06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

OMNIBUSLAW ADALAH AWAL KEBANGKITAN ISLAM DAN RAKYAT INDONESIA

Kita telah memasuki periode akhir zaman. Agama Islam merupakan Rahmatan Lil Aalamiin. Sebagai implemntasi dari kewajiban sebagai muslim wajib memgetahui makna Islam dan Iman. Dengan demikian dengan memperbanyak pemahaman keIslaman dan keImanan akan dapat menambah kekuatan Islam melalui ketaqwaan umatNya. Yakni diantaranya percaya adanya Kiamat.
Kiamat terbagi 3, Yaitu :
1). Kiamat Sughro
Kejadian yang terjadi menimpa pada diri setiap individu, diantaranya Ciri2/tanda kematian dalam berkurangnya usia (masa tua) dilihat secara fisik secara umum, yaitu Rambut mulai beruban/putih dan hingga rambut berkurang/botak, mata penglihatan mulai kabur, telinga/pendengaran mulai lemah, semua otot tangan kaki mulai banyak yang dirasa, dsb.
“Kullu nafsin daaikotun mauut”
2). Kiamat Wustho/pertengahan.
Yaitu kejadian yang menimpa keluarga, alam, bangsa dan negara.
Contoh kecil salasatunya yang terjadi di tengah keluarga adalah adanya sikap membangkang anak pada orang tua hingga tidak lagi hormat pada orang tua, sehingga orang tua sudah dijadikan kacung bagi anak- anaknya, atau anak- anaknya sebagai Ratu dan Raja untuk orang tuanya.
Sehingga melahirkan watak/prilaku anak yang berjiwa lemah meski segala kemauan dituruti orang tuanya.
Contoh kedua yang terjadi pada negara kita saat ini. Dimana tugas dan fungsi jabatan tidak diberikan kepada ahli bidangnya. Sehingga dipaksakan dan sistem hancur, kehancuran negara pun terjadi. Karena sudah banyak penguasa dan pemimpin negara yang mengabaikan konstitusi agama dan negara.
3). Kiamat Qubro/kiamat besar.
Kiamat yang terjadi hancurnya Kehidupan di dunia, alam dan seisinya, untuk mendapat pertanggungjawaban atas segala amal ibadah kita di dunia menuju yaomul hisab di akherat yang abadi.

Dari rangkaian materi diatas, mari kita tela’ah hikmah sebagai bahan kajian bersama yg di hubungkan dengan kondisi negara kita saat ini. Dimana negara sudah berada di ambang kehancuran/kematian nurani dari kelemahan jiwa2 penguasa, pemimpin, para penegak hukum para negarawan, para tokoh masyarakat, ulama, para cendikia dan para generasi bangsa yang sudah tidak loyal dan mengabaikan antara yang haq dan bathil. Pemimpin dan para penguasa di negara kita sudah jelas tidak ingin Agama Islam itu ada pada barisan terdepan sebgai agama yg dipeluk mayoritas penduduk di negara kita. Banyak upaya penghancuran untuk ajaran Islam dan umatnya dilakukan kaum kuffar negara kita yang di bantu kaum munafikun dalam label kesejahteraan berbaju kebaikan untuk rakyat
Maka dari itu, secara terang- terangan mereka sudah mengibarkan bendera perang pada kita umat Islam, umumnya rakyat Indonesia semua kalangan.
Dengan adanya kondisi panas keluarnya dan telah di sah kannya UU ketenaga kerjaan OMNIBUSLAW pada tgl 5 Oktober 2020, maka mereka sudah siap untuk terciptanya pembangkangan sipil. Karena inilah awal kebangkitan Islam dan Rakyat Indonesia di negara kita !!!. Kini sudah banyak saudara2 aktifis kritis, ulama hebat, tokoh negarawan kritis dan adik adik mahasiswa kita yang meninggal di tangan mereka, disiksa, ditangkap, diculik dengan alasan tidak jelas serta tak masuk akal. Dan itulah dampak, akibat dari ulah para penista dan pendzolim kekuasaan tidak memahami makna Iman, Taqwa sebenarnya dalam kendali pergerakkan faham komunisme yang tidak mengenal Tuhan/tak beragama.
Semua terjadi Karena nilai Islam dan Iman sudah semakin lemah pada jiwa dan mentalitas keimanan sudah dapat tergantikan, terjual belikan dengan banyaknya bujukan, rayuan syetan yang menjelma pada diri mereka pelaku dzolim di negara kita secara materi (jabatan, bantuan dana, proyek2, dsb) sebagai amunisi pergerakkan mereka.

Nah Sobat semua, diakhir tulisan saya bertanya pada diri sendiri….
Bagaimana jika dalam kondisi negara genting saat ini kondisi jiwa kita masih atau dalam kondisi lemah??? Hal yang sangat mudah bagi mereka menyerang dalam kekosongan jiwa kita, dan mudah menyerang saat jiwa dirundung duka, Perasaan Sedih dan marah menjadikan jiwa lemah karena berbagai kebutuhan sandang, pangan dan papan tidak terpenuhi secara adil, karena kefakiran hati dan harta akan menjadikan pada kekufuran. Apapun bentuk penyerangan mereka itu bisa terjadi. Dan yang paling ditakutkan menyerang dalam kondisi kekosongan jiwa, lemahnya iman para generasi yang sudah tunduk patuh pada life style, sehingga hilang nurani agamis dan nasionalis nya, terutama mati pemahaman dalam berkeyakinan/TAUHID, Innalillaahy wa innaa ilaihy rooji’uun…dan perang ideologi itu sudah terjadi baik disadari atau tidak oleh kita semua. Bukankah perang itu tidak harus angkat senjata???Namun lambat laun itu bisa terjadi !!!
Sungguh sangat ngeri !!! Dan mari kita senantiasa saling mengingatkan dan menanamkan ketauhidan dimulai diri kita, keluarga, saudara dan sahabat kita.
Semoga ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA melindungi negara kita dan kita semua dari perbuatan aniaya orang2 dzolim. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

TETAP TAKBIR DAN TERIAK !!!

#BatalkanOmnibuslaw!!!

#MossiTidakPercaya

#GagalkanRuuHip/Bpip!!!

#KembaliPadaUu45

#JOKOWIMUNDURSEGERA!!!

AHAD, 25 OKTOBER 2020/KOTA TASIKMALAYA/DPC PPMI TASIK RAYA
(Ibet)

About Post Author