04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Masya Allah, Kerenn

By : Ummu Aisyah

Senin 19 Oktober 2020, STPKU Rancaekek Bandung menggelar Maulid Nabi Muhammad saw. Dalam rangka mengungkapkan cinta terhadap baginda Nabi Muhammad saw. Agenda ini diisi dengan berbagai perlombaan, ada pildacil, puisi, dan lomba membuat poster. Masya Allah, ternyata antusias santri dan ortu begitu kompak. BarakaLlaahu fiikum.

Acara yang cukup mendadak, alhamdulillah bisa berjalan lancar. Bahkan pembentukan panitia pun mendadak pula. Namun, kami di STPKU Rancaekek Bandung, sudah paham dengan gelaran acara demi acara. Walaupun serba dadakan, namun hasilnya tidak seperti dadakan. Terutama para peserta lomba. Ayah bunda dengan putra-putrinya mempersiapkan karya terbaik, sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah saw.

Akhirnya acara tiba di hari pelaksanaan, yaitu senin tanggal 19 Oktober 2020. Dalam roundwon acara, petugas MC adalah Ustadzah Rina, hanya saja, karena beliau sakit, maka petugas MC diamanahkan pada Ummu Aisyah ☺️. Ok, baiklah, jadi MC dadakan kenapa tidak. Acara pun segera dimulai dengan pembukaan basmalah, dilanjut pembacaan ayat suci Al-Quran oleh seluruh santri ikhwan kelas 3.

Nah, karena gelaran acara adalah Maulid Nabi, maka MC pun seba’da santri kelas 3 membaca ayat suci Al-Quran, mengajak seluruh peserta dan seluruh santri, untuk bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad saw. Itu adalah salah satu bentuk mahabbah kepada beliau, dengan bershalawat. Namun, karena santri belum begitu terbiasa dengan shalawat, walhasil sumbang dan tidak hafal ☺️🤭…inilah tugas MC untuk memandunya. Alhamdulillah beberapa bait shalawat dapat dilantunkan, semoga mampu untuk mendawamkannya yaa shalih dan shalihah🥰🥰🥰.. dan yang paling utama adalah meneladani beliau dalam kehidupan.

Berikutnya, adalah tampilan dari peserta lomba. Yang pertama ditampilkan adalah puisi. Ada beberapa peserta puisi dari santriKU. Dan yang pertama kali tampil adalah ananda Asyam. Asyam adalah santri kelas 2, bersekolah di KU Rancaekek Bandung belum genap satu tahun. Seorang anak yang lahir dari ayah bunda yang notabene adalah asatid/dzah pengemban dakwah, tentu Asyam menjadi pribadi yang mengagumkan. Kalem, tidak banyak berbicara, tidak ada protes atau mengeluh, selalu sami’na wa atha’na. Setiap pelajaran hasilnya kerenn🥰..dan bonusnya Asyam adalah anak yang ganteeeng hehe..

Untuk tampilan puisi, saya sengaja memilih ananda Asyam yang tampil paling awal. Seorang anak yang masih imut mungil, namun wibawanya sudah terpancar dari wajahnya. Semoga kelak ananda menjadi orang yang mulia baik di dunia maupun di akhirat. Saya pun saat itu segera mempersilahkan ananda untuk maju dan naik ke atas panggung. Setelah di atas panggung sebetulnya saya cukup heran. Karena Asyam tak kunjung memulai. Pandangannya terkadang melihatku dan kembali melihat kertas yang ada di tangannya. Beberapa detik saya pun paham. Asyam membutuhkan bantuan. Akhirnya saya pun mendekat ke panggung. Kemudian mencoba membantu membacakannya. Masya Allah 🥺…hampir saja tak sampai hati melihat Asyam gemetar. Keringatnya memenuhi dahi, tangannya basah dan bergetar. Sulit sekali digambarkan sebetulnya saat itu. Hingga tangannya saya pegang, agar tetap mampu memegang kertas yang bertuliskan puisi itu.

Namun, perlahan tapi pasti, akhirnya puisi kerenn Asyam selesai dibacakan. BarakaLlaahu shalih 🥺🤗🥰. “Perjuangan itu menjadi titik awal dari sebuah kesuksesan kelak nak”. Karena sangat antusiasnya saya, saya sempatkan membacakan dua bait puisi Asyam, yang kerenn Masya Allah.
Bagi pembaca setia ceritaku, inilah puisi kerenn Asyam. Ternyata yang membuat puisi tersebut adalah abi Asyam sendiri. Masya Allah tabarakallah…

Muhammad idolaku
Oleh: Abu Asyam

Katanya
Superman luar biasa,
Bisa terbang dan jago berkelahi,
Tapi dia tidaklah nyata

Katanya
Ultraman luar biasa,
Bisa mengalahkan monster dan raksasa,
Tapi dia hanyalah rekayasa,

Katanya
Batman, BoBoBoy juga luar biasa,
Tapi itu hanya katanya,
Mereka adalah fiksi belaka,

Mereka semua
Tidak layak menjadi idola

Tapi
Nabi Muhammad saw adalah nyata,
Dia sosok yang luar biasa,
Dia tidak kebal senjata,
Dia juga bisa berdarah,
Sama seperti kita

Saat menyebarkan Islam,
Banyak siksaan dan cobaan,
Dilempar lumpur
Dilempar kotoran,
Dilempar batu,
Tapi dia tidak dendam,
Dia tidak menyerah, meskipun berdarah-darah
Dia sungguh idola.

Yaa Rasulallah,
Maafkan kami,
Belum sempurna menjadi pembelamu,
Tapi kami berjanji,
akan berusaha menjadikanmu,
Sebagai teladan
Dalam hidup kami

Demikianlah ayah bunda, memoris tampilan Asyam dalam bentuk cerita. Asyam yang shalih, keren, barakallaahu sayang🥰…Ingin rasanya, seluruh peserta lomba ceritanya dituangkan di atas kertas atau di layar handphone. Namun terlalu panjang. Insya Allah kisah seru dari teman-teman Asyam akan menyusul ya ayah bunda..di lain kesempatan.

Nahnu uhibbukum fillah 🥰

About Post Author