam memahami agamanya, janganlah dilihat dari ibadahnya saja, lihat juga bagaimana ia memperlakukan orang lain.

Tetaplah berbuat baik,
Fastabiqul khairat,
Barakallahu fikum.
SALAM OST JUBEDIL
Bogor, 23 Oktober 2020
PROF. DR. H. EGGI SUDJANA, SH. MS. I

About Post Author