30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

UU Ciptaker Sengsarakan Manusia dan Merusak Semesta

Oleh : Rahmatia Tamher
(Aktivis BMI)

Dilansir dari Tegas.co. Ciptaker (cipta kerja) cilaka hasil kesepakatan DPR dan elemen-elemen lainnya sudah diketok palu (ciptaker) menjadi undang-undang dalam sidang paripurna DPR RI senin (5/10/20). Banyak pihak yang menyesalkan pengesahaan UU Omnibus law cipta kerja ini. UU ciptaker ini telah menyengsarakan manusia dan merusak semesta.
Hal ini terjadi terutama kepada para buruh yang sangat dirugikan dengan undang-undang ini.

Semua kebijakan ini sangat menyengsarakan para buruh khususnya. Kebijakan yang dibuat tentu sangat tidak manusiawi.

Disahkannya UU Ciptaker ini merupakan bukti bahwa tunduknya penguasa terhadap kepentingan para kapitalis. Mereka berusaha mengendalikan penguasa guna memuluskan segala keinginannya. Amanah yang diberikan oleh rakyat hanya sebuah slogan semata saat mencari suara mereka.

Hal ini merupakan bukti watak buruk sistem kapitalis yang tidak pernah berpihak kepada rakyat. Sistem ini senantiasa berorientasi materi tanpa menimbang hati nurani. Menjadikan materi sebagai tuannya guna memperkaya kehidupan pribadi dan kelompoknya.

Para pemimpin di sistem kapitalis abai terhadap rakyatnya. Dia hanya tunduk terhadap titah para kapitalis.
mereka hanya berpangku tangan, tersenyum di atas kursi empuk, di atas singgasana bak raja dengan tidak merasa berdosa sedikitpun atas perlakuan yang mereka lakukan untuk manusia-manusia penghuni alam semesta ini.

UU cilaka ini kontroversial, memicu pro-kontra telah memicu berbagai konflik antara rakyat dan pemerintah/DPR. DPR mengklaim UU ini demi kepentingan rakyat. Namun sebaliknya, rakyat menuding UU tersebut sangat merugikan mereka dan hanya menguntungkan para pengusaha.

Jika ditelusuri sesungguhnya pangkal keterpurukan negeri ini adalah penerapan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Paham Sekularisme meniscayakan penolakan terhadap campur tangan Tuhan (Agama) dalam mengatur kehidupan. Karena dalam sistem sekuler, hukum-hukum Allah Swt senantiasa dipinggirkan bahkan dicampakkan. Pilar kehancuran ini disebabkan sekularisme-demokrasi .

Demokrasi yang berasal dari produk akal buatan manusia, yang dijadikan cover untuk menipu manusia. Mereka mengklaim bahwa demokrasi berasal dari Islam. Menganggap bahwa kedaulatan berada di tangan manusia akibatnya bebas membuat aturan untuk mengatur manusia dengan sekehendak hatinya. Atas nama aspirasi rakyat
sukses ‘mencuri’ kedaulatan rakyat. Dengan demikian rakyat sendiri sesungguhnya tidak memiliki kedaulatan. Akhirnya kedaulatan rakyat hanya jargon kosong belaka.
Pasalnya yang berdaulat pada akhirnya selalu para pemilik modal.Maka lahirlah berbagai UU yang menyengsarakan rakyat tak terkecuali UU Ciptaker ini.

Saatnya kembali Kepada syariat Allah.

Syariat, pembawa berkah, solusi atas setiap permasalahan.
Mengembalikan semua urusan dan persoalan kepada Allah Swt dan rasul-Nya adalah kewajiban kaum mukmin. Artinya Al-Qur’an dan as-sunah wajib dijadikan rujukan kehidupan. Konsekuensinya, semua urusan kehidupan wajib diatur dengan syari’at Islam. Apalagi urusan perundang-undangan yg mengatur kehidupan banyak orang. Wajib menggunakan syariat Islam, dan ini adalah bukti keimanan setiap muslim.
Lagi pula, tidak ada yang lebih baik dari syariat Islam. Sebab, syariat Islam berasal dari Allah Swt, pencipta manusia,yang memahami karakter manusia itu sendiri.
Allah Swt tidak punya kepentingan apapun dengan syariahnya selain demi kemaslahatan manusia. Sebaliknya, hukum buatan manusia sering dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsunya dan sarat dengan ragam kepentingan dirinya. Maha Benar Allah atas segala sesuatu.

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Siapapun yang lebih baik hukumnya selain hukum allah SWT bagi orang” yg yakin? (TQS. al-Maidah : 50).

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author